7 Resiko Yang Dihadapi Pelaku UMKM – Pemula Wajib Tahu Agar Bisa Mencari Solusinya – Bisnis UMKM memang sedang trend dan berkembang di Indonesia, salah satu alasannya karena banyak yang beranggapan bahwa bisnis ini mudah dijalankan dan tidak membutuhkan modal yang besar. Namun tidak banyak yang tahu bahwa ternyata ada banyak resiko yang dihadapi pelaku UMKM agar bisnisnya bisa terus eksis dan berjuang dengan arus zaman.
Bagi yang ingin ikut terjun sebagai pelaku UMKM harus mengetahui apa saja potensi-potensi masalah yang bisa terjadi bahkan bisa membuat kerugian usaha. Setidaknya ada sejumlah risiko yang harus diketahui dan diwaspadai bagi para pelaku UMKM, diantaranya adalah:
1. Resiko Dari Peraturan yang Berlaku

Resiko yang dihadapi pelaku UMKM pertama adalah adanya peraturan yang ditetapkan pemerintah secara luas dan sangat mengikat. Peraturan yang dibuat seperti peraturan tentang perpajakan dan peraturan tentang operasional bisnis memiliki dampak signifikan bagi perusahaan besar. Sayangnya peraturan ini juga berlaku bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.
Ketika anda terjun di bisnis UMKM maka anda harus siap dengan bisnis anda terpengaruh dan harus mengikuti peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karenanya sebelum menjalankan bisnis UMKM ada baiknya anda harus mencari tahu terlebih dahulu seperti apa peraturan tersebut dan bagaimana mengatasinya, agar nantinya tidak mengalami kendala.
Sebagai contoh peraturan yang mengikat, jika anda memproduksi produk untuk dikonsumsi baik makanan atau obat-obatan maka anda tidak bisa memasarkannya secara langsung dan bebas. Anda terlebih dahulu harus mendapatkan izin BPOM dan izin dari Departemen Kesehatan untuk mendistribusikan.
2. Resiko Akibat Keterbatasan Modal
Usaha UMKM digolongkan berdasarkan jumlah aset dan keuntungannya. Jika dibandingkan dengan perusahaan besar, maka pelaku UMKM memiliki modal yang jauh lebih kecil. Meskipun begitu semua pelaku UMKM tentunya memiliki ambisi untuk mengembangkan usahanya, mereka biasanya akan mengambil strategi bisnis dengan skala yang besar tanpa memperhitungkan kemampuannya.
Jika tanpa perhitungan yang matang, maka bisnis UMKM bisa mengalami kerugian karena pendapatan bisnis dan modal yang dimiliki tidak bisa menutup besarnya biaya yang dikeluarkan untuk mengimplementasikan strategi tadi. Oleh karenanya, pelaku bisnis UMKM tidak bisa melakukan pertimbangan hanya dengan perkiraan saja, harus ada perhitungan pasti dalam menjalankan bisnisnya.
Pelaku UMKM harus bisa mengukur sejauh mana kemampuan yang dimiliki bisnisnya dan bagaimana proyeksi pendapatan yang diperoleh ketika memilih suatu strategi. Kemudian jangan terlalu berambisi, bisnis harus dijalankan dengan perlahan dan sabar karena tidak ada strategi agar bisnis langsung besar dan sukses.
3. Resiko Yang Muncul Dari Persaingan Bisnis
Bagi pelaku UMKM yang memilih bidang usaha yangs edang tren saat ini tentunya mengahdapi resiko adanya persaingan dari pihak kompetitor lainnya. Ketika anda memilih bidang usaha yang banyak diminati, pastinya ada juga pesaing bisnis yang memilih bidang serupa.
Memilih bisnis tertentu yang sedang hits saat ini dan ikut-ikutan belaka bukanlah strategi bisnis yang baik, harus diimbangi dengan perencanaan yang matang dan baik. Jika anda berada di posisi ini, maka anda harus menghadirkan inovasi dan kreativitas yang lebih dari kompetitor di bidang tersebut. Tidak tidak, maka anda harus bersiap-siap jika pelanggan lebih melirik produk atau jasa dari kompetitor lain dibandingkan dengan bisnis anda meskipun keduanya memilih produk yang sama.
4. Resiko Arena Memilih Strategi Bisnis

