KOTAKU.ID – Berdasarkan pada amanat UU ASN terbaru, bahwa penataan pegawai non ASN atau guru honorer yang berada di lingkungan pemerintah wajib untuk segera dituntaskan paling lambat pada bulan Desember 2024.
Maka setiap sekolah negeri diminta untuk menyelesaikan permasalahan dari para tenaga honorer dengan mengangkatnya menjadi PPPK Guru dalam seleksi CASN (Calon Aparatur Sipil Negara) 2024 nanti.
Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Abdullah Azwar Anas menegaskan bahwa pendaftaran CASN 2024 akan segera dimulai setelah proses verval (verifikasi dan validasi) rincian formasi yang mana diajukan oleh instansi pemerintah
telah selesai dilaksanakan.
Perlu diketahui, penyusunan rincian formasi ASN pada tahun 2024 telah dimulai sejak pada tanggal 15-29 Maret 2024 dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 30 April 2024. Akan tetapi, masih didapati beberapa instansi yang masih belum menyelesaikan perincian usulan, terutama pada instansi dengan jumlah alokasi formasi cukup besar.
Formulasi ASN PPPK 2024
Oleh karena itu, Abdullah Azwar Anas menjelaskan bahwa pihak Kementerian PANRB bersama dengan BKN sedang merumuskan formulasi yang tepat guna mengakomodasi pengangkatan tenaga ASN PPPK. Adapun, formulasi yang dimaksudkan berdasarkan verval 6 kriteria dari BKN yakni sebagai berikut :
- Honorarium
- Surat Keputusan Pengangkatan dan Masa Kerja
- Usia
- Jabatan
- Tingkat Pendidikan
- SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak)
Alasan Guru Honorer di Sekolah Negeri Lebih Diutamakan
Berdasarkan hasil verval dari 6 kriteria di atas maka akan ditentukan PPPK termasuk PPPK penuh waktu atau paruh waktu. Selain itu, alasan guru honorer sekolah negeri lebih diutamakan dalam seleksi PPPK 2024 dibandingkan dengan guru honorer swasta, antara lain sebagai berikut :
1. Upaya pemerintah untuk mengatur tenaga honorer
Penataan pegawai honorer atau non ASN adalah amanat dari UU ASN terbaru sehingga pemerintah perlu menyelesaikan masalah guru honorer di dalam sekolah negeri dengan mengangkatnya untuk menjadi PPPK guru dalam seleksi CASN 2024.
2. Solusi mengatasi kekurangan guru
Adanya kekosongan guru yang berada di daerah, menyebabkan banyak satuan pendidikan yang melakukan rekrutmen guru honorer di sekolah-sekolah. Hal ini karena, rekrutmen PNS guru selama ini dilakukan secara terpusat dan banyak guru yang sudah pensiun dan pindah mengajar.
Oleh karena itu Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi merasa yakin bahwa melalui seleksi CASN 2024 pemenuhan guru berkualitas dalam satuan pendidikan atau sekolah negeri bisa terwujud.
3. Batas usia guru honorer sudah lewat
Pemerintah sebelumnya dikabarkan telah membuka formasi guru untuk seleksi CPNS pada tahun sebelumnya, namun yang menjadi kendala yaitu ada banyak guru honorer di sekolah negeri yang usianya telah melewati batas persyaratan pelamar sehingga tidak bisa lagi untuk mengikuti seleksi tersebut.
Maka dengan terbitnya aturan KepmenPAN RB nomor 173 tahun 2024, maka guru honorer yang tidak memenuhi syarat usia masih tetap bisa diangkat menjadi PPPK.
Kemenpan RB juga menegaskan bahwa formasi PPPK 2024 tahun ini diprioritaskan untuk eks THK II, non ASN yang terdata di dalam database BKN, dan non-ASN yang aktif bekerja di dalam instansi pemerintah termasuk juga dalam satuan pendidikan atau sekolah negeri.
Syarat Rekrutmen PPPK Guru
Berdasarkan 2 informasi yang beredar dari KemenPAN RB dan Kemdikbudristek, maka bisa diambil kesimpulan bahwa syarat utama untuk bisa daftar seleksi PPPK 2024 adalah sebagai berikut.
1. Syarat per status peserta
- Guru honorer sekolah negeri (telah terdaftar dan aktif di Dapodik)
- Guru honorer sekolah swasta (terdaftar dan aktif di Dapodik)
- Lulusan PPG (terdaftar di dalam database PPG Kemdikdbud, jika tidak terdaftar di Dapodik)
2. Tersedia sisa formasi PPPK guru 2024 sesuai dengan linieritas ijazah peserta
Simulasi Pengisian Formasi dengan Skala Prioritas
Ada beberapa skenario terkait dengan prioritas dan peluang bagi guru honorer untuk dapat diangkat menjadi PPPK 2024. Misalnya di kabupaten A mengusulkan formasi guru kelas yaitu sebanyak 50 formasi.
Sedangkan untuk di kabupaten tersebut ada 2 orang eks THK 2, 1 orang guru terdaftar di dalam database BKN dan 20 guru honorer di sekolah negeri. Dengan begitu dipastikan bahwa seluruh honorer yang berada di kabupaten tersebut bisa diangkat sebagai PPPK 2024.
Nah, untuk sisa 23 formasi guru kelas itulah yang nantinya akan diperebutkan untuk para pelamar umum yang terdiri atas guru honorer sekolah negeri, guru swasta dan lulusan PPG. Sedangkan untuk penentu kelulusan tetap berdasarkan pada peringkat terbaik seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
Contoh kedua, jika di kabupaten B mengusulkan mengusulkan sebanyak 10 formasi guru PAI.
Sementara di kabupaten tersebut tidak ada eks THK, 2 guru honorer terdaftar dalam database BKN dan 22 guru honorer sekolah negeri. Dengan demikian dipastikan bahwa pelamar umum untuk formasi guru PAI di daerah tidak dapat mendaftar dan mengikuti seleksi PPPK 2024.
Hal karena memang formasinya tidak tersedia atau hanya ada sebanyak 10 formasi guru PAI saja. Jangankan untuk pelamar umum bisa mendaftar, bahkan untuk guru honorer sekolah negeri saja dipastikan tidak semuanya akan lulus.
Kesimpulan
Itulah di atas pembahasan lengkap terkait alasan guru honorer di sekolah negeri lebih diprioritaskan dibandingkan dengan di sekolah swasta. Demikian pembahasannya, semoga informasi di atas bisa bermanfaat bagi Anda para calon pelamar PPPK!







