Kotaku
Home Bisnis Mengenal Perbedaan Inflasi Hijau (Greenflation) dan Ekonomi Hijau

Mengenal Perbedaan Inflasi Hijau (Greenflation) dan Ekonomi Hijau

Mengenal Perbedaan Inflasi Hijau Greenflation dan Ekonomi Hijau

Kotaku.id – Inflasi hijau (greenflation) diketahui akhir-akhir ini menjadi satu istilah yang sedang viral diperbincangkan. Pasalnya, dalam debat cawapres kemarin, inflasi hijau (greenflation) ini menjadi pertanyaan yang dilayangkan dari cawapres nomor urut 2 untuk salah satu cawapres yaitu nomor urut 3.

“Bagaimana cara mengatasi greenflation? terima kasih,” tegas Gibran kepada Mahfud MD. Wali Kota Solo tersebut kemudian mengatakan jika greenflation merupakan inflasi hijau.

Walaupun Mahfud MD sempat memberikan penjelasan tentang inflasi hijau, eknomi hijau sampai dengan ekonomi sirkuler. Namun jawaban Mahfud malah dibantah dengan tegas oleh Gibran. Yang mana ia malah mengaitkan dengan gerakan rompi kuning yang terjadi di negara Prancis dalam beberapa tahun lalu.

Adapun, dari penjelasan Mahfud MD yang mana berkaitan dengan ekonomi hijau atau green economy. Maka apa sih perbedaan antara keduanya?

Di dalam era ketidakpastian terkait dengan perubahan iklim dan tantangan lingkungan secara global, konsep “greenflation” dan “green economy” kemudian muncul. Yang mana sebagai bagian dari upaya untuk bisa menciptakan solusi secara berkelanjutan. Akan tetapi, keduanya mempunyai makna dan dampak yang berbeda pada konteks pembangunan berkelanjutan.

Mengenal Inflasi Hijau (Greenflation)

Greenflation secara harfiah memang mempunyai arti inflasi hijau. Kata ini diketahui diambil dari arti green (hijau) dan inflation (inflasi).

Jika didefinisikan, greenflation berfokus pada peningkatan harga dalam sektor ekonomi yang mana merujuk pada solusi ramah lingkungan. Misalnya seperti energi terbarukan maupun teknologi hijau. Hal ini dapat terjadi karena permintaan yang melonjak maupun perubahan regulasi.

Adapun, karakteristiknya diketahui ada tiga macam.

  • Yang pertama, harga yang meningkat. Adapun, kenaikan harga barang dan layanan yang terkait dengan solusi ramah lingkungan.
  • Kedua, permintaan yang tinggi, yang mana bisa dipicu oleh permintaan tinggi kepada teknologi maupun produk hijau.
  • Ketiga adalah pengaruh pasar yaitu peningkatan harga bisa dipengaruhi dengan dinamika pasar dan kebijakan.

Adapun, greenflation ini berdampak setidaknya pada tiga hal pula.

  • Yang pertama adalah aksesibilitas. Mungkin saja bisa menghambat akses masyarakat umum pada solusi hijau.
  • Kedua, investasi yang mana akan mendorong investasi secara lebih lanjut dalam inovasi dan produksi hijau.
  • Ketiga adalah tantangan ekonomi, karena bisa menimbulkan tantangan ekonomi kepada sebagian kalangan.

Mengenal Green Economy

Jika didefinisikan, green economy atau ekonomi hijau ini mengacu pada model ekonomi yang mana berfokus kepada pertumbuhan yang ramah lingkungan, adanya pemanfaatan sumber daya dengan berkelanjutan, serta pengurangan jejak karbon. Tujuan utamanya yaitu untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, serta perlindungan lingkungan.

Adapun, karakteristiknya diketahui ada tiga. Berikut ini adalah penjelasannya.

  • Yang pertama adalah efisiensi sumber daya. Pemakaian sumber daya alam yang lebih efisien dan berkelanjutan.
  • Kedua adalah energi terbarukan. Pendorong utama yakni beralih kepada energi terbarukan dan teknologi bersih.
  • Ketiga, pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, green economy ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak merugikan lingkungan.

Selain itu, dampak positifnya adalah berupa keseimbangan ekologi, menjaga keseimbangan ekologi serta biodiversitas. Selajutnya, ekonomi hijau juga mampu mendorong inovasi teknologi hijau, sampai kesejahteraan sosial karena dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Perbedaan Inflasi Hijau dan Ekonomi Hijau

Perbedaan Inflasi Hijau (Greenflation) dan Ekonomi Hijau

Perlu diketahui, greenflation ini terfokus kepada kenaikan harga pada suatu sektor tertentu. Sedangkan, fokus utama dalam green economy ini bertujuan untuk bisa menciptakan ekonomi secara berkelanjutan dengan menyeluruh.

Secara lebih jauh, keduanya mempunyai dampak terhadap lingkungan. Untuk inflasi hijau bisa menciptakan tantangan aksesibilitas terhadap solusi hijau. Sedangkan, ekonomi hijau mampu memberikan dampak positif dengan adanya upaya pelestarian lingkungan

Adapun, dampak sosial dari inflasi hijau dapat menimbulkan ketidaksetaraan dalam akses terhadap teknologi hijau. Sedangkan, ekonomi hijau ini mampu mendorong kesejahteraan sosial.

Kesimpulan

Adapun, kedua konsep ini walau berbeda keduanya dapat berdampingan untuk mencapai tujuan pembangunan secara berkelanjutan. Penting untuk Anda pahami bahwa perbedaan keduanya ini dapat merancang kebijakan dan strategi secara lebih efektif untuk masa depan yang jauh lebih hijau dan berkelanjutan.

Demikian pembahasan mengenai perbedaan inflasi hijau (greenflation) dan ekonomi hijau, semoga informasi diatas bisa bermanfaat bagi Anda.

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad