KOTAKU.ID – Pasar investasi saat ini sedang lesu karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada tahun 2024 ini kembali anjlok di bawah level 7.000. Kondisi kinerja pasar saham dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) yang masih terpuruk sampai dengan Juni 2024 ini menunjukkan, harga saham secara umum cenderung mengalami penurunan secara.
“Dalam situasi seperti sekarang ini investor disarankan untuk mencari alternatif pilihan investasi yang lebih stabil atau berpotensi memberikan keuntungan dengan lebih baik,” ucap Fund Growth Specialist PT Indo Premier Sekuritas, Muhammad Arie Fadhlillah dalam keterangan resminya, dikutip pada Sabtu (29/6/2024).
Ia menambahkan, dalam kondisi saat ini pelaku pasar khususnya big player juga cenderung mengamankan aset kepada instrumen lebih konservatif dibandingkan dengan saham yang relatif agresif.
Sebelum mengetahui lebih lanjut terkait tips investasi saat pasar lesu, ada baiknya Anda mengetahui investasi secara lebih jauh. Berikut ini merupakan penjelasannya.
Mengenal Investasi Secara Mendalam
Seperti yang telah disebutkan di atas, investasi merupakan cara untuk dapat meningkatkan jumlah uang dan aset yang Anda punya saat ini. Berbeda konsepnya jika Anda bermaksud untuk mengumpulkan lebih banyak uang dibandingkan dengan keuntungan di masa depan untuk dapat mencapai tujuan tertentu. Dari definisi OJK terkait investasi yaitu berkaitan dengan jangka panjang untuk dapat meningkatkan aset secara lengkap atau mendapatkan saham atau surat berharga lainnya.
Investasi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kekayaan Anda dengan sedikit usaha. Yang penting yaitu saat Anda berinvestasi, yang harus Anda lakukan adalah berinvestasi dan menunggu uang Anda tumbuh. Jadi jangan heran apabila Anda sebagai investor mengatakan mereka menghasilkan uang bahkan jika mereka tertidur.
Manfaat Investasi

1. Menambah Sumber Pemasukan
Investasi secara tidak langsung memberikan sumber pendapatan tambahan. Oleh sebab itu, disarankan untuk menyisihkan sebagian dari gaji Anda untuk investasi bulanan Anda agar gaji bulanan Anda saat bekerja.
2. Melawan Inflasi
Inflasi terjadi pada setiap tahun dan nilai mata uangnya menurun. Tanpa adanya investasi, nilai uang Anda akan tergerus setiap tahun. Oleh sebab itu, penting untuk mencari investasi yang mempunyai return lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi.
3. Meningkatkan Kekayaan Atau Set
Hal ini bisa diterapkan kepada investasi real estate, tanah, apartemen serta pembelian rumah, yang nantinya akan meningkatkan harga di masa depan. Namun, pendapatan nilai tidak bisa dicapai dalam waktu singkat dan memerlukan banyak waktu dan kesabaran.
4. Mencapai Tujuan Finansial Yang Lebih Cepat
Jika Anda dapat menabung hanya dengan 1 juta rupiah per bulan, hal itu akan memakan waktu lebih dari 8 tahun. Akan tetapi, jika Anda berinvestasi dengan pengembalian tahunan rata-rata 12%, Anda dapat mencapai tujuan tersebut dalam waktu 6 tahun.
5. Gaya hidup sederhana Atau Hemat
Dengan danya investasi, seseorang berusaha hidup sederhana agar tetap berinvestasi dan pada akhirnya akan menghindari membeli sesuatu yang kurang penting serta lebih ekonomis.
6. Memenuhi Kebutuhan Di Masa Depan
Dengan banyaknya kebutuhan yang tidak terduga di masa depan, sangat cocok untuk berinvestasi untuk memenuhi kebutuhan yang menunjang masa depan. Berinvestasi di masa sekarang memiliki tujuan untuk mendukung dan mempertahankan kehidupan di masa depan seiring dengan meningkatnya nilai.
Tips Investasi Saat Pasar Lesu

Diketahui, ada sejumlah cara investasi yang dapat dilakukan saat pasar sedang lesu seperti sekarang. Yuk langsung saja simak ulasannya berikut ini!
1. Lakukan Diversifikasi portofolio
Diversifikasi portofolio dapat menjadi strategi untuk dapat mengurangi risiko investasi pada saat kondisi pasar sedang limbung seperti saat ini. Caranya, Anda bisa mengalokasikan investasi ke berbagai macam jenis aset atau instrumen keuangan yang berbeda. Tujuannya yakni untuk menghindari konsentrasi risiko dalam satu jenis investasi saja.
2. Memilih reksa dana
Reksa dana dapat dijadikan sebagai instrumen investasi yang patut Anda pertimbangkan sebagai alternatif selain saham. Reksa dana menyajikan stabilitas atau potensi keuntungan yang lebih baik ketika pasar saham anjlok.
Di antara jenis reksa dana, Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) serta Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) menjadi pilihan yang populer. Salah satu platform online yang mampu menjajakan beragam RDPU dan RDPT yang dapat disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor yaitu IPOT Fund milik Indo Premier Sekuritas.
3. Melakukan Analisis fundamental
Tips yang selanjutnya yaitu dengan melakukan analisis fundamental kepada instrumen investasi yang sudah Anda pilih. Sebelum itu, pastikan Anda telah memahami risiko, potensi pengembalian serta faktor ekonomi dan pasar yang bisa memengaruhi investasi tersebut.
4. Melakukan Konsultasi dengan ahli
Mendapatkan saran dari ahli keuangan ataupun konsultan investasi merupakan langkah yang sangat bijak saat sedang mempertimbangkan strategi investasi. Hal ini karena ahli keuangan atau konsultan investasi mempunyai pengetahuan secara mendalam tentang pasar keuangan, produk investasi, serta strategi investasi yang beragam.
5. Evaluasi reguler
Anda juga perlu memahami bahwa pasar keuangan bisa mengalami perubahan cepat dan tidak terduga.
Kesimpulan
Oleh sebab itu, melalui pemantauan rutin, investor bisa mengidentifikasi perubahan tren, volatilitas pasar, beserta faktor-faktor makro ekonomi yang nantinya dapat memengaruhi performa investasi serta dapat menyesuaikan strategi investasi untuk dapat memaksimalkan potensi keuntungan.









