Kotaku
Home Cpns dan PPPK Sabar Ya! Ini Penyebab Peserta Nilai Tinggi Tidak Lulus PPPK Guru 2023

Sabar Ya! Ini Penyebab Peserta Nilai Tinggi Tidak Lulus PPPK Guru 2023

Sabar Ya Ini Penyebab Peserta Nilai Tinggi Tidak Lulus PPPK Guru 2023

KotakuID – Penentuan kelulusan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara PPPK guru 2023, ternyata tidak sama dengan pedoman yang terjadi dalam penyelenggara tes tahun sebelumnya.

Adapun, pada seleksi CASN PPPK 2023 penentuan kelulusan serta penempatan nantinya akan dipengaruhi oleh jumlah kebutuhan dan pelamar yang akan ikut serta dalam tes CAT BKN.

Di dalam seleksi CASN PPPK guru 2023 yang diikuti oleh kebutuhan khusus dan umum, sehingga, jika disekolah tersebut tidak ada formasi, maka mereka nantinya akan bersaing dan ditempatkan di dalam sekolah non induk.

Untuk formasi kebutuhan khusus ini, yaitu terdiri dari guru prioritas 1, honorer kategori dua (K2), serta guru non ASN di sekolah negeri.

Sedangkan, untuk formasi kebutuhan umum adalah mereka yang mengajar disekolah negeri ataupun induk diatas masa kerja selama tiga tahun, kategori ini jelas kalah dalam bersaing dengan mereka yang masuk ke dalam prioritas.

Kenapa Ranking Tertinggi Tidak Menjamin Lulus?

 PPPK Guru 2023

Adapun, untuk faktor penentu pelamar yang tidak lulus dalam seleksi meskipun mempunyai nilai tertinggi, disebabkan karena sekolah penempatan.

Salah satunya, apa masih ada kuota atau tidak untuk mereka. Untuk, penentunya yaitu sekolah penempatan itu sendiri. Akibatnya, meskipun pelamar tersebut mempunyai ranking tertinggi, namun akan kalah dengan mereka yang mendapat nilai terendah. Oleh karena itu, pelamar jangan merasa senang dengan kondisi tersebut.

Berdasarkan pada permenpan RB, kriteria pelamar seleksi PPPK 2023 terbagi menjadi dua yaitu ada formasi khusus dan umum. Yakni ada guru prioritas satu (P1), eks Tenaga honorer Kategori II (K2) yang terdata pada data best BKN, serta ada guru non ASN sekolah negeri yang masa kerja minimal tiga tahun dan menempati kebutuhan khusus.

Sedangkan untuk guru yang terdata di dalam datadikdasmen sebagi lulusan pendidikan profesi guru (PPG), dan non ASN sekolah swasta yang terdata pada dapodikdasmen Kemendikbudristek masuk kebutuhan umum.

Kedua formasi tersebut, di dalam pelaksanaan seleksi CASN Tahun Anggaran 2023, akan mengikuti mekanisme sesuai dengan ketentuan masing-masing baik khusus ataupun umum.

Dalam pengumuman hasil seleksi nanti, pengisian formasi yang ada di dalam Pemerintah daerah (Pemda), untuk jabatan fungsional guru prioritas 1 akan menggunakan nilai yang diperoleh pada tahun sebelumnya.

Sehingga mereka yang tidak ikut serta dalam tes CAT kembali. Sementara untuk formasi kebutuhan khusus diluar P1, akan diranking berdasarkan pada nilai perolehan tes CAT tanpa ada ambang batas maupun passing grade.

Mereka yang beruntung dalam kategori ini yaitu pelamar dari THK2, dan guru Non ASN sekolah negeri dengan mempunyai masa kerja diatas tiga tahun, hasilnya mereka nantinya akan diranking berdasarkan pada formasi yang ada di dalam Dinas Pendidikan.

Tidak sama dengan pelamar dari kebutuhan umum, penentuan kelulusannya akan dipengaruhi berdasarkan passing grade, atau nilai ambang batas yang ditentukan secara resmi oleh BKN. Dan wajib untuk mendapatkan peringkat terbaik. Itupun mereka wajib menggantungkan diri pada sisa formasi dari kebutuhan khusus, baik dari kategori guru P1, THK2, atau guru induk sekolah negeri.

Alokasi Formasi CAT BKN CASN

PPPK Guru 2023

Sama seperti yang Anda ketahui, komposisi alokasi formasi dalam pelaksanaan tes seleksi CAT BKN CASN PPPK guru yakni terdiri dari, P1, THK2, Non-ASN, serta pelamar umum diurutan terakhir.

Selain itu, pengisian formasi jabatan fungsional guru tahun anggaran 2023, akan didahulukan secara beruritan, dimulai dari pelamar prioritas, eks THK2, guru non ASN sekolah negeri, dan paling akhir ada pelamar umum yang berhasil dinyatakan lolos passing grade.

Sedangkan untuk ketentuan perankingan hasil seleksi CASN 2023, nantinya akan disesuaikan dengan masing masing kategori, misalnya ranking yang didapatkan eks K2, tidak akan disatukan dengan non ASN, begitu juga seterusnya.

Untuk pelamar kategori umum, harus menunggu terlebih dahulu apa masih tersisa formasinya, dan setelah pembagian berurutan diatas, jika ada, maka sesama pelamar umum akan di ranking berdasarkan nilai ambang batas kelulusan.

Jika dilihat dari penjelasan diatas, dua penyeban pelamar CASN dinyatakan tidak lulus yaitu dikarenakan oleh dua hal:

1. Kalah Urutan Prioritas

Misalnya, seorang peserta yang berada di kategori Prioritas tiga (P3), akan kalah nantinya oleh pelamar P1, meskipun nilai yang didapatkan oleh P3 jauh lebih tinggi daripada milik P1. Hal ini terjadi karena kuota formasi yang telah tersedia hanya ada dua. Oleh karena itu, yang lulus merupakan P1, dan P2.

2. Tidak Ada Penempatan

Pada kasus ini, seorang pelamar yang tidak akan lulus dan mendapatkan penempatan, meski memperoleh rangking pertama, atau nilai terbaik.

Hal ini tentu terjadi karena sekolah penempatannya sudah penuh, misalnya di dalam satu sekolah, untuk guru Kelas, kebutuhan hanya ada dua kelas, sedangkan untuk pelamar ada tiga orang, kedua pelamar yang berstatus P1, dan THK2, maka diluar dari hal tersebut akan dicarikan sekolah yang kosong.

Namun, bila tidak ada sekolah yang kosong, meskipun disekolah tersebut ada honorer, maka yang bersangkutan tidak akan memperoleh penempatan. Hal ini terjadi karena jumlah pelamar yang ikut serta dalam seleksi CASN 2023 lebih banyak daripada formasi yang tersedia.

Itulah penjelasan tentang penyebab nilai tinggi tidak menjamin lulus seleksi PPPK Guru 2023. Semoga penjelasan di atas bisa bermanfaat dan membantu Anda.

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad