Kotaku
Home Pendidikan Untuk Guru Lengkap! Ini Rangkuman Modul 1.4 Budaya Positif untuk Guru Penggerak

Lengkap! Ini Rangkuman Modul 1.4 Budaya Positif untuk Guru Penggerak

Lengkap Ini Rangkuman Modul 1.4 Budaya Positif untuk Guru Penggerak

Kotaku.id – Dibawah ini merupakan penjelasan lengkap mengenai Rangkuman Modul 1.4 Budaya Positif untuk Guru Penggerak. Dalam proses perjalanan Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP), Modul 1.4 “Budaya Positif” diketahui menjadi gerbang menuju transformasi sekolah.

Modul ini akan mengajak para calon Guru Penggerak (CGP) untuk bis beralih dari perspektif “pengontrol” menjadi “fasilitator” yakni dalam membangun iklim belajar secara positif dan berpihak kepada murid.

Bukan hanya teori, modul ini akan membekali Calon Guru Penggerak dengan strategi aksi nyata secara efektif untuk bisa diterapkan di sekolah masing-masing.

Nah, berikut ini merupakan penjelasan lengkap mengenai Rangkuman Modul 1.4 Budaya Positif untuk Guru Penggerak.

Menyelami Filosofi Segitiga Restitusi

Modul 1.4 diketahui dibuka dengan menggali filosofi Segitiga Restitusi yakni merupakan sebuah kerangka berpikir yang berperan menjadi dasar budaya positif.

Segitiga ini terdiri atas tiga elemen utama diantaranya adalah Keyakinan Kelas, Kebutuhan Dasar Manusia, serta Strategi Disiplin Positif.

Keyakinan Kelas merupakan nilai dan prinsip yang akan ditumbuhkan dalam komunitas sekolah. Kebutuhan Dasar Manusia adalah hal yang diperlukan oleh setiap individu untuk bisa bertumbuh dan berkembang.

Strategi Disiplin Positif merupakan suatu metode untuk bisa memenuhi kebutuhan dasar murid tanpa ada hukuman dan penghargaan yang bersifat eksternal.

Dengan Anda memahami Segitiga Restitusi, Calon Guru Penggerak bisa melihat perilaku murid bukan hanya sebagai masalah yang harus dikendalikan, melainkan sebagai bentuk atas komunikasi kebutuhan yang masih belum terpenuhi. Fokusnya akan bergeser dari “menghukum” menjadi “memulihkan” serta “mengembangkan”.

Menumbuhkan Keyakinan Kelas yang Berpihak pada Murid

Modul ini diketahui menggali bertapa pentingnya merumuskan Keyakinan Kelas bersama dengan seluruh warga sekolah.

Keyakinan ini bukan hanya sekadar slogan, namun melainkan nilai-nilai yang diinternalisasi dan dipraktikkan dalam keseharian.

Calon Guru Penggerak diajak untuk memfasilitasi proses diskusi serta refleksi bersama untuk bisa menemukan nilai yang merefleksikan identitas sekolah.

Ada beberapa contoh Keyakinan Kelas yang berpihak kepada murid antara lain adalah “Setiap murid berhak untuk belajar dan berkembang”, “Kesalahan merupakan kesempatan belajar”, “Hubungan positif merupakan dasar untuk belajar”, dan “Kita bertanggung jawab penuh atas lingkungan belajar bersama“.

Keyakinan ini diketahui menjadi kompas yang akan mengarahkan perilaku dan pengambilan keputusan semua anggota komunitas sekolah.

Menstrategi Disiplin Positif: Tanpa Hukuman dan Tanpa Penghargaan Eksternal

Modul 1.4 mendekonstruksi konsep “disiplin” tradisional yang sering berbasis hukuman dan kontrol ekstern. Calon Guru Penggerak akan belajar mengenai Strategi Disiplin Positif, pendekatan yang akan berfokus pada memenuhi kebutuhan dasar atas murid dan mengembangkan keterampilan sosial dan emosional mereka.

Adapun, beberapa strategi yang dipelajari antara lain adalah “Hati yang Hangat dan Tegas“, “Segitiga Restitusi“, “Restorative Practices“, serta “Penguatan Positif“.

Strategi ini memiliki tujuan untuk membantu murid agar mengenali kebutuhan mereka, mengembangkan keterampilan regulasi diri, serta membuat keputusan dengan bertanggung jawab.

Aksi Nyata: Mewujudkan Budaya Positif di Lingkungan Sekolah

Modul ini diketahui tidak hanya menjelaskan teori, akan tetapi membekali Calon Guru Penggerak dengan keterampilan untuk mempraktikkan budaya positif di lingkungan sekolah. Calon Guru Penggerak akan diajak untuk merancang Aksi Nyata yakni sebuah proyek nyata yang nantinya akan diterapkan di sekolah masing-masing.

Contoh Aksi Nyata yang bisa dilakukan antara lain adalah sebagai berikut:

  • Memfasilitasi pembuatan Keyakinan Kelas bersama dengan warga sekolah.
  • Membangun sistem “Restorative Practices” untuk bisa menyelesaikan konflik antar-murid.
  • Mengimplementasikan strategi “Hati yang Hangat dan Tegas” di lingkungan kelas.
  • Mengadakan kegiatan yang mempromosikan nilai Keyakinan dalam Kelas.
  • Membagikan praktik terbaik budaya positif bersama dengan rekan guru lainnya.

Lewat Aksi Nyata, Calon Guru Penggerak bisa mulai merasakan dampak nyata dari adanya budaya positif. Murid akan menjadi lebih mandiri, bertanggung jawab, dan mempunyai motivasi belajar tinggi. Hubungan antar-warga sekolah juga menjadi lebih positif dan kolaboratif.

Sekolah juga mulai bertransformasi menjadi tempat aman, menyenangkan, serta berpihak pada murid.

Rangkuman Modul 1.4 “Budaya Positif” ini hanya berperan sebagai satu langkah dalam perjalanan panjang transformasi sekolah.

Akan tetapi, langkah awal ini sangat fundamental. Dengan CGP menggali filosofi Segitiga Restitusi, merumuskan Keyakinan Kelas, serta mempraktikkan strategi Disiplin Positif. Para Calon Guru Penggerak mempunyai bekal kuat untuk membangun sekolah impian. Yang mana setiap murid bisa belajar, bertumbuh, dan berkembang secara optimal.

Ulasan diatas penjelasan lengkap mengenai Rangkuman Modul 1.4 Budaya Positif untuk Guru Penggerak. Untuk bisa mendapatkan pemahaman secara menyeluruh. Diharapkan para Calon Guru Penggerak untuk mempelajari rangkuman modul secara keseluruhan.

Demikian pembahasan kali ini, semoga informasi diatas bisa bermanfaat dan membantu para Calon Guru Penggerak!

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad