Intip 7 Tips Rahasia Sukses Sintak Discovery Learning
Kotaku.ID-Selama bertahun-tahun, berbagai pendekatan pembelajaran telah muncul, dan satu di antaranya adalah Sintak Discovery Learning. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai Sintak Discovery Learning, mengapa ini menjadi pendekatan penting dalam dunia pendidikan, serta strategi efektif untuk mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran.
Apa Itu Sintak Discovery Learning?

Sintak Discovery Learning adalah suatu metode pembelajaran yang menekankan pada peran aktif siswa dalam menemukan dan memahami konsep-konsep baru. Pendekatan ini menganggap siswa sebagai agen pembelajaran yang berperan dalam mengeksplorasi dan menemukan pengetahuan.
Dalam konteks Sintak Discovery Learning, siswa bukan hanya penerima pasif informasi dari guru, tetapi mereka aktif terlibat dalam mencari solusi, merumuskan pertanyaan, dan mengembangkan pemahaman mereka sendiri.
Pendekatan Sintak Discovery Learning ini berfokus pada konsep bahwa siswa seharusnya tidak hanya menerima informasi, melainkan juga berperan aktif dalam pencarian, eksplorasi, dan pemahaman konsep baru. Dalam kata lain, siswa dianggap sebagai “penemuan” itu sendiri, karena mereka aktif terlibat dalam mencari solusi, merumuskan pertanyaan, dan mengembangkan pemahaman mereka sendiri.
Prinsip-Prinsip Sintak Discovery Learning
Sintak Discovery Learning adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menitikberatkan pada peran aktif siswa dalam menemukan, eksplorasi, dan pemahaman konsep-konsep baru. Prinsip-prinsip yang mendasari Sintak Discovery Learning sangat penting untuk dipahami, karena mereka membentuk dasar metode ini:
1. Penggunaan Eksperimen
Penggunaan eksperimen adalah salah satu prinsip utama dalam Sintak Discovery Learning. Siswa diberi kesempatan untuk merencanakan dan melakukan eksperimen yang relevan dengan topik pembelajaran. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengalami konsep secara langsung dan mengamati dampak dari tindakan mereka. Dengan eksperimen, siswa tidak hanya mendengar tentang teori, tetapi mereka juga dapat melihatnya dalam praktek.
2. Eksplorasi dan Penemuan
Eksplorasi dan penemuan adalah inti dari Sintak Discovery Learning. Siswa diundang untuk menjelajahi berbagai sumber informasi, mencari tahu fakta-fakta, dan menghubungkan konsep-konsep yang mereka pelajari. Proses eksplorasi ini tidak hanya melibatkan sumber-sumber tertulis, tetapi juga lingkungan fisik, percakapan dengan rekan sebaya, dan bahkan sumber daya online. Melalui eksplorasi, siswa membangun pengetahuan mereka sendiri.
3. Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah adalah prinsip penting lainnya dalam Sintak Discovery Learning. Siswa diajak untuk menghadapi masalah yang relevan dengan topik pembelajaran dan mencari solusi mereka sendiri. Proses ini melibatkan pengamatan, analisis, dan pengembangan solusi yang kreatif. Siswa belajar bagaimana menghadapi tantangan dan mengembangkan keterampilan pemecahan masalah yang berharga.
4. Konstruktivisme
Prinsip konstruktivisme adalah landasan teoretis dalam Sintak Discovery Learning. Hal ini berarti bahwa pembelajaran adalah proses aktif di mana siswa membangun pengetahuan mereka sendiri melalui interaksi dengan informasi dan pengalaman. Siswa tidak hanya menerima pengetahuan dari guru, tetapi mereka juga menggabungkan pengalaman pribadi mereka dan pemahaman sebelumnya ke dalam proses pembelajaran.
Peran Guru dalam Sintak Discovery Learning
Peran guru dalam Sintak Discovery Learning adalah sebagai fasilitator, panduan, dan pembimbing siswa dalam proses pembelajaran. Guru memiliki peran yang krusial dalam menciptakan lingkungan yang mendukung dan memfasilitasi pembelajaran siswa. Berikut adalah beberapa aspek penting dari peran guru dalam Sintak Discovery Learning:
1. Menyediakan Materi Awal
Guru memiliki tanggung jawab untuk memberikan dasar pengetahuan yang diperlukan untuk memulai eksplorasi siswa. Materi awal ini dapat berupa pengenalan konsep, informasi dasar, atau sumber daya pembelajaran yang relevan. Namun, materi ini harus disajikan dengan cara yang menarik dan relevan agar memotivasi siswa untuk menjalani eksplorasi lebih lanjut.
2. Menciptakan Lingkungan Pembelajaran yang Mendukung
Guru harus menciptakan lingkungan kelas yang memungkinkan siswa untuk berkolaborasi, bereksplorasi, dan berdiskusi. Hal ini bisa melibatkan pengaturan fisik kelas yang mengakomodasi kebutuhan siswa, penggunaan teknologi yang relevan, dan sumber daya tambahan yang dapat digunakan siswa dalam eksplorasi mereka.
3. Mengajukan Pertanyaan yang Mendorong Berpikir Kritis
Guru harus mampu mengajukan pertanyaan yang merangsang berpikir kritis dan refleksi. Pertanyaan semacam itu membantu siswa untuk mengembangkan pemahaman yang lebih dalam, mengidentifikasi asumsi-asumsi, dan merumuskan pertanyaan lebih lanjut yang perlu dijawab.
4. Memberikan Dukungan yang Diperlukan
Siswa mungkin mengalami kesulitan saat menjalani Sintak Discovery Learning. Guru harus siap memberikan dukungan yang diperlukan. Dukungan ini bisa berupa panduan, bimbingan, umpan balik, atau sumber daya tambahan. Guru harus memahami kebutuhan individu siswa dan siap memberikan bantuan yang sesuai.
5. Mendorong Refleksi dan Diskusi
Guru harus mendorong siswa untuk merenung, berbagi hasil eksplorasi mereka, dan berpartisipasi dalam diskusi. Hal ini membantu siswa untuk mengartikulasikan pemahaman mereka, menyusun temuan mereka, dan belajar dari perspektif rekan-rekan mereka. Diskusi juga memungkinkan guru untuk memantau kemajuan siswa dan memahami dimana siswa membutuhkan bantuan lebih lanjut.
6. Evaluasi dan Penilaian yang Berkelanjutan
Guru harus menggunakan berbagai bentuk evaluasi dan penilaian yang sesuai dengan Sintak Discovery Learning. Hal ini mencakup penilaian kinerja siswa, proyek, presentasi, atau portofolio yang mencerminkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam menerapkan konsep yang telah mereka temukan. Guru harus melihat bukti konkrit dari apa yang siswa pelajari melalui eksplorasi mereka.
7. Mendukung Kemandirian Siswa
Salah satu tujuan utama dalam Sintak Discovery Learning adalah mengembangkan kemandirian siswa dalam pembelajaran. Guru harus mendorong siswa untuk mengambil tanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, dan menjadi penemuan pengetahuan mereka sendiri.
Manfaat Sintak Discovery Learning

Sintak Discovery Learning adalah pendekatan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai agen aktif dalam proses pembelajaran mereka. Pendekatan ini memiliki sejumlah manfaat yang signifikan bagi siswa, yang mencakup pengembangan keterampilan kritis, kreativitas, dan pemahaman yang lebih mendalam. Mari kita bahas secara rinci manfaat-manfaat dari Sintak Discovery Learning:
1. Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis
Salah satu manfaat utama dari Sintak Discovery Learning adalah pengembangan keterampilan berpikir kritis. Siswa diajak untuk mengamati, menganalisis, dan mengevaluasi informasi. Mereka harus merumuskan pertanyaan, mengidentifikasi asumsi, dan mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi. Hal ini mengajarkan mereka keterampilan berpikir yang sangat berharga dalam pemecahan masalah di kehidupan sehari-hari dan di tempat kerja.
2. Kreativitas yang Ditingkatkan
Dalam Sintak Discovery Learning, siswa memiliki kebebasan untuk menjelajahi, mengemukakan ide-ide, dan mencari solusi kreatif. Hal ini memotivasi mereka untuk berpikir “di luar kotak” dan mengembangkan solusi yang tidak konvensional. Kreativitas adalah keterampilan yang sangat berharga dalam berbagai konteks, mulai dari seni hingga ilmu pengetahuan.
3. Pemahaman yang Lebih Mendalam
Pemahaman yang lebih mendalam adalah tujuan inti dalam Sintak Discovery Learning. Siswa tidak hanya mengingat fakta-fakta atau informasi secara pasif, tetapi mereka benar-benar memahami konsep-konsep tersebut. Mereka dapat menghubungkan pengetahuan mereka dengan pengalaman mereka sendiri, dan ini membuat pemahaman mereka lebih tahan lama dan bermakna.
4. Motivasi yang Lebih Tinggi
Sintak Discovery Learning membuat pembelajaran lebih menarik dan bermakna bagi siswa. Mereka merasa memiliki kontrol atas apa yang mereka pelajari dan bagaimana mereka belajar. Hal ini meningkatkan motivasi siswa karena mereka merasa terlibat dalam pembelajaran mereka. Mereka memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi topik yang menarik bagi mereka dan mengejar minat mereka.
5. Pemahaman Kontekstual
Pemahaman yang dikembangkan dalam Sintak Discovery Learning seringkali bersifat kontekstual. Siswa dapat menerapkan konsep-konsep yang mereka temukan dalam situasi nyata dan masalah yang mereka hadapi. Hal ini membuat pembelajaran lebih praktis dan relevan untuk kehidupan sehari-hari.
6. Pembelajaran Seumur Hidup
Sintak Discovery Learning memupuk semangat ingin tahu dan keingintahuan. Siswa diajak untuk terlibat dalam proses pencarian pengetahuan mereka sendiri, dan ini adalah keterampilan yang akan terus mereka gunakan sepanjang hidup mereka. Mereka belajar bagaimana mencari sumber daya, mengeksplorasi ide-ide, dan mengatasi tantangan.
7. Pengembangan Kemandirian
Sintak Discovery Learning membantu siswa menjadi lebih mandiri dalam pembelajaran. Mereka belajar bagaimana mencari informasi, merumuskan pertanyaan, dan mengatasi masalah tanpa terlalu banyak ketergantungan pada guru. Kemampuan ini sangat berharga dalam pengembangan diri dan karier.
Tantangan Discovery Learning
Meskipun Sintak Discovery Learning memiliki manfaat yang signifikan, ada juga tantangan dan kendala yang dapat muncul saat mengimplementasikannya. Beberapa tantangan utama dalam menerapkan Sintak Discovery Learning meliputi:
1. Pemahaman Kurikulum
Salah satu tantangan utama adalah mengintegrasikan Sintak Discovery Learning ke dalam kurikulum yang sudah ada. Kadang-kadang, kurikulum yang sudah ada mungkin lebih berorientasi pada pendekatan tradisional, yang memerlukan perubahan dan penyesuaian untuk memasukkan elemen Sintak Discovery Learning. Hal ini memerlukan kerja sama dan komunikasi yang baik antara guru, staf sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya.
2. Keterbatasan Waktu
Waktu adalah sumber daya yang sangat berharga dalam konteks pendidikan. Guru sering merasa tertekan oleh tekanan waktu dan kebutuhan untuk menyelesaikan materi pelajaran dalam waktu yang ditentukan. Sintak Discovery Learning seringkali memerlukan waktu yang lebih lama karena siswa diberi kesempatan untuk menjalani eksplorasi mendalam. Mengelola waktu dengan bijaksana dan menemukan cara untuk mengintegrasikan pendekatan ini ke dalam jadwal pelajaran adalah tantangan yang harus diatasi.
3. Sumber Daya yang Diperlukan
Sintak Discovery Learning dapat memerlukan sumber daya tambahan, seperti bahan percobaan, perangkat lunak komputer, atau perpustakaan yang lengkap. Hal ini dapat menjadi kendala terutama untuk sekolah dengan anggaran terbatas. Pendidik perlu kreatif dalam mencari solusi yang memungkinkan akses ke sumber daya yang diperlukan.
4. Pengembangan Keterampilan Guru
Guru perlu dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berhasil menerapkan Sintak Discovery Learning. Mereka harus dapat merancang tugas yang memfasilitasi eksplorasi, mengelola pembelajaran yang lebih otonom, dan memberikan dukungan kepada siswa dalam perjalanan penemuan mereka. Pengembangan profesional guru dalam hal ini adalah penting.
5. Evaluasi yang Tepat
Evaluasi dan penilaian dalam Sintak Discovery Learning juga merupakan tantangan. Metode evaluasi harus sesuai dengan pendekatan pembelajaran ini. Hal ini mungkin melibatkan penggunaan proyek, portofolio, atau bentuk evaluasi lain yang mencerminkan pemahaman yang mendalam dan penerapan konsep oleh siswa.
Dalam menghadapi tantangan ini, penting untuk mengakui bahwa implementasi Sintak Discovery Learning memerlukan komitmen, kerja sama, dan upaya bersama dari semua pihak terkait, termasuk guru, sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Studi Kasus atau Contoh Implementasi

Penting untuk melihat bagaimana Sintak Discovery Learning dapat diimplementasikan dalam berbagai konteks pendidikan. Berikut adalah beberapa studi kasus atau contoh nyata yang menunjukkan bagaimana metode ini digunakan dengan sukses:
1. Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar
Guru di sebuah sekolah dasar memutuskan untuk mengintegrasikan Sintak Discovery Learning dalam pembelajaran sains mereka. Mereka memilih topik “Siklus Hidup Kupu-Kupu” sebagai contoh. Sebagai langkah awal, guru memberikan informasi dasar tentang kupu-kupu dan menjelaskan konsep siklus hidup mereka.
Kemudian, siswa diberi tugas untuk menjalani eksperimen di mana mereka memelihara larva kupu-kupu dan mengamati perubahan dari larva menjadi kepompong dan akhirnya menjadi kupu-kupu. Siswa juga diharapkan untuk mencatat pengamatan mereka.
Melalui pengalaman langsung ini, siswa dapat mengamati proses evolusi kupu-kupu dan menggabungkan pengalaman tersebut dengan informasi yang mereka pelajari. Mereka mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang siklus hidup kupu-kupu, sambil mempraktikkan keterampilan pengamatan dan pencatatan yang kritis. Hasilnya adalah pemahaman yang lebih kuat dan berkesan tentang topik tersebut.
2. Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah
Di tingkat sekolah menengah, seorang guru matematika memutuskan untuk menerapkan Sintak Discovery Learning dalam pelajaran geometri. Guru memulai dengan memperkenalkan siswa pada konsep dasar geometri, seperti sudut, segitiga, dan lingkaran. Namun, alih-alih memberikan rumus dan definisi, guru memberikan tugas eksplorasi.
Misalnya, siswa diberi tugas untuk mengukur sudut-sudut di sekitar sekolah mereka dengan alat pengukuran sudut sederhana. Mereka diminta untuk mencari tahu hubungan antara ukuran sudut dan berbagai bentuk geometri dalam lingkungan sehari-hari mereka. Siswa bekerja secara berkelompok, mengukur sudut-sudut, dan mencatat pengamatan mereka. Guru memberikan bimbingan dan pertanyaan yang merangsang pemikiran kritis.
Melalui eksplorasi ini, siswa secara aktif membangun pemahaman mereka tentang konsep geometri. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi mereka juga melihat bagaimana konsep tersebut diterapkan dalam situasi nyata. Hal ini mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam dan membantu siswa mengenali relevansi matematika dalam kehidupan mereka.
Tips Sukses Sintak Discovery Learning
Bagi guru, instruktur, atau orang tua yang ingin menerapkan Sintak Discovery Learning dalam pembelajaran, berikut adalah beberapa tips praktis:
1. Memulai dengan Pemahaman yang Mendalam
Sebelum menerapkan Sintak Discovery Learning, pastikan Anda memiliki pemahaman yang mendalam tentang konsep atau topik yang akan diajarkan. Hal ini memungkinkan Anda untuk memberikan bimbingan yang efektif dan mengajukan pertanyaan yang relevan kepada siswa.
2. Membuat Lingkungan Pembelajaran yang Mendukung
Penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung eksplorasi dan penemuan. Pastikan Anda memiliki sumber daya yang diperlukan, baik fisik maupun digital. Selain itu, luangkan waktu untuk merancang tugas atau proyek yang merangsang pemikiran kritis dan eksplorasi.
3. Memberikan Kebebasan kepada Siswa
Sintak Discovery Learning menekankan pada kemandirian siswa. Berikan mereka kebebasan untuk menjalani eksplorasi, merumuskan pertanyaan, dan mengatasi masalah. Jangan takut jika mereka membuat kesalahan; ini adalah bagian dari proses pembelajaran.
4. Pertanyaan yang Mendorong Berpikir Kritis
Ajukan pertanyaan yang mendorong siswa untuk berpikir kritis. Pertanyaan semacam itu harus merangsang pemikiran, merangsang diskusi, dan membantu siswa mengembangkan pemahaman yang mendalam.
5. Mendukung Kreativitas
Fasilitasi kreativitas siswa. Biarkan mereka berpikir “di luar kotak” dan mengemukakan ide-ide baru. Kreativitas adalah salah satu aspek kunci dari Sintak Discovery Learning.
6. Evaluasi yang Mendalam
Gunakan metode evaluasi yang sesuai dengan pendekatan ini. Hal ini mungkin melibatkan penilaian kinerja, proyek, atau portofolio. Pastikan evaluasi mencerminkan pemahaman mendalam siswa.
7. Menjadi Fasilitator
Peran guru atau instruktur adalah sebagai fasilitator pembelajaran. Bimbing siswa, berikan umpan balik, dan dorong mereka dalam proses penemuan mereka. Pastikan Anda hadir untuk memberikan bantuan jika diperlukan.
Kesimpulan
Sintak Discovery Learning adalah pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjadi penemuan mereka sendiri. Dengan aktif terlibat dalam penemuan, eksplorasi, dan pemahaman, siswa dapat mencapai pemahaman yang lebih mendalam, pengembangan keterampilan berpikir kritis, motivasi yang tinggi, dan pemahaman yang kontekstual.
Gabung ke Channel Whatsapp Untuk Informasi Sekolah dan Tunjangan Guru
GABUNG









