Salah bantal adalah kondisi yang sangat umum dialami banyak orang, terutama setelah bangun tidur dengan posisi leher yang terasa kaku, nyeri, bahkan sulit digerakkan. Meski sering dianggap sepele, rasa tidak nyaman akibat salah bantal bisa mengganggu aktivitas seharian, mulai dari menoleh, menunduk, hingga sekadar duduk bekerja. Kondisi ini biasanya terjadi karena posisi tidur yang kurang tepat, penggunaan bantal yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, serta ketegangan otot leher yang berlangsung selama tidur.
Secara medis, salah bantal berkaitan dengan ketegangan atau spasme otot leher dan bahu. Ketika posisi kepala dan leher tidak sejajar dalam waktu lama, aliran darah ke otot bisa terganggu dan menyebabkan peradangan ringan. Akibatnya, saat bangun tidur muncul rasa nyeri, kaku, dan kadang disertai sensasi tertarik di area leher hingga pundak. Pada sebagian orang, nyeri ini bisa menjalar sampai ke punggung atas atau kepala.
Penanganan salah bantal sebenarnya cukup sederhana dan bisa dilakukan secara bertahap. Langkah pertama yang paling penting adalah mengistirahatkan leher dan menghindari gerakan mendadak. Kompres hangat pada area leher dan bahu dapat membantu melemaskan otot yang tegang serta melancarkan aliran darah. Kompres dapat dilakukan selama 10–15 menit beberapa kali sehari untuk meredakan nyeri secara perlahan.
Selain kompres, peregangan ringan juga dapat membantu pemulihan. Gerakan peregangan sebaiknya dilakukan perlahan dan tidak dipaksakan, seperti menundukkan kepala secara lembut, memiringkan leher ke kanan dan kiri, serta memutar kepala dengan rentang gerak kecil. Peregangan ini bertujuan untuk mengurangi kekakuan dan mengembalikan fleksibilitas otot leher. Jika terasa nyeri berlebihan, sebaiknya hentikan dan beri waktu istirahat.
Dalam beberapa kasus, penggunaan obat pereda nyeri dapat menjadi pilihan untuk membantu mengurangi rasa sakit. Obat pereda nyeri ringan yang dijual bebas di apotek dapat digunakan sesuai aturan pakai. Selain itu, salep atau krim oles dengan efek hangat juga sering dimanfaatkan untuk meredakan nyeri otot akibat salah bantal. Meski demikian, penggunaan obat sebaiknya tidak berlebihan dan tetap memperhatikan kondisi tubuh masing-masing.
Perubahan kebiasaan tidur juga menjadi bagian penting dalam mengatasi dan mencegah salah bantal. Memilih bantal dengan tinggi yang sesuai dengan posisi tidur, memastikan leher dan tulang belakang berada dalam posisi sejajar, serta menghindari tidur tengkurap dapat membantu mengurangi risiko terjadinya salah bantal. Kasur yang terlalu keras atau terlalu empuk juga dapat memengaruhi posisi leher saat tidur.
Jika nyeri akibat salah bantal tidak kunjung membaik dalam beberapa hari, atau disertai gejala lain seperti kesemutan, mati rasa, atau nyeri yang menjalar hingga lengan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Kondisi tersebut bisa menandakan adanya gangguan lain pada saraf atau tulang leher yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Sebagai penutup, salah bantal memang terdengar sepele, tetapi dampaknya bisa cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Dengan penanganan yang tepat, mulai dari istirahat, kompres hangat, peregangan ringan, hingga pemilihan bantal yang sesuai, keluhan ini umumnya dapat membaik dalam waktu singkat. Mengenali penyebab dan cara mengatasinya adalah kunci agar salah bantal tidak terus berulang dan kualitas tidur tetap terjaga.





