Kotaku
Home Pendidikan 14 Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya Terlengkap

14 Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya Terlengkap

Presentasi Pendidikan Emosi Sulit Ilustrasi Pembelajaran Sosial dan Emosional SEL Violet dan Hijau

KOTAKU.ID – Dalam artikel ini kita akan membahas bersama tentang contoh teks negosiasi beserta strukturnya. Sebenarnya seperti apa teks negosiasi itu dan seperti apa strukturnya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Pastinya, semua orang sering menjumpai proses negosiasi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh umumnya seperti kegiatan tawar menawar ketika berbelanja dan lainnya.

Sebelum berbicara lebih jauh tentang contoh teks negosiasi beserta strukturnya, alangkah lebih baik jika anda mengetahui apa itu negosiasi terlebih dahulu.

Mengenal Pengertian Teks Negosiasi

Negosiasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI diartikan sebagai proses tawar menawar dengan cara berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara kedua belah pihak. Dalam proses negosiasi terdapat percakapan yang bisa menjadi sebuah tulisan dan dikenal dengan teks negosiasi.

Jadi teks negosiasi merupakan teks yang berisikan proses mencapai perjanjian atau kesepakatan antara dua pihak untuk memenuhi kepuasan yang bersangkutan sepet kerjasama dan kompetisi.

Tujuan dari adanya teks negosiasi adalah mengatasi perdebatan dan bisa menyelesaikan permasalahan tanpa adanya paksaan.

Lalu seperti apa struktur dari teks negosiasi ini? berikut ini struktur yang harus anda pahami.

Struktur Teks Negosiasi

Sebelum membahas tentang Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya anda harus mengenal struktur dari teks negosiasi itu sendiri. Teks negosiasi memiliki 5 struktur di dalamnya, yakni terdiri dari:

Orientasi : Berisikan tentang penggambaran dari situasi yang sedang diangkat.

Pengajuan : Berisikan tentang pengajuan penawaran yang akan dilakukan bisa berisi sebab dan akibat.

Penawaran : Lalu ada penawaran yang berisikan proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan.

Persetujuan : Selanjutnya adalah persetujuan dari negosiasi, manakah dari negosiasi yang mencapai titik kesepakatan.

Penutup : Terakhir adalah penutup yang berisikan akhir dari percakapan teks negosiasi tersebut.

Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya

langsung saja berikut ini merupakan beberapa contoh teks negosiasi beserta strukturnya yang bisa dijadikan referensi:

1. Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya Pengumpulan Tugas Siswa Ke Guru

Orientasi

Guru: “Assalamualaikum.wr.wb. Selamat pagi, anak-anak kelas XI semua”

Para Siswa: “Selamat pagi, Pak.”

Guru: “Minggu lalu bapak sudah memberikan PR, apakah kalian semua sudah mengerjakannya?”

Indri: “Maaf pak, Saya belum mengerjakan PR”

Pengajuan

Guru: “kamu belum mengerjakan PR indri? Kenapa belum kamu kerjakan?”

Indri: “iya pak, saya belum mengerjakan. Mohon maaf pak saya lupa kalo PRnya dikumpulkan hari ini.”

Guru: “Lalu bagaimana ini indri? Mau tidak mau kamu harus diberikan hukuman. Hukuman apa yang kamu mau?”

Indri: “maaf pak, saya tidak tahu, Pak.”

Penawaran

Guru: “begini saja indri, konsekuensi dari kamu lupa mengerjakan PR, bagaimana jika kamu membersihkan tolet?”

Indri: “maaf pak, jangan, itu jorok dan bau.”

Guru: “tapi bagaimana lagi indri, itukan salah kamu sendiri.”

Indri: “Iya, Pak saya salah, tapi apa bisa hukumannya diganti saja?”

Guru: “Ya sudah, kalau begitu kamu harus berdiri di depan kelas selama mata pelajaran Bapak ya?”

Indri: “berarti 2 jam ya pak? Lama ya, apa waktunya tidak bisa dikurangi, Pak?”

Guru: “Tidak bisa!”

Persetujuan

Indri: “Benar-benar tidak bisa kurang waktunya, Pak?”

Guru: “Tidak bisa!”

Indri: “Baik, Pak. Saya akan berdiri di depan kelas selama mata pelajaran Bapak.”

Penutup

Guru: “Lain kali kamu jangan lupa mengumpulkan tugas ya.”

Indri: “Baik, Pak. Mohon maaf saya teledor, besok-besok saya tidak akan mengulanginya lagi.”

2. Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya pengajuan proposal pinjaman uang

Orientasi

Pihak Bank: “Selamat siang, Pak. Ada yang bisa saya bantu?!”

Pengusaha : “Selamat siang juga mbak.”

Pengajuan

Pengusaha: “Begini, Bu. Saya mempunyai usaha kuliner yang saat ini sudah berkembang. Saya ingin memperluas usaha saya dengan mengajukan proposal peminjaman uang ke bank ini, apa bisa?.”

Pihak Bank: “sebelumnya, boleh saya lihat proposalnya terlebih dahulu?.”

Pengusaha: “Silahkan, mbak ini proposalnya!” (Pihak bank membaca dan mempelajari proposal)

Penawaran

Pengusaha: “usaha kuliner milik saya ini cukup menjanjikan dan saat ini prospeknya sedang bagus, saya ingin membuka di beberapa cabang lagi di kota-kota lainnya.”

Pihak Bank: “Begini, Pak. Untuk proposal ini tidak ada masalah, cuma untuk Rp800 juta kami dari pihak bank tidak bisa memenuhinya. Pihak bank hanya sanggup memenuhi Rp500 juta dengan bunga lima persen.”

Pengusaha: “Tidak bisa tambah, Bu? Saya yakin usaha ini akan sangat sukses.”

Pihak Bank: “Mungkin jika ditambah sedikit bisa.”

Pengusaha: “Jika Rp700 juta bagaimana, mbak?”

Pihak Bank: “Maaf Pak, kami maksimal hanya mampu menyediakan Rp650 juta.”

Persetujuan

Pengusaha: “Baiklah, Bu, Rp650 juta tidak apa-apa.”

Pihak Bank: “Silahkan Pak menunggu sebentar.” (Pengusaha menunggu beberapa menit)

Penutup

Pihak Bank: “Ini Pak uangnya Rp 650 juta dengan bunga lima persen. Silahkan dihitung, selanjutnya tanda tangan kontrak kerjasama di sebelah sini”

Pengusaha: ‘”Iya, Mbak. Uangnya sudah pas, terima kasih. Kalau begitu saya pamit pulang ya mbak, selamat siang.”

Pihak Bank: “Selamat siang.”

3. Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya Jual Beli Baju

Orientasi

Penjual: “selamat siang mas, sedang mencari apa mungkin saya bisa membantu?”

Permintaan

Pembeli: “siang mbak, gini saya sedang mencari baju yang ini ukuran L kira-kira ada nggak ya?”

Pemenuhan

Penjual: “baju ukuran L ya mas? Ada, Mas. Sebentar saya ambil.”

Pembeli: “Iya mbak.”

Penjual: “Ini, Mas, yang ukuran L ada juga beberapa warna lainnya.”

Pembeli: “Berapa harganya, Mbak?”

Penjual: “Itu Rp 300 ribu, pasnya Rp 290 ribu.”

Penawaran

Pembeli: “Bisa Rp 260 ribu nggak, Mbk?”

Penjual: “wah maaf sekali mas, tidak bisa, Mas. Paling kurangi Rp 5 ribu jadi Rp 285 ribu.”

Pembeli: “Yah, Rp 280 ribu, deh, Mas. Langsung saya beli.”

Persetujuan dan Penutup

Penjual: “ya sudah kalau begitu, baiklah.”

4. Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya Pengajuan Kredit

Orientasi

Pengusaha: “Selamat siang mbak”

Pihak Bank: “Selamat siang pak, selamat datang. Ada yang bisa saya bantu?”

Pengusaha: “Ya, saya ingin bertemu dengan kepala bagian kredit mbak, apa bisa?.”

Pengajuan

Pihak bank: “oh ya pak, maaf ada keperluan apa ya?. “

Pengusaha: “Begini mbak, rencananya saya akan mengembangkan usaha saya sehingga saya membutuhkan tambahan daya, jadi saya akan mengajukan kredit.”

Penawaran

Pihak bank: “oh ya pak, berapakah dana yang dibutuhkan?.”

Pengusaha: “Saya membutuhkan dana sebesar Rp200 juta. Bisakah saya mendapatkan pinjaman itu dari bank ini?”

Pihak Bank: “Maaf, Pak. Untuk saat ini jumlah pinjaman bapak terlalu besar. Bagaimana jika pihak bank memberikan pinjaman kepada Bapak sebesar Rp100 juta?”

Pengusaha: “Apa tidak bisa lebih dari itu mbak? Saya kan sudah lama menjadi nasabah di bank ini.”

Pihak Bank: “Baiklah untuk bapak saya berikan Rp130 juta. Bagaimana, Pak?”

Pengusaha: “Usahakan lebih. Saya benar-benar membutuhkannya untuk mengembangkan usaha saya.”

Pihak Bank: “Baiklah. Bank hanya mampu memberikan pinjaman sebesar Rp150 juta.”

Persetujuan

Pengusaha: “Baiklah. Akan saya ambil. Kalau bisa, uang dicairkan secepatnya.”

Pihak Bank: “Kalau Bapak setuju uang itu bisa dicairkan besok.”

Penutup

Pengusaha: “Baiklah kalau begitu, terima kasih atas kerjasamanya, saya permisi dulu Pak.”

Pihak Bank: “Sama-sama Pak. Selamat siang.”

Pengusaha: “Selamat siang. (keluar dari ruang kepala bagian kredit)

5. Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya Jual Beli Buah

Orientasi

Penjual: “Silakan-silahkan pilih buah-buahnya sangat  manis dan murah meriah.”

Pembeli: “Berapaan harga melonnya, Bang?”

Penjual: “Murah, Bu. Satu kilonya cuma Rp 15 ribu aja.”

Permintaan

Pembeli: “2 kilo, Rp 25 ribu aja. Boleh?”

Pemenuhan

Penjual: “wah, maaf bu belum dapat. Kalau segitu, mah, saya belum dapat untung.”

Penawaran

Pembeli: “Wah kalau Rp 15 ribu satu kilo itu kemahalan, Bang.”

Penjual: “Bisa kurang, kok, Bu, tapi jangan banyak-banyak, nanti saya rugi.”

Pembeli: “Gimana kalau Rp 13 ribu satu kilo, boleh nggak, Bang?”

Penjual: “Naikin lagi, Bu. Kalau segitu, untung saya mepet, Bu.”

Pembeli: “Tawaran terakhir, nih, Bang. Rp 14 ribu satu kilo, bisa?”

Penjual: “Bolehkah, Bu. Hitung-hitung buat penglaris hari ini karena belum laku dari tadi.”

Persetujuan

Pembeli: “Jadi, apa boleh Rp 14 ribu satu kilo?”

Penjual: “Boleh, buat ibu saya kasih murah aja, lah.”

Penutup

Pembeli: Terima kasih, Bang. Ini uangnya.”

Penjual: Terima kasih juga, Bu. Besok-besok mampir lagi, ya, Bu.”

6. Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya Jual Beli Jaket Di Toko

Orientasi

Pembeli: “Selamat siang, Pak”

Penjual: “Selamat siang kembali, selamat datang. Lagi nyari apa dek? Mungkin bisa saya bantu ?”

Permintaan

Pembeli: “begini pak sebenarnya saya sedang mencari jaket. Ada nggak jaket hitam yang bahan dasarnya dari kain katun gitu?”

Pemenuhan

Penjual: “Wah kebetulan sekali nih dek, ada, sini sini saya tunjukan tempatnya. Disitu, silahkan tinggal pilih saja yang paling cocok.”

Penawaran

Pembeli: “terima kasih pak. Maaf pak kalau yang ini harganya sesuai bandrol atau boleh ditawar Pak ?”

Penjual: “Oh, yang itu, harga disini boleh ditawar dek, mau ditawar berapa silahkan?”

Pembeli: “kalo misalkan 450 ribu boleh tidak, Pak ?”

Penjual: “Wah maaf, Mas, harga segitu belum boleh. Ini kualitas bagus, impor dari Prancis. Harga pasnya Rp700 ribu dek. Itu sudah diskon 10 persen Mas.”

Pembeli: “kelihatan bagus memang pak, kalo Rp600 ribu gimana, Pak ?”

Penjual: “Maaf Mas, masih belum boleh. Ya sudah ini penawaran terakhir, Rp650 ribu.”

Persetujuan

Pembeli: “Ya sudah Pak, saya sepakat.”

Penjual: “Terima kasih banyak Mas, untuk pembayarannya di kasir ya Mas.”

Pembelian

(Pembeli lalu membayar uang di kasir)

Penutup

(Pembeli lalu pergi meninggalkan toko dengan membawa jaket yang baru dibelinya)

7. Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya Jual Beli di Pasar

Orientasi

Penjual: “Selamat pagi, Bu Heri. Tumben mampir kesini, Wah sudah belanja macam-macam, ya?”

Bu Heri: “Iya, Pak. Saya persiapan nanti sore ada arisan jadi banyak yang harus dipersiapkan, saya juga memasak lebih banyak dari biasanya.”

Penjual: “ohh begitu, mau masak apa bu? Kalo daging kebetulan ini dagingnya segar-segar bu baru datang hari ini belum masuk freezer jadi lebih enak”

Bu Heri: “saya mau daging sapi saja Pak. Tidak berani makan daging kambing. Suami saya sedang naik tensinya, bisa gawat kalau makan daging kambing.”

Penjual: “Oh, tensinya sering naik, ya Bu? Kalau saya tiap hari makan daging, mau sapi atau kambing tidak masalah buat saya. Sejauh ini tensi saya aman, Bu. Akan tetapi, saya rajin makan timun, melon, semangka, apel, kangkung biar seimbang, Bu. Jangan lupa juga banyak minum air putih. Satu lagi yang terpenting adalah harus ikhlas, Bu!”

Bu Heri: “Ikhlas bagaimana, Pak?”

Penjual: “Ya, kalau menjalani hidup ini ikhlas pasti, kan adem ayem saja. Jadi, tensinya tidak akan naik.”

Bu Heri: “Betul juga Bapak ini.”

Penjual: “Nah, ini! Ibu, silahkan pilih, mau bagian mana? Paha atau iga?”

Permintaan

Bu Heri: “Kalau paha sekilonya berapa, Pak?”

Penjual: “Masih sama, Bu, seperti kemarin, Rp 110 ribu, Bu.”

Bu Heri: “Kalau iga?”

Penjual: “Buat Bu Heri, saya berikan diskon saja, Rp 105 ribu untuk 1 kg iga.”

Bu Heri: “Kalau begitu saya ambil daging bagian paha 1 kg, iga ½ kg, tetapi harganya boleh kurang, ya? Kan, saya sudah beli banyak.”

Pemenuhan

Penjual: “Ya sudah, karena bu heri pelanggan warung saya jadi semuanya saya kasih harga Rp 210 ribu aja deh”

Bu Heri: “wah terimakasih banyak nih pak, kalo bonus tulang boleh? Saya mau buat kaldu”

Penjual: “Siap Bu Heri. Pokoknya beres.”

Bu Heri: “Terima kasih, Pak.”

Penjual: “sama-sama bu. Ini, Bu. Sudah saya pisahkan iga dan paha. Semuanya Rp 210 ribu.”

Bu Heri: “Terima kasih, Pak. Ini uangnya.”

Permintaan

Penjual: “Uangnya Rp 250 ribu. Ibu tidak mempunyai uang pas?”

Pemenuhan

Bu Heri: :Wah, tidak ada, Pak. Memangnya tidak ada kembaliannya, ya?”

Penawaran

Penjual: “Iya bu belum ada uang kembaliannya. Begini saja, Ibu membayar Rp 200 ribu dulu saja, sisanya besok ketika Ibu belanja di sini.”

Persetujuan

Bu Heri: “Oh, baiklah, kalau begitu. Besok sisanya akan saya berikan, Pak.”

Penutup

Penjual: “Iya, Bu. Tidak usah dipikirkan.”

Bu Heri: “Terima kasih, Pak.”

Penjual: “Ya, Bu. Salam untuk Pak Heri.”

Bu Heri: “Ya, Pak.”

8. Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya Jual Beli Kerudung

Orientasi

Calon pembeli: “Selamat siang mbak.”

Penjual: “oh ya selamat siang juga. Ada yang bisa saya bantu Mas?”

Calon pembeli: “gini mbak saya sedang mencari kerudung untuk ibu saya, tapi saya bingung.”

Penjual: “oh ya, masnya cari model yang seperti apa?”

Permintaan

Calon pembeli: “Yang biasa saja, Mbak khas ibu-ibu rumahan gitu.”

Pemenuhan

Penjual: “Silakan, Mas, ke sini.”

Calon pembeli: “Saya suka yang hijau, Mbak, kalo dilihat segar.

Penjual: “Iya, Mas. Cocok kalau dipakai oleh ibu, Mas.”

Calon pembeli: “Ini berapa, Mbak?”

Penjual: “Rp 50 ribu.”

Penawaran

Calon pembeli: “Wah, kok, mahal, Mbak? Rp 30 ribu tidak boleh?”

Penjual: “Tidak boleh, Mas. Itu bahannya bagus soalnya.”

Calon pembeli: “Tidak bisa kurang, Mbak?”

Penjual: “Rp 45 ribu boleh, Mas.”

Calon pembeli: “Rp 40 ribu, ya, Mbak? Ini untuk oleh-oleh ibu saya.”

Penjual: “Benar-benar tidak boleh, Mas. Nanti toko saya bisa bangkrut.”

Persetujuan

Calon pembeli: “Ya sudah, Mbak, Rp 45 ribu saya ambil yang ini.”

Penutup

Penjual: “Mau beli apa lagi, Mas?”

Calon pembeli: “Itu saja, Mbak. Ini uangnya, Mbak.”

Penjual: “Uangnya Rp 50 ribu, kembaliannya Rp 5 ribu. Terima kasih, Mas.”

Calon pembeli: “Iya, Mbak. Sama-sama.”

9. Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya Jual Beli Mobil

Orientasi

Penjual: “Selamat datang di garasi lawas saya, Mas Dika.”

Pembeli: “Oh ini, ya, Mas, Toyota Starlet yang mau dijual itu? Keren. Tahun berapa ini, Mas?”

Penjual: “Mobil ini tahun 1990, Mas Dika. Surat-suratnya lengkap, pajak hidup.”

Permintaan

Pembeli: “Waktu kemarin sampean kirim video suara mesinnya, saya sebetulnya langsung jatuh hati, Mas. Cuma terkendala dengan harga yang ditawarkan.”

Pemenuhan

Penjual: “Iya, Mas Dika. Saya buka di harga Rp 48 juta. Kemarin ada yang nawar Rp 41 juta, nggak saya lepas.”

Penawaran

Pembeli: “Iya, Mas. Apa daya, saat ini saya hanya punya uang Rp 40 juta. Tapi serius Mas, saya tertarik dengan mobil lawas ini. Akan saya rawat sepenuh hati.”

Persetujuan

Penjual: “Ya sudah, Mas Dika. Saya lepas ke sampean deh walau Rp 40 juta. Saya percaya sampean benar-benar ingin mobil ini. Bukan untuk dijual kembali dan mencari keuntungan. Tapi karena suka dengan mobilnya.”

Penutup

Pembeli: “Wah, terima kasih, Mas. Semoga berkah untuk kita semua. Saya bayar via transfer bank, ya, Mas.”

Penjual: “Siap, Mas. Aamiin.”

10. Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya dengan Tukang Becak

Orientasi

Calon penumpang: “Bang, ke Pasar Sentral berapa?”

Permintaan

Tukang becak: “10 ribu, Mbak.”

Calon penumpang: “Yah, kok mahal banget Bang, 5 ribu aja.”

Tukang becak: “Aduh, kemurahan Mbak. Pasar Sentral kan jauh.”

Pemenuhan

Calon penumpang: “Iya deh, saya tambah jadi 7 ribu, gimana?”

Penawaran

Tukang becak: “Naikin dikit Mbak, jadi 8 ribu.”

Persetujuan

Calon penumpang: “Baiklah Bang, saya setuju. Antar ke Pasar Sentral ya, Bang.”

Penutup

Tukang Becak: “Baik, silahkan naik, Mbak.”

11. Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya Kenaikan Gaji

Orientasi

Wakil Karyawan: “Selamat siang Pak…”

Wakil Perusahaan: “Selamat siang. Saya Ahmad Suhartono, wakil dari perusahaan, ini dengan siapa?”

Wakil Karyawan: “Saya Agus, pak sebagai perwakilan dari karyawan.”

Permintaan

Wakil Perusahaan: “Sebenarnya ada apa? semua karyawan di sini melakukan demonstrasi. Kalau begini caranya, perusahaan bisa bangkrut dan berdampak pada PHK karyawan.”

Wakil Karyawan: “Kami hanya ingin memiliki nasib yang lebih baik pak. Selama ini kami sudah bekerja keras untuk perusahaan, namun gaji yang kami terima tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kami. Kami ingin menuntut gaji kami ditingkatkan menjadi 4 juta perbulan.”

Wakil Perusahaan: “Itu tidak mungkin. Perusahaan sudah menanggung beban terlalu berat. Apalagi ada tunjangan dan uang lembur.”

Wakil Karyawan: “Jika tidak bisa maka kami akan tetap mogok kerja pak.”

Pemenuhan

Wakil Perusahaan: “Jangan seperti itu, mari cari jalan keluarnya. Saya akan mengusulkan kenaikan UMP sampai Rp 3,2 juta kepada direksi.”

Penawaran

Wakil Karyawan: “Pak, ini Ibu kota, semua harga kebutuhan pokok mahal. Tolong dinaikkan lagi pak.”

Wakil Perusahaan: “Nanti saya akan mengusulkan ke direksi Rp 3,5 juta.”

Wakil Karyawan: “Tapi, usahakan lebih dari itu Pak, kami akan bekerja dengan lebih giat lagi.”

Persetujuan

Wakil Perusahaan: “Baiklah akan saya coba. Tolong sampaikan pada teman-teman untuk kembali bekerja jika tidak maka perusahaan dapat memberikan sanksi.”

Penutup

Wakil Karyawan: “Baiklah pak. Terima kasih. Kalau begitu saya pamit dulu.”

Wakil Perusahaan: “Baik, silakan.”

12. Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya Lokasi Study Tour

Orientasi

Wali Kelas: “Anto, bagaimana rencana Study Wisata ke Jawa Timur Park, apakah semua anggota kelas setuju?”

Permintaan

Ketua Kelas: “Saya sudah berbicara dengan mereka Bu, cuma ada usulan study wisatanya diganti ke Pantai Kuta aja Bu.”

Wali Kelas: “Wah, kenapa pada minta seperti itu?”

Ketua Kelas: “Karena sekolah kita sudah sering ke Jawa Timur Park, Bu. Sedangkan, Pantai Kuta belum pernah sama sekali.”

Pemenuhan

Wali Kelas: “Tapi ibu sudah bicarakan rencana ini ke bapak kepala sekolah dan beliau sudah setuju.”

Ketua Kelas: “Iya Bu, tetapi jika ke rencana semula sepertinya banyak teman-teman yang tidak ikut.”

Wali Kelas: “Aduh bagaimana yah, padahal Ibu sudah mempersiapkan semuanya.”

Penawaran

Ketua Kelas: “Begini saja Bu, biar saya dan teman-teman yang menghadap ke kepala sekolah dan membicarakan tentang rencana studi ke Pantai Kuta.”

Persetujuan

Wali Kelas: “Baiklah kalau begitu, secepatnya kamu bicara dengan beliau, laporkan ke Ibu hasilnya.”

Penutup

Ketua Kelas: “Baik Bu.”

Wali Kelas: “Baik, sama-sama.”

13. Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya Penawaran Produk

Orientasi

Penjual: “Halo, saya ingin menawarkan produk kami kepada Anda.”

Calon pembeli: “Produk apa yang ingin ditawarkan?”

Penjual: “Produk kami adalah alat pembersih lantai yang efisien dan hemat listrik. Kami menawarkan harga spesial kepada pelanggan baru sebesar Rp500 ribu per unit.”

Permintaan

Calon pembeli: “Apakah ada diskon tambahan jika saya membeli lebih dari satu unit?”

Pemenuhan

Penjual: “Kami bisa memberikan diskon tambahan sebesar 10% jika Anda membeli 3 atau lebih unit.”

Penawaran

Calon pembeli: “Apakah bisa diskonnya jadi 15%?”

Penjual: “Waduh, kalau begitu tidak bisa. Maksimal diskon yang bisa kami berikan 12%. Bagaimana?”

Persetujuan

Calon pembeli: “Baik, saya akan mempertimbangkannya. Saya akan memberitahu Anda keputusannya besok.”

Penutup

Penjual: “Baik, kami tunggu kabarnya.”

Calon Pembeli: ” Baik, mba.”

14. Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya Jual Beli Laptop

Orientasi

Pembeli: “Mas saya ingin beli laptop Dell, apakah di sini ada?”

Penjual: “Ada Mas, ini Mas, ada beberapa pilihan warna.”

Pembeli: “Berapa harganya mas untuk yang warna abu-abu ini?”

Penjual: “Semua warna harganya sama, Rp13.150.000.”

Permintaan

Pembeli: “Harganya boleh kurang nggak mas?”

Pemenuhan

Penjual: “Paling pasnya Rp12.689.000.”

Penawaran

Pembeli: “Boleh dikurangi lagi nggak mas?”

Penjual: “Wah, harga segitu rasanya tidak bisa.”

Persetujuan

Pembeli: “Baiklah Mas, saya setuju, ini uangnya.”

Penutup

Penjual: “Baik Mas, kalau begitu saya siapkan barangnya.”

Nah, itulah beberapa Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya yang mudah dipahami. Kini anda tahu apa saja Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya. Dengan Adanya contoh teks negosiasi beserta strukturnya semoga membantu anda membuat contoh lainnya dengan lebih mudah. Sekian penjelasan kali ini jika ada request tema artikel anda bisa mengirimkannya ke idcoresnetwork@gmail.com.

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad