Kotaku – Istilah investasi bodong memang sering terdengar di tengah masyarakat Indonesia. Investasi bodong dapat diartikan sebagai hal yang negatif. Dibawah ini akan dijelaskan terkait beberapa ciri-ciri investasi bodong, di mana salah satunya yaitu keuntungan yang di luar nalar.
Investasi merupakan sebuah aktivitas penanaman uang atau modal (aset berharga) dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Namun, investasi bodong ini lebih mengarah kepada penipuan, yang berdampak pada kerugian untuk investor.
Dengan semakin mudahnya akses informasi terkait dengan investasi bagi individu, penipuan investasi bodong diketahui semakin marak dan memperbesar risiko kerugian bagi masyarakat. Penipuan investasi biasanya akan meminta uang para korban untuk menanamkan modal dalam suatu produk atau bisnis yang sebenarnya tidak pernah ada.
Apa itu Investasi Bodong
Investasi bodong yaitu bentuk penanaman modal yang tidak mempunyai izin resmi dari otoritas yang berwenang. Investasi ini diketahui sering menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, namun kenyataannya merupakan skema penipuan. Investasi bodong menawarkan iming-iming keuntungan secara tidak realistis atau tidak masuk akal, yang mana biasanya menarik calon investor dengan janji-janji besar tanpa ada dasar yang kuat.
Para pelaku investasi bodong pada umumnya tidak terdaftar pada lembaga pengawas pasar modal atau pada lembaga keuangan resmi lainnya. Keberadaan investasi bodong diketahui dapat merugikan investor karena uang yang diinvestasikan bisa hilang tanpa jejak, yang dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan.
Ciri-ciri Investasi Bodong

Adapun, untuk ciri-cri investasi bodong pada umumnya menawarkan keuntungan, namun jika keuntungan yang ditawarkan sangat berlebihan maka Anda perlu mencurigai investasi tersebut.
1. Manajer investasi yang tidak tersertifikasi
Adanya manajer investasi yang tidak tersertifikasi adalah ciri lain yang bisa menandakan bahwa sebuah produk reksa dana mungkin saja merupakan sebuah penipuan. Produk reksa dana yang sah biasanya mempunyai manajer investasi yang telah tersertifikasi dan memegang izin resmi dari OJK. Sebaliknya, investasi bodong bisa diidentifikasi dari manajer investasi yang tidak mempunyai sertifikasi dan izin resmi dari OJK.
2. Bumbu Skema Perekrutan/ Ponzi
Beberapa penipuan investasi biasanya menjanjikan jika Anda berhasil membawa lebih banyak orang, maka keuntungan yang dihasilkan akan semakin besar. Padahal, makin banyak orang masuk, yang untung hanya ada segelintir orang pada akhirnya. Praktik ini juga biasa disebut dengan skema ponzi. Dalam menghadapi maraknya penipuan investasi, para investor harus lebih waspada dan terus mempertimbangkan risiko yang tinggi, bahkan apabila potensi pengembalian investasi terlihat menggiurkan.
3. Mengaku aman dan tak berisiko
Setelah pelaku menawarkan keuntungan besar dan tidak masuk akal tanpa ada produk yang jelas, pelaku kadang juga menjanjikan jika bisnis tersebut nol risiko atau maksud tidak ada risiko gagal. Padahal, tidak ada satupun dari bisnis investasi yang 100% terbebas dari risiko.
4. Tidak mempunyai izin
Tidak mempunyai izin yang jelas adalah salah satu ciri-ciri selanjutnya. Setiap kegiatan dalam sektor keuangan, termasuk investasi, wajib mempunyai izin yang sah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertanggung jawab penuh atas pengawasan semua kegiatan di Indonesia.
Izin resmi dari OJK adalah syarat penting untuk mengenali investasi tersebut. Investasi bodong tidak mempunyai izin ini karena tidak bisa memverifikasi keabsahan investasi kepada OJK.
5. Seperti Judi
Penipuan investasi biasanya menerapkan konsep perjudian sering ditandai dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu yang singkat, disertai tingkat kegagalan yang tinggi. Hal ini sama halnya dengan berjudi, di mana para pelaku dijanjikan penghasilan besar hanya dalam waktu singkat dengan risiko kehilangan yang besar juga.
6. Keuntungan yang di luar nalar
Yang paling mencolok dari investasi bodong yaitu adanya keuntungannya yang sangat besar dan cenderung tak masuk akal. Dalam investasi, ada beberapa asas semakin tinggi risiko, maka keuntungan yang didapatkan juga semakin tinggi atau high risk high return. Investasi bodong diketahui menawarkan keuntungan yang sangat menggiurkan dengan adanya pengembalian di atas 20% atau bahkan dua kali lipatnya pada waktu yang singkat. Investor perlu meningkatkan kewaspadaan mereka dan perlu mengedepankan pertimbangan terhadap risiko yang tinggi, bahkan jika peluang pengembalian investasi yang ditawarkan tersebut besar.
Cara Menghindari Investasi Bodong

- Jangan mudah tergiur dengan janji untung fantastis. Semakin besar keuntungan yang dijanjikan oleh pelaku, maka semakin besar pula potensi penipuan. Agar simpanan Anda dijamin LPS, pastikan bunga yang dihasilkan melebihi tingkat bunga penjaminan LPS.
- Cek legalitas penawaran investasi. Hubungi atau Anda bisa datangi lembaga jasa keuangan tersebut apakah benar mempunyai produk investasi yang ditawarkan. Anda bisa cek ke Kontak OJK 157 untuk legalitas lembaga jasa keuangan yang berizin OJK.
- Simpan dokumen kepemilikan dan bukti transaksi. Anda bisa simpan dengan baik dokumen kepemilikan investasi dan seluruh bukti transaksi agar tidak disalahgunakan oleh pelaku. Simpanan bank wajib tercatat dalam pembukuan bank.
- Jangan mudah percaya dengan pelaku yang menawarkan titip investasi atau titip transfer.
Kesimpulan
Itulah di atas pembahasan lengkap terkait ciri-ciri dan cara menghindari investasi bodong. Bagi para pemula, perlu simak informasi di atas agar investasi Anda bisa berjalan lancar dan tidak terkena penipuan investasi.