Resiko yang dihadapi pelaku UMKM selanjutnya berasal dari pemilihan strategi bisnis yang kurang tepat. Bagi pelaku pemula di bidang UMKM tetu belum memilih peta dan pandangan akan menggunakan strategi apa dalam menjalankan bisnisnya. Strategi tersebut terdiri dari struktur bisnis, target pasar yang diincar, strategi penjualan dan pemasaran, strategi produksi yang efektif dan masih banyak lagi yang lainnya.
Ketika anda sudah mendapatkan satu strategi yang dirasa cocok, maka strategi tersebut tidak bisa digunakan selamanya. Karena bisnis terus bertumbuh dan berubah sehingga anda pun harus mencari inovasi terkait strategi tersebut. Belum lagi ketika pesaing menawarkan layanan dan produk serupa, maka anda tidak bisa bertahan dengan strategi yang ada.
Oleh karena, pelaku UMKM tidak hanya bertanggung jawab mempersiapkan strategi namun juga harus melakukan penelitian dan perencanaan yang matang dari strategi yang dipilihnya. Anda bisa melakukan brainstorming resiko dan prioritas bisnis sehingga bisa menentukan langkah apa yang harus dilakukan untuk mengatasi setiap resiko bisnis yang ada.
5. Resiko Akibat Reputasi Bisnis
Reputasi bisnis adalah resiko yang dihadapi pelaku UMKM namun sering terabaikan. Padahal rupat business yang baik menjadi aset yang penting dalam menjalankan suatu bisnis. Terlebih bagi bisnis UMKM yang baru emngembangkan bisnisnya, perlu meciptakan reuptasi yang baik agar bisnisnya bisa tumbuh dan berkembang.
Contohnya, ketika ada pelanggan mendengar atau mengetahui hal buruk dari bisnis anda, maka mereka tidak mau membeli kembali produk atau jasa yang anda tawarkan. Lebih parahnya lagi ketika pelanggan tersebut membicarakan hal buruk dari bisnis anda kepada teman atau orang terdekatnya, sehingga semakin banyak orang yang tidak percaya dan tidak mau membeli produk anda.
Bagaimana cara menaikan reputasi bisnis ? anda bisa menggunakan teknologi dan social media untuk menaikan reputasi tersebut. Namun anda juga harus hati-hati dalam membuat content di dalamnya, karena jika tidak hati-hati bisa jadi menjadi boomerang bagi bisnis anda karena saat ini suatu topic sanglah mudah menjadi viral.
6. Resiko Yang Bersumber Dari SDM

Kemudian resiko yang dihadapi pelaku UMKM yang bersumber dari SDM atau sumber daya manusianya yang ada. Apakah UMKM yang anda jalankan bisa auto pilot atau harus ada anda yang terjun langsung di dalamnya? Jika bisnis bisa dijalankan oleh salah satu karyawan yang terampil, bagaimana jika karyawan tersebut resign? Tentunya anda harus repot mencari karyawan baru lagi dan mengajarinya agar bisa ahli.
7. Resiko Yang Muncul Di Pasar
Resiko yang dihadapi pelaku UMKM yang terakhir adalah bersumber dari pasar. Apakah produk yang anda tawarkan bisa diterima dengan baik di pasaran? Apakah sudah ada produk terdahulu yang mendominasi pasar? Belum lagi seberapa tahan produk anda di pasaran? Ini semua harus diperhatikan, untuk pemula lebih baik memilih produk yang bisa bertahan lama dan tidak membutuhkan waktu yang singkat untuk di restock.
Itulah 7 resiko yang dihadapi pelaku UMKM dan harus dipikirkan serta dipertimbangkan sebelum menjalankan bisnis. Dengan membaca artikel ini dihadapkan anda memiliki gambaran apa saja resiko yang akan anda hadapi ketika memulai bisnis UMKM dan merancang strategi untuk mengatasinya.






