Sholat jenazah merupakan ibadah fardu kifayah yang wajib dipahami oleh setiap muslim. Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk doa dan penghormatan terakhir kepada orang yang telah meninggal dunia. Meskipun terlihat sederhana karena tanpa rukuk dan sujud, sholat jenazah memiliki urutan dan bacaan khusus yang perlu diperhatikan agar pelaksanaannya sah dan khusyuk.
Secara umum, sholat jenazah dilaksanakan dalam keadaan berdiri bagi yang mampu dan berfokus pada rangkaian doa. Sebelum memulai, jamaah harus memastikan diri dalam keadaan suci, menutup aurat, serta menghadap kiblat. Jenazah diletakkan di depan jamaah, dengan posisi imam menyesuaikan jenis kelamin jenazah, yaitu sejajar kepala untuk jenazah laki-laki dan sejajar bagian tengah tubuh untuk jenazah perempuan.
Berikut poin-poin urutan tutorial sholat jenazah yang dapat dijadikan panduan praktis:
- Berdiri dan Niat
Sholat jenazah dimulai dengan berdiri tegak bagi yang mampu. Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbir pertama, sesuai dengan jenis kelamin jenazah dan posisi sebagai imam atau makmum. - Takbir Pertama dan Membaca Al-Fatihah
Setelah niat, lakukan takbir pertama dengan mengangkat tangan. Bacaan yang dibaca setelahnya adalah surat Al-Fatihah secara lengkap dan khusyuk, tanpa menambahkan surat pendek lainnya. - Takbir Kedua dan Membaca Shalawat
Lakukan takbir kedua, kemudian membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana shalawat yang dibaca dalam tasyahud akhir. Shalawat ini menjadi pengantar doa agar lebih sempurna. - Takbir Ketiga dan Membaca Doa untuk Jenazah
Pada takbir ketiga, dibacakan doa khusus untuk jenazah. Doa ini berisi permohonan ampunan dosa, rahmat, kelapangan kubur, dan keselamatan bagi jenazah. Bacaan doa dapat disesuaikan dengan hafalan yang dimiliki, selama maknanya memohon kebaikan untuk jenazah. - Takbir Keempat dan Doa Penutup
Setelah takbir keempat, dibacakan doa penutup yang berisi permohonan agar orang-orang yang masih hidup diberi kesabaran, keteguhan iman, dan tidak tersesat setelah ditinggal oleh jenazah. - Salam
Sholat jenazah diakhiri dengan salam. Salam dapat dilakukan satu kali ke kanan atau dua kali ke kanan dan kiri, sesuai dengan kebiasaan yang berlaku.
Sholat jenazah dapat dilaksanakan di masjid, rumah duka, rumah sakit, maupun di area pemakaman sebelum proses penguburan. Dalam kondisi tertentu, sholat jenazah gaib juga diperbolehkan apabila jenazah berada di tempat yang jauh dan tidak memungkinkan untuk dishalatkan secara langsung.
Sebagai penutup, memahami urutan sholat jenazah secara sistematis akan membantu umat Islam melaksanakan ibadah ini dengan lebih percaya diri dan khusyuk. Di balik rangkaian takbir dan doa yang singkat, sholat jenazah mengandung makna mendalam tentang kepedulian, persaudaraan, dan pengingat bahwa setiap manusia pasti akan kembali kepada Allah SWT. Dengan panduan ini, diharapkan tidak ada lagi rasa ragu ketika tiba saatnya ikut mendoakan mereka yang telah berpulang.






