Kotaku
Home Lainnya Program Pengayaan : Pengertian, Bentuk Dan Contohnya

Program Pengayaan : Pengertian, Bentuk Dan Contohnya

Kotaku.ID – Salah satu upaya seorang guru dalam memaksimalkan kemampuan dan penguasaan materi peserta didik adalah dengan melakukan pengayaan. Program pengayaan ini dilakukan pada peserta didik yang sudah mencapai skor ketuntasan minimal.

Meskipun terlihat sebagai program yang positif dilaksanakan namun nyatanya masih banyak yang keliru dengan program ini. Contohnya saja banyak yang berpikir bahwa program pengayaan dilakukan agar siswa tetap belajar dan tidak bergurau ketika guru fokus membina peserta didik yang melakukan program remedial. Apakah benar seperti itu?

Mari pahami bersama tentang program pengayaan mulai dari pengertian, bentuk dan contohnya. Agar kita tidak terjebak pada pandangan yang salah yang berpikir bahwa program ini hanya untuk memberikan kesibukan bagi siswa tanpa tujuan yang berarti.

Apa itu Program Pengayaan

Pengayaan adalah program yang telah disusun guru yang ditujukan kepada para siswa yang sudah mencapai batas kompetensi minimal pada suatu asesmen post test, praktek maupun bentuk penilaian lainnya. Fokus kegiatan ini untuk pendalaman materi agar siswa bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih dalam, terperinci dan komprehensif tentang suatu materi yang dipelajari.

Program pengayaan juga bisa dinilai sebagai penghargaan bagi kelompok yang sudah mendapatkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) dalam aktivitas penilaian. Tujuannya agar pengetahuan peserta didik bisa lebih luas lagi, sedangkan siswa yang belum mencapai kualifikasi minimal maka bisa diberikan program remedial.

Tujuan Program Pengayaan

Pengadaan program pengayaan tentunya memiliki tujuan dan manfaat yang sangat baik untuk melatih ketangkasan dan kemampuan peserta didik. Tujuan lainnya antara lain adalah sebagai berikut ini:

1. Sarana Mendalami Materi

Pertama, program pengayaan memiliki tujuan agar peserta didik bisa mendalami materi yang diajarkan. Sebelumnya guru pembelajaran melalui MGMP atau KKG melakukan seleksi materi kemudian munculah materi esensial. Hadirnya program pengayaan membantu guru mengkondisikan kelompok siswa yang sudah melampaui standar kompetensi tertentu dan bisa berkesempatan memahami materi lainnya lebih dalam lagi.

2. Fasilitas Peserta Didik Mendapatkan Kemampuan Lebih Baik

Selanjutnya, melalui program pengayaan peserta didik mendapatkan fasilitas untuk memiliki bakat dan kemampuan yang baik dalam penguasaan suatu materi. Mereka memiliki kesempatan pendalaman materi yang sama namun dengan strategi pembelajaran yang berbeda. Guru pun bisa mengembangkan kemampuan akademis peserta didik lewat kompetensi inti bidang pengetahuan maupun keterampilan.

3. Memperkaya Pengetahuan

Program pengayaan adalah sarana yang tepat bagi peserta didik untuk memperkaya pengetahuan yang dimilikinya tentunya yang berkaitan dengan materi yang dipelajari. Melalui mentoring dari guru siswa bisa meningkatkan wawasannya.

4. Stimulus Untuk Meningkatkan Performa Belajar

Setelah menghadapi asessmen bukan berarti materi berhati diberikan, namun diberikan stimulus terus menerus untuk meningkatkan performa belajar peserta didik. Selain itu program pengayaan diharapkan bisa menjaga kondisi psikolog siswa sehingga lebih termotivasi dalam belajar dan meningkatkan kemampuannya.

Bentuk Program Pengayaan

Program Pengayaan
Program Pengayaan : Pengertian, Bentuk Dan Contohnya 5

Seperti apa bentuk program pengayaan yang bisa diterapkan di kelas? Nah berikut ini beberapa contoh pengayaan yang bisa dilakukan beserta dengan rincian proses pembelajarannya di sekolah, yaitu:

1. Belajar Mandiri

Pertama, adalah dengan melalui belajar mandiri. Caranya dengan memberi kesempatan pada peserta didik untuk menyelesaikan tugas mereka secara mandiri. Kelebihan dari pengayaan jenis belajar mandiri antara lain adalah:

  • Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bereksplorasi materi lebih dalam.
  • Memberikan kesempatan untuk mandiri dan bertanggung jawab meskipun sudah melalui batas standar yang diberikan.
  • Dengan Memberikan keleluasaan siswa untuk memilih bagian yang disukai dari proses penguasaan materi.

2. Belajar Mandiri Secara Berkelompok

Belajar mandiri selain bisa dilakukan sendiri ternyata bisa dilakukan dengan cara berkelompok. Tujuan dari pemberian tugas kerja kelompok agar siswa semakin tertarik mengeksplorasi materi dengan teman-temannya. Aktivitas yang bisa dilakukan seperti diskusi, memecahkan masalah, menyusun argumen dan mengarahkan proyek yang berkaitan dengan materi yang diberikan oleh guru.

3. Mentoring

Mentoring merupakan pembelajaran intensif yang dilakukan sebagai upaya pelaksanaan enrichment kelas. Ada berbagai bentuk mentoring yang bisa dilakukan, seperti:

  • Melakukan pembelajaran ulang dengan memodifikasi materi pada bagian tertentu yang membutuhkan penekanan.
  • Memberikan materi esensial dan materi lainnya yang masih berkaitan secara menyeluruh.
  • Melakukan Tanya jawab dengan peserta didik.
  • Berdiskusi tentang hal-hal yang telah dipelajari dengan sumber belajar yang diperluas.

4. Membuat Proyek

Program pengayaan selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan meminta siswa secara mandiri maupun berkelompok untuk membuat proyek sederhana sesuai dengan materi yang akan dipelajari lebih lanjut. Program ini merupakan salah satu bentuk teaching learning roses yang baik karena mengedepankan pembelajaran aktif dimana siswa benar-benar menjadi pusat proses belajar.

5. Penugasan Berbasis Literasi

Program pengayaan satu ini dinilai sebagai program pengayaan yang paling mudah. Yakni dengan cara memberikan penugasan berupa membaca referensi mendalam tentang materi yang dipelajari pada peserta didik. Mereka bisa mencari berbagai sumber yang ada baik dari perpustakaan atau pun mencari mandiri di internet.

6. Memberikan Assignment Ulang

Selanjutnya adalah dengan memberikan assignment kembali (bisa berupa tes formatif, sub formatif maupun pre tes dan post tes) untuk dikerjakan ulang. Bisa juga dengan memberikan soal-soal latihan pada siswa yang memang sudah memahami materi dengan baik.

Bentuk pengayaan satu ini bisa di modifikasi dengan merubah variabel-variabel tertentu dalam soal baru yang diberikan berbasis rangkuman materi atau soal yang pernah disajikan.

7. Praktik Kerja

Siswa yang sudah memahami secara mendalam tentang suatu materi bisa diberikan model program pengayaan berbasis praktik kerja sehingga mereka bisa mempraktekkan sendiri materi yang dipelajari dan meningkatkan keterampilannya. Praktek kerja ini diharapkan bukan menjadi formalitas belaka, namun juga harus ada panduan dan bimbingan serta capaian yang harus dicapai oleh siswa.

8. Presentasi

Program pengayaan terakhir adalah dengan meminta siswa menyusun bahan yang akan dipresentasikan di hadapan guru maupun di hadapan seluruh siswa lainnya. Sehingga melatih siswa untuk membuat presentasi yang terstruktur, jelas dan efektif untuk dikemukakan.

Presentasi pun harus memiliki materi yang baik dan melatih kemampuan komunikasi peserta didik sehingga bisa lebih percaya diri jika harus tampil dihadapan umum.

Itulah pembahasan tentang berbagai macam program pengayaan yang bisa dilakukan. Pengayaan sama pentingnya dengan program remedial sehingga setiap guru harus memikirkan program yang akan dibuat untuk memaksimalkan potensi dan pengetahuan siswa akan materi yang dipelajarinya.

Semoga informasi diatas bisa menjadi referensi dan rujukan guru dalam membuat pengayaan yang lebih baik dan kreatif. Sekian informasi kali ini, nantinya informasi penting seputar dunia pendidikan hanya di website kotaku.id.

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad