Kotaku
Beranda Pendidikan 11 Bahasa Daerah Punah, Kemendikbud Minta Guru Melakukan Revitalisasi Bahasa Dengan Cara Berikut

11 Bahasa Daerah Punah, Kemendikbud Minta Guru Melakukan Revitalisasi Bahasa Dengan Cara Berikut

Cokelat Krem Ilustratif Himbauan Penggunaan Bahasa Daerah Banner scaled

KOTAKU.ID – Bahasa daerah sering dianggap sepele, padahal bahasa daerah sama pentingnya dengan bahasa lainnya. Oleh karenanya Kementerian pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi mengharapkan guru aktif mendekatkan bahasa daerah kepada siswa agar siswa lebih dekat mengenal bahasa daerah masing-masing. Hal ini dilakukan dalam upaya revitalisasi bahasa daerah atau RBD.

Pada tahun 2022, Kemendikbud Ristek terdapat 11 bahasa daerah di Indonesia yang sudah penuh. Diantaranya adalah bahasa :

  1. Bahasa Mawes dari Papua.
  2. Bahasa Tandia dari Papua Barat.
  3. Bahasa Ternateno dari Maluku Utara.
  4. Bahasa Piru.
  5. Bahasa Kajeli atau Kayeli.
  6. Bahasa Moksela.
  7. Bahasa Hukumina.
  8. Bahasa Palumara.
  9. Bahasa Serua.
  10. Bahasa Nila.
  11. Bahasa Hoti.

Revitalisasi bahasa ini memiliki tujuan agar siswa sekolah bisa mencintai bahasa daerahnya dan terus melestarikannya dan mewariskannya kepada keturunan mereka. Lewat revitalisasi diharapkan tidak ada lagi bahasa daerah yang punah dan nilai-nilai kebahasaan bisa digunakan oleh generasi berikutnya.

Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud Ristek, M Abdul Khak menerangkan bahwa 11 bahasa daerah yang punah disebabkan oleh banyak hal, dan masing-masing penyebabnya berbeda-beda.

Dalam revitalisasi bahasa daerah peran guru sangatlah penting. Hal ini berkaitan agar tidak ada lagi bahasa daerah yang punah. Namun tentunya dengan catatan bagaimana revitalisasi ini tidak memberatkan peserta didik.

Bagaimana mendekatkan bahasa daerah kepada peserta didik namun mereka merasa senang? Tentunya ini menjadi tugas yang cukup berat bagi guru.

Contoh Revitalisasi Bahasa Daerah

Perlu diingat, bahwa cara mendekatkan siswa dengan bahasa daerah harus diawali dengan tumbuhnya rasa suka siswa terhadap bahasa daerah tersebut terlebih dahulu. Ada beberapa cara mendekatkan siswa dengan bahasa daerah yakni:

1. Lomba Pidato Bahasa Daerah

Setiap jenjang pendidikan biasanya di sekolah menengah pertama maupun sekolah menengan atas setiap kegiatan penilaian akhir semester tentunya ada classmeeting. Nah berbagai perlombaan ada di kegiatan class meeting tersebut.

Untuk mendekatkan bahasa daerah dengan peserta didik, guru selaku kesiswaan bisa memberikan lomba pidato bahasa daerah. Cara ini membuat siswa memikirkan bagaimana cara membuat pidato yang bagus menggunakan bahasa daerahnya. Nantinya mereka akan menghafalkan dan mengenal bahasa daerahnya masing-masing yang mungkin selama ini asing.

2. Lomba Menulis Cerita Pendek Menggunakan Bahasa Daerah

Selain pidato anda juga bisa memberikan pendekatan mengenalkan bahasa daerah kepada siswa lewat lomba atau tugas menulis cerita pendek menggunakan bahasa daerah. Tugas yang diberikan jangan terlalu sulit, cukup minta siswa membuat cerita pendek berisikan cerita sehari-hari menggunakan bahasa masing-masing.

3. Teater Bahasa Daerah

Selanjutnya, guru bisa memberikan tantangan pada tugas seni budaya atau lomba classmeeting yakni teater bahasa daerah. Cerita yang diangkat bebas namun dialognya menggunakan bahasa daerah masing-masing. Menarik bukan?

Semua ide diatas, akan lebih maksimal jika ada mulok bahasa daerah dimana ada guru yang mengajarkannya.

Sedangkan, faktor penyebab beberapa bahasa daerah punah salah satunya adalah dampak pesatnya modernisasi dan perkembangan budaya asing yang masuk ke Indonesia.

Sangat penting guru ikut membiasakan peserta didik untuk berbicara bahasa daerah ketika di sekolahan. Meskipun terlihat sederhana namun cara ini memiliki dampak yang cukup besar.

Disclaimer : “Jangan lewatkan informasi terbaru seputar dunia pendidikan dan informasi CPNS dan PPPK dengan bergabung di channel telegram kami. Klik LINK BERIKUT dan pilih join” 

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan