Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan kegiatan wajib yang diikuti oleh peserta didik baru di setiap jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal guru, tata tertib, hingga kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia. Namun, pada tahun ini, MPLS mengalami perubahan signifikan yang cukup menjadi perhatian publik.
MPLS tahun ini akan lebih lama dari tahun sebelumnya. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) telah mengeluarkan penjelasan resmi terkait perubahan durasi ini. Dalam artikel ini akan dibahas secara lengkap alasan di balik kebijakan tersebut, tujuan dari perpanjangan durasi, serta dampaknya terhadap peserta didik dan pihak sekolah.
MPLS Tahun Ini Diperpanjang: Apa yang Berubah?

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, durasi MPLS tahun ini mengalami penambahan waktu yang cukup signifikan. Pada umumnya, MPLS dilaksanakan selama 3 hari. Namun, untuk tahun ajaran 2025/2026, Kemdikbud memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan untuk melaksanakan MPLS selama maksimal 5 hari kerja, sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing sekolah.
Perubahan ini tertuang dalam Surat Edaran terbaru dari Kemdikbudristek tentang Pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran Baru. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa MPLS bukan sekadar seremoni, melainkan bagian penting dari proses transisi peserta didik menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Penjelasan Resmi dari Kemdikbudristek
Menurut Kemdikbud, perpanjangan masa MPLS bukan tanpa alasan. Ada beberapa pertimbangan utama yang melatarbelakangi kebijakan ini:
1. Meningkatkan Kualitas Pengenalan Lingkungan Sekolah
MPLS selama tiga hari dinilai terlalu singkat untuk memperkenalkan seluruh aspek sekolah kepada peserta didik baru. Dengan waktu yang lebih panjang, diharapkan peserta didik bisa mengenal lingkungan sekolah secara lebih mendalam, mulai dari fasilitas, budaya sekolah, kegiatan pembelajaran, hingga peran masing-masing tenaga pendidik dan kependidikan.
2. Fokus pada Transisi yang Lebih Humanis
Dalam beberapa tahun terakhir, Kemdikbud terus mendorong implementasi Merdeka Belajar di berbagai jenjang pendidikan. Salah satu prinsip dari pendekatan ini adalah menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, inklusif, dan bermakna. Perpanjangan durasi MPLS diharapkan memberikan ruang lebih luas bagi sekolah untuk menyusun kegiatan transisi yang humanis, tidak terburu-buru, dan mengedepankan psikologis peserta didik.
3. Pencegahan Perundungan dan Kekerasan
Salah satu isu yang masih menjadi sorotan selama pelaksanaan MPLS adalah praktik perundungan (bullying) yang kerap terjadi, terutama di jenjang SMP dan SMA. Kemdikbud menegaskan bahwa MPLS tidak boleh dijadikan ajang perploncoan atau aktivitas yang merendahkan martabat peserta didik baru. Dengan waktu yang lebih panjang, pengawasan dan pendekatan edukatif dapat lebih ditingkatkan, sehingga MPLS menjadi pengalaman awal yang positif bagi peserta didik.
4. Penyesuaian dengan Kurikulum Merdeka
Durasi MPLS yang lebih panjang juga merupakan bagian dari penyesuaian dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Dalam kurikulum ini, sekolah diberikan keleluasaan untuk mengatur waktu pembelajaran berdasarkan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Oleh karena itu, waktu pelaksanaan MPLS bisa lebih fleksibel dan disesuaikan dengan program transisi yang telah disiapkan sekolah.
Contoh Kegiatan yang Akan Dioptimalkan
Dengan bertambahnya durasi MPLS, sekolah memiliki kesempatan untuk memperkaya materi dan kegiatan yang diberikan kepada peserta didik baru. Beberapa kegiatan yang akan dioptimalkan antara lain:
- Pengenalan budaya positif sekolah, seperti nilai-nilai integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
- Sosialisasi program Merdeka Belajar, termasuk pengenalan project-based learning dan pembelajaran berdiferensiasi.
- Pengenalan literasi digital dan keamanan siber, agar peserta didik siap menghadapi tantangan era teknologi.
- Pelatihan kesehatan mental dan karakter, termasuk edukasi tentang bullying, kekerasan seksual, dan cara membangun pertemanan yang sehat.
- Pengenalan ekstrakurikuler dan organisasi siswa, agar peserta didik bisa berpartisipasi aktif sesuai minat dan bakat.
Reaksi dari Pihak Sekolah dan Orang Tua
Kebijakan ini mendapatkan beragam tanggapan dari berbagai pihak. Sebagian besar sekolah menyambut baik perpanjangan waktu MPLS, karena bisa digunakan untuk merancang kegiatan yang lebih variatif dan edukatif. Namun, beberapa pihak juga menyampaikan kekhawatiran tentang kesiapan sumber daya manusia dan anggaran untuk menjalankan MPLS selama lima hari penuh.
Sementara itu, banyak orang tua mengapresiasi langkah ini, terutama jika MPLS diisi dengan kegiatan yang mendukung perkembangan karakter dan penyesuaian sosial anak. Mereka berharap kegiatan ini benar-benar dilaksanakan secara profesional dan bukan hanya formalitas semata.
Imbauan Kemdikbud kepada Sekolah
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan MPLS yang lebih lama, Kemdikbud telah mengeluarkan beberapa imbauan kepada pihak sekolah, antara lain:
- Menyusun rencana kegiatan MPLS secara rinci dan transparan, yang dapat diakses oleh orang tua dan masyarakat.
- Melibatkan guru dan tenaga kependidikan secara aktif, bukan menyerahkan pelaksanaan MPLS kepada senior atau OSIS tanpa pengawasan.
- Menghindari segala bentuk kegiatan yang bersifat fisik, intimidatif, atau diskriminatif.
- Memastikan kegiatan MPLS berjalan sesuai dengan prinsip inklusivitas, dengan memperhatikan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.
Kesimpulan
Perubahan kebijakan terkait durasi MPLS tahun ini merupakan langkah strategis Kemdikbud dalam menciptakan transisi pendidikan yang lebih berkualitas. Dengan waktu yang lebih panjang, sekolah memiliki ruang lebih luas untuk mengenalkan peserta didik pada lingkungan baru secara lebih mendalam, menyenangkan, dan aman.
MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial di awal tahun ajaran, tetapi bagian penting dalam membentuk karakter, membangun kepercayaan diri, dan menyiapkan peserta didik menghadapi perjalanan pendidikan yang lebih panjang. Oleh karena itu, seluruh pihak – mulai dari kepala sekolah, guru, hingga orang tua – diharapkan dapat berkolaborasi untuk menyukseskan pelaksanaan MPLS yang sesuai dengan semangat Merdeka Belajar.









