Suasana rumah duka di salah satu rumah sakit di Jakarta menjadi perhatian publik setelah kemunculan Fujianti Utami Putri. Kehadirannya diketahui saat ia datang untuk melayat ke rumah duka selebgram Lula Lahfah yang meninggal dunia. Tanpa pengawalan berlebihan dan tanpa sorotan kamera yang mencolok, Fuji hadir dengan sikap tenang dan penuh empati, menyesuaikan diri dengan suasana duka yang menyelimuti lokasi.
Fuji terlihat datang dengan penampilan sederhana, menunjukkan rasa hormat kepada keluarga almarhumah Lula Lahfah. Ia tidak banyak berbicara dan memilih untuk langsung memasuki area rumah duka, menyampaikan belasungkawa secara pribadi. Kehadirannya dinilai sebagai bentuk dukungan moral dan empati yang tulus, bukan sekadar kewajiban sosial sebagai figur publik yang dikenal luas.
Kehadiran Fuji di rumah duka Lula Lahfah dengan cepat menyebar di media sosial. Beberapa orang yang berada di lokasi menyebut bahwa Fuji menjaga sikap dan tidak menunjukkan gestur berlebihan. Ia tampak fokus memberikan penghormatan terakhir, mencerminkan kepedulian personal terhadap kepergian Lula yang dikenal sebagai selebgram dengan basis pengikut yang besar dan pengaruh yang kuat di media sosial.
Rumah duka tersebut menjadi ruang pertemuan antara duka keluarga, kerabat, dan sejumlah tokoh yang datang memberikan penghormatan. Dalam suasana yang hening dan penuh emosi itu, kehadiran Fuji memberi kesan mendalam bagi banyak pihak. Ia tidak mengambil peran sebagai pusat perhatian, melainkan membaur sebagai pelayat yang turut merasakan kehilangan atas kepergian Lula Lahfah.
Respons publik terhadap kemunculan Fuji sebagian besar bernada positif. Banyak warganet mengapresiasi sikapnya yang menjaga etika di ruang duka dan tidak mengekspos momen sensitif tersebut ke media sosial pribadinya. Di tengah budaya digital yang sering kali menampilkan segala hal secara terbuka, pilihan untuk menjaga privasi dan kesakralan suasana duka dinilai sebagai sikap yang dewasa dan berempati.
Lula Lahfah sendiri dikenal sebagai selebgram yang aktif membagikan keseharian dan memiliki kedekatan emosional dengan para pengikutnya. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga bagi banyak orang yang mengenalnya melalui layar. Kehadiran figur publik seperti Fuji di rumah duka tersebut memperlihatkan adanya solidaritas dan rasa kemanusiaan yang melampaui batas popularitas.
Momen ini kembali menegaskan bahwa di balik sorotan dunia hiburan dan media sosial, nilai empati dan kepedulian tetap memiliki tempat yang penting. Kehadiran Fuji di rumah duka Lula Lahfah bukan tentang tampil atau dilihat, melainkan tentang hadir secara manusiawi di saat yang paling sunyi.
Sebagai penutup, kemunculan Fujianti Utami Putri di rumah duka selebgram Lula Lahfah menjadi pengingat bahwa rasa hormat dan empati tidak selalu harus ditunjukkan dengan kata-kata atau unggahan. Dalam keheningan rumah duka rumah sakit Jakarta, kehadiran yang tulus justru menjadi bentuk dukungan paling berarti bagi mereka yang sedang berduka.






