KOTAKU.ID – Bagi tenaga honorer atau non ASN, ada kabar yang tidak mengenakkan kembali menyapa jelang pendaftaran PPPK 2024 atau seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.
Pasalnya, kabar ini bisa menjadi penghalang untuk tenaga honorer dalam proses pengangkatan sebagai pegawai pemeritah dengan perjanjian kerja 2024. Adapun, kabar tersebut datang dari anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus saat pelaksanaan rapat dengar pendapat (RDP), pada Rabu 19 Juni 2024.
3 Juta Honorer Tidak Terdata KemenPANRB
Yang ikut dalam RDP tersebut antara lain ada Dewan Pengurus Nasional FKHN, DPP Aliansi Honorer Nasional, dan Solidaritas Wiyata Bakti Nasional Indonesia Guspardi menduga, bahwa setidaknya ada sekitar tiga juta honorer atau non ASN yang tidak terdaftar di data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB). Ironisnya, mereka ini adalah tenaga honorer yang telah bekerja lebih dari lima tahun.
“Yang jadi persoalan adalah, orang (honorer) yang bekerja lima tahun setelah terus-menerus, tetapi dia tidak termasuk pada update data (KemenPAN RB),” tegas dia, pada Kamis 20 Juni 2024.
Politikus yang berasal dari Sumatera Barat itu juga mengungkap bahwa hal ini pun sudah berkali-kali ia ingatkan kepada pihak KemenPAN RB.
“Di luar 2,3 juta (honorer) ini masih ada diduga jumlahnya yang tidak terdata itu adalah sebanyak tiga juta orang,” tegasnya.
Nasib 3 Juta Honorer yang Tidak Terdata Diusahakan Diangkat Jadi ASN
Pemerintah tidak boleh menutup mata terkait masalah ini. Adanya tiga juga honorer yang tidak terdata tersebut tetap harus diutamakan untuk diangkat menjadi ASN pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK 2024.
“Bagaimana menyelesaikan yang 2,3 juta menjadi ASN sesuai dengan surat edaran dari KemenPAN RB yang sudah ter-update data. Itu solusi yang disampaikan dulu,” tegas dia.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini diketahui meminta stakeholder yang terlibat di dalam pengangkatan tenaga honorer harus profesional dan tidak boleh zalim.
“Tentu yang ter-update data yang pertama dulu Kita (proses), juga tidak boleh zalim Karena memang ini yang bapak-bapak yang tidak ter-update data kena dizalimi juga oleh orang-orang yang bekerja di Kabupaten/Kota,” tegasnya.
Di sisi lain, Badan Kepegawaian Negara (BKN) sampai dengan saat ini juga belum menuntaskan proses validasi formasi CASN 2024. Karena, pengumuman penetapan formasi hanya dapat dilakukan tepatnya setelah proses validasi di BKN selesai dilakukan.
Dari hasil validasi tersebut, nantinya akan diserahkan kepada KemenPAN RB untuk dilakukan pengumuman penetapan formasi. Sekaligus untuk dapat memulai tahapan seleksi CASN 2024.
Berdasarkan pada keterangan Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN, Suharmen, ada beberapa penyebab yang mengakibatkan kelemotan tersebut. Yakni salah satunya belum selesai proses penyusunan peta jabatan oleh instansi pemerintah, baik di kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.
“Kalau ditanya kendalanya, kan dalam proses pendetailan formasi sekarang mereka (instansi pemerintah) harus mampu menyusun peta jabatan dulu,” tegas Suharmen.
“Nah, peta jabatannya kalau rumpun jabatannya enggak matching maka pada saat dia detailkan formasi gak ketemu,” tambah dia.
Suharmen juga mengungkap, untuk detil jabatan sejatinya jauh lebih mudah untuk dilakukan.
“Tapi yang sulit adalah menyusun peta jabatannya untuk masing-masing unit organisasinya,” tegas dia.
Seleksi CASN Kembali Mundur?
Jika dilihat di sisi lain, Sekretaris KemenPAN RB, Rini Widyantini mengungkap, bahwa kemungkinan seleksi CASN 2024 akan mundur. Dari seharusnya yang akan dilaksanakan pada akhir bulan Juni 2024, menjadi bulan Juli 2024.
Rini menyebutkan, bahwa penyebab tidak lain adalah karena proses penuntasan formasi PPPK 2024 dan formasi CPNS 2024.
“Kita sih mintanya Juni harusnya sudah selesai (penetapan formasi), supaya Juli bisa (pembukaan pendaftaran),” tegas Rini usai Raker bersama dengan Komisi II DPR RI, di Senayan, dikutip Rabu 19 Juni 2024.
Rini juga mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui persis kapan pendaftaran bisa dibuka.
“Belum tahu kapan (tanggal pasti pendaftaran), masih nunggu penetapan dari Pak Menteri (MenPAN RB),” tegas dia.
Skema Pengangkatan Honorer 2024
- Skema Pemeringkatan. Adapun, kategori prioritaslah yang akan diuntungkan dengan adanya skema pemeringkatan dalam pengangkatan tenaga honorer jadi PPPK 2024. Jadi dengan adanya pemeringkatan, honorer yang lolos validasi dokumen maupun persyaratan administrasi, selanjutnya akan masuk ke platform khusus untuk dipantau kinerjanya.
- Skema prioritas Masa Kerja dan Usia. Pemerintah tentunya sangat mengutamakan tenaga dengan masa kerja paling lama dibandingkan yang lainnya, hal ini memang harus diselesaikan agar tidak merugikan Negara.
- Skema SPTJM dan Verval Data. Berdasarkan pada informasi yang diberikan, ada beberapa rencana pemerintah Indonesia untuk mengangkat para tenaga honorer agar menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) secara keseluruhan.
- Rincian Formasi CPNS 2024. Dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Jumat, 5 Januari 2024, Presiden Joko Widodo mengumumkan jika pemerintah akan membuka rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) untuk sebanyak 2,3 juta formasi di tahun 2024. Dari jumlah tersebut, 690 ribu formasi CPNS dikhususkan bagi lulusan baru atau fresh graduate.
Kesimpulan
Itulah di atas pembahasan lengkap mengenai sebanyak 3 juta honorer belum terdata KemenPANRB lengkap dengan skema pengangkatan honorer 2024. Demikian pembahasan kali ini, semoga informasi yang disampaikan di atas bermanfaat dan membantu Anda para tenaga honorer.







