Kotaku
Beranda Pendidikan Pembelajaran Mengenal Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka bagi Guru

Mengenal Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka bagi Guru

pexels kampus production 5940716 scaled

Apa saja tantangan implementasi Kurikulum Merdeka? Untuk menyempurnakan sistem pendidikan Indonesia dibentuklah kurikulum merdeka, yang saat ini banyak digunakan oleh lembaga pendidikan. Kurikulum ini adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dan lebih optimal, sehingga siswa mendapatkan waktu dan ruang untuk dapat mendalami sebuah konsep atau menguatkan kompetensi yang dimiliki.

Namun, dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka guru juga menghadapi berbagai tantangan. Beberapa tantangan tersebut harus dihadapi oleh guru supaya proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.

Mau tau apa saja tantangan penerapan kurikulum merdeka, simak ulasan lengkap dari kotaku.id berikut ini.

Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka

Kesiapan Guru

Guru berperan penting dalam penerapan Kurikulum Merdeka dan menjadi kunci keberhasilan proses pembelajaran. Sehingga guru harus mempelajari sistem pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka. Guru tidak hanya harus menguasai materi pembelajaran tetapi juga harus dapat mengelola  dan merencanakan proses pembelajaran dengan baik.

ketidaksiapan guru menjadi tantangan karena, jika guru tidak memahami bagaimana sistem kurikulum merdeka. Maka Ia tidak akan dapat melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum ini. Oleh karena itu pastikan untuk memahami konsep, metodologi, hingga pendekatan yang sesuai dan cocok diterapkan dalam kurikulum ini.

Proses Asesmen

Menurut informasi yang disampaikan oleh Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, salah satu tantangan yang tidak bisa dihindari dalam menerapkan kurikulum merdeka adalah pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Saat ini, sebagian guru mungkin hanya memusatkan perhatian pada evaluasi akhir atau penilaian akhir pembelajaran.

Padahal, seharusnya evaluasi mencakup tahap awal, evaluasi proses (penilaian untuk dan sebagai pembelajaran), dan evaluasi akhir pembelajaran. Serangkaian tahapan evaluasi tersebut juga merupakan bagian yang utuh dan saling terhubung dalam proses pembelajaran.

Keterbatasan Referensi

Tantangan selanjutnya adalah keterbatasan referensi yang terjadi di beberapa sekolah atau lembaga pendidikan. Seperti yang kita ketahui, masih banyak daerah terpencil yang siswa-nya harus bersekolah di tempat yang memiliki keterbatasan. Misalnya keterbatasan internet dan buku-buku.

Banyak kegiatan dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang membuat siswa untuk mencari informasi secara mandiri. Sehingga dibutuhkan banyak referensi yang harus disediakan oleh pihak sekolah. Jika pihak sekolah dan guru memiliki keterbatasan referensi seperti buku atau teks pelajaran.

Perlu diketahui bahwa keterbatasan referensi tidak hanya berfokus pada ada tidaknya buku atau internet. Tetapi juga rujukan hingga pengetahuan guru, misalnya guru kurang banyak tahu tentang berbagai contoh model pembelajaran yang tepat untuk diterapkan dalam kurikulum merdeka .

Menyesuaikan dengan Kebutuhan Lokal

Penerapan Kurikulum Merdeka harus disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Sehingga kurikulum akan lebih cocok dengan kebutuhan dan karakteristik setiap daerah. Tantangan ini muncul karena tiap-tiap wilayah memiliki keperluan serta identitas yang berbeda-beda. Hal tersebut kemudian menyebabkan, proses pengembangan kurikulum haruslah melibatkan partisipasi dari berbagai pihak lokal seperti komunitas, pemimpin masyarakat, dan orangtua siswa agar hasil kurikulum benar-benar terhubung dan efektif dengan konteks setempat.

Evaluasi

Proses pembelajaran harus memperhatikan evaluasi yang harus dilakukan. Hal tersebut penting untuk memiliki sistem evaluasi yang handal guna menilai perkembangan siswa dan efisiensi Kurikulum Merdeka secara keseluruhan. Namun, merumuskan sistem evaluasi yang sejalan dengan konsep serta pendekatan Kurikulum Merdeka bisa menjadi suatu tantangan tersendiri.

Keterlibatan Orangtua dan Masyarakat

Keterlibatan orangtua dan masyarakat sangat penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Namun, seringkali terjadi kesenjangan antara apa yang diajarkan di sekolah dan harapan serta nilai-nilai yang ditanamkan di rumah atau masyarakat. Tantangan ini membutuhkan upaya kolaboratif antara sekolah, orangtua, dan masyarakat dalam membangun pemahaman yang kokoh tentang filosofi dan tujuan dari Kurikulum Merdeka.

Konsistensi Implementasi

Kurikulum Merdeka bukanlah proyek yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Tantangan terbesar mungkin terletak pada konsistensi dan kelangsungan implementasi. Diperlukan komitmen yang kuat dari semua pemangku kepentingan, baik dari pemerintah, sekolah, guru, orang tua, maupun masyarakat, untuk menjaga kontinuitas dan kualitas dari Kurikulum Merdeka dalam jangka panjang.Evaluasi tidak hanya seharusnya menilai pemahaman materi pelajaran, tetapi juga kemampuan siswa dalam berpikir kritis, berkreasi, dan berkolaborasi. Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa evaluasi tersebut tidak menimbulkan tekanan berlebihan bagi siswa dan pendidik.

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan