Mengenal 6 Teori Perdagangan Internasional

- Penulis

Senin, 23 Oktober 2023 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Red and Blue Modern Logistic Company Presentation

Red and Blue Modern Logistic Company Presentation

Kotaku.ID – Dalam artikel ini kita akan membahas bersama tentang apa itu perdagangan internasional dan juga teori perdagangan internasional. Tentunya materi ini sangat penting sekali dipahami sehingga menjadikan kita mengetahui ternyata perdagangan itu sangatlah luas.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya tentang perdagangan antarnegara, manusia adalah makhluk hidup yang tidak bisa hidup tanpa ekonomi dan membutuhkan orang lain. Bahkan dalam didunia ini tidak ada negara benar-benar mandiri dan bisa mencukupi kebutuhan rakyatnya sendiri. Melainkan membutuhkan negara lainnya untuk memenuhi kebutuhan tersebut lewat barang maupun jasa yang mereka tawarkan.

Oleh karenanya, antara satu negara dengan negara yang lainnya saling berkaitan sehingga saling membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya. Ada banyak faktor yang menjadi alasan munculnya perdagangan internasional seperti ketersediaan bahan baku, kemajuan ilmu pengetahuan dan juga lain sebagainya. Untuk pembahasan lebih lanjut tentang teori perdagangan internasional silahkan simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional adalah kerjasama antara dua negara atau lebih untuk memenuhi kebutuhan dalam negaranya. Pengertian lainnya bisa diartikan sebagai kerjasama antar penduduk satu negara dengan negara lainnya baik berupa individu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok.

Dalam kegiatan perdagangan internasional terdapat dua jenis perdagangan yakni impor dan ekspor. Impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negeri sedangkan ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke negara lainnya.

Teori Teori Perdagangan Internasional

Dalam perdagangan internasional adalah beberapa teori yang bisa digunakan. Teori ini bisa menambah wawasan anda tentang perdagangan antar negara. Berikut ini teori perdagangan internasional tersebut:

1. Teori Keunggulan Mutlak / Absolute Advantage

Teori ini dikemukakan oleh Adam Smith, yang berpendapat bahwa teori keunggulan mutlak dijelaskan sebagai kondisi dimana suatu negara dapat menghasilkan barang atau jasa lebih banyak dibandingkan negara lainnya dengan pengeluaran yang lebih rendah dalam produksinya sehingga dapat mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Suatu negara bisa dikatakan memiliki keunggulan mutlak jika dapat menghasilkan suatu produk yang tidak dapat dihasilkan oleh negara lainnya. Contohnya saja negara Jepang yang bisa memproduksi mobil dalam jumlah besar dengan merk-merk besar dan ternama seperti Suzuki, Honda dan lainnya. Jadi negara Jepang memiliki keunggulan mutlak dalam produksi mobil bermerek dibandingkan negara lain yang tidak bisa menghasilkannya.

Di Indonesia sendiri unggul dengan produksi berasnya namun kurang unggul pada produksi barang elektronik. Sehingga Indonesia sebaiknya melakukan spesialisasi pada produk beras saja.

2. Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage)

Teori perdagangan internasional kedua dikemukakan oleh David Ricardo. Kemunculan teori ini dinilai untuk mengatasi kelemahan dari teori sebelumnya bahwa negara yang tidak memiliki keunggulan absolut berbeda dengan negara yang memiliki keunggulan tersebut.

Menurut David Ricardo, negara yang tidak memiliki keunggulan absolut tetap dapat berkontribusi dalam perdagangan internasional dengan melakukan spesialisasi produk yang dihasilkan negara tersebut. Selain itu, keunggulan komparatif juga menilai bahwa negara yang dapat memproduksi barang atau jasa dengan mengeluarkan biaya tenaga kerja yang lebih murah dibandingkan negara lain.

Dari konsep teori perdagangan internasional ini bisa diambil kesimpulan. Bahwa suatu negara yang sudah baik dalam memproduksi suatu produk lebih baik meneruskan produksi barang tersebut, untuk produk lain yang tidak dikuasai bisa mengambil dari negara lainnya.

3. Teori Siklus Hidup Produk

Teori yang selanjutnya ini mengemukakan bahwa produk mengalami siklus hidup yang melibatkan tahap produksi domestic, ekspor dan impor ketika negara lain memproduksinya lebih efisien. 

Pada awalnya produk-produk baru dikembangkan oleh suatu negara kemudian di ekspor ke negara lain namun seiring berjalannya waktu negara lain juga mengembangkan kapabilitas produk dan produksinya secara internal. Jadi barang yang semula hasil ekspor kini bisa dihasilkan sendiri oleh suatu negara.

4. Teori Pendukung Factor

Teori perdagangan internasional berfokus pada perbedaan sumber daya dan faktor produksi masing-masing negara. Negara yang mengkhususkan diri pada produksi yang memanfaatkan faktor produksi yang relatif melimpah di negara tersebut. Misalkan saja negara dengan tenaga kerja yang melimpah akan cenderung mengkhususkan diri pada industri yang membutuhkan tenaga kerja yang intensif.

Contoh lainnya, misalnya di Australia melimpah dengan sumber daya alam rumput yang banyak sehingga berfokus pada peternakan kemudian hasil terkenalnya bisa daging atau susu di ekspor ke negara lainnya.

5. Teori Pertukaran Modal

Teori perdagangan internasional yang selanjutnya ini menyoroti pada pentingnya aliran modal internasional dalam menjelaskan pola perdagangan. Dalam teori ini disebutkan bahwa suatu negara akan mengekspor produk yang memanfaatkan modal yang melimpah dan mengimpor produk yang membutuhkan modal yang kurang tersedia di negara tersebut.

6. Teori Perdagangan Intra Industri

Terakhir adalah teori perdagangan internasional intra-industri. Dari teori ini dijelaskan bahwa perdagangan antar negara melibatkan pertukaran produk-produk yang sebenarnya sejenis. Contohnya saja dari negara A mengekspor mobil ke negara B, sedangkan negara B juga mengekspor mobil ke negara A. hal ini sangatlah wajar untuk menguntungkan kedua belah negara. Ini terjadi karena perbedaan preferensi konsumen, spesialisasi dan skala ekonomi serta inovasi.

Bisa jadi barang dari negara A sebenarnya sudah bagus namun ada konsumen yang membutuhkan barang negara B karena dinilai lebih murah. Sedangkan orang dari negara B menyukai produk dari negara A karena kualitasnya bagus meskipun harganya yang lebih mahal.

Itulah beberapa teori perdagangan internasional yang ada. Dari teori diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa tidak ada negara yang benar-benar bisa hidup sendiri tanpa bantuan (mengekspor barang) dari negara luar. Misalnya saja Indonesia yang mayoritas warganya muslim membutuhkan ekspor kurma dari Saudi Arabia karena kurma tidak tumbuh di Indonesia.

Berita Terkait

Prospek Kerja Lulusan Kriminologi di Indonesia yang Semakin Menjanjikan
Sekolah Aman Itu Wajib: Biar Belajar Nggak Pakai Rasa Takut
Tumbuh vs Berkembang: Beda Tipis, Maknanya Jauh
SP.datadik 101: Tutorial Akses Data Sekolah & Guru
Senam Biasa vs Senam Irama: Bedanya Apa Sih?
Kenalan Sama Bilangan Komposit Terkecil: Apa Jawabannya?
Begini Cara Sistem Pencernaan Mengolah Makanan
Literasi Digital di Era Sosmed: Biar Gak Mudah Kena Hoaks
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 23:51 WIB

Prospek Kerja Lulusan Kriminologi di Indonesia yang Semakin Menjanjikan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:04 WIB

Sekolah Aman Itu Wajib: Biar Belajar Nggak Pakai Rasa Takut

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:58 WIB

Tumbuh vs Berkembang: Beda Tipis, Maknanya Jauh

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:33 WIB

SP.datadik 101: Tutorial Akses Data Sekolah & Guru

Kamis, 29 Januari 2026 - 08:20 WIB

Senam Biasa vs Senam Irama: Bedanya Apa Sih?

Berita Terbaru