Kotaku
Home Religi Mari Kenali Penyakit Hati Hasad Yang Berbahaya Bagi Manusia

Mari Kenali Penyakit Hati Hasad Yang Berbahaya Bagi Manusia

Dahsyatnya Bahaya Hasad Muslimorid

Kotaku.id – Pastinya kita sering mendengar istilah hasad dalam kehidupan sehari-hari. Namun apakah anda tahu apa itu hasad dan bagaimana perilaku hasad bisa merusak seseorang? Mari kenali lebih lanjut tentang penyakit hati hasad satu ini.

Mengenal Penyakit Hasad

Secara etimologi Hasad berasal dari kata Haada – yahsidu – ihsid yang artinya iri dan dengki. Menurut Imam Nawawi perilaku hasad merupakan perasaan atau keinginan akan hilangnya kenikmatan yang dimiliki orang lain, baik berupa hal-hal bersifat duniawi maupun agama.

Secara mudahnya, hasad adalah perasaan negatif yang muncul dari hari seseorang yang menginginkan agar kenikmatan dan kebahagiaan orang lain segera hilang. Hal yang bisa membuat seseorang hasad antara lain kebahagiaan orang lain, prestasi yang dimiliki orang lain, bahkan rejeki dan jabatan.

Perilaku hasad adalah sifat tercela dan diberi oleh Allah. Sebagai umat islam seharusnya berupaya untuk menjauhi penyakit ini karena bisa berbahaya bagi siapa saja yang memilikinya.

Bahaya Penyakit Hasad

Ternyata orang yang didalam hatinya memiliki penyakit hasad sangatlah berbahaya. Menurut fatwa Muhammad bin Shali Al-‘Utsaimin rahimahullah dalam kitabnya Silsilah Fatawa Nur Ala Darb setidaknya ada 6 bahaya penyakit hasad bagi seseorang, diantaranya adalah:

1. Tidak Ridha

Allah SWT memiliki ketetapan bagi setiap hambanya sesuai dengan kemampuan hamba tersebut. Seseorang yang diberikan harta kekayaan bukan berarti sedang dimuliakan oleh Allah dan orang yang diberikan kemiskinan bukan berarti sedang dihinakan oleh Allah.

Bisa jadi orang yang diberikan harta berlimpah sedang diberikan ujian harta yang tidak banyak orang bisa melaluinya. Dan orang yang diberikan kemiskinan sedang di mulia-kan oleh Allah untuk diangkat derajatnya.

Namun, bagi orang yang memiliki penyakit hasad di dalam dirinya, selalu merasa keberatan dan tidak ridha dengan ketetapan takdir Allah tersebut. Dirinya membenci nikmat yang Allah berikan kepada orang lain dan mengutuk nikmat yang diberikan Allah untuk dirinya sendiri.

2. Merasa Gelisah

Orang yang memiliki perasaan hasad tidak pernah tenang hatinya karena merasa gelisah dan terbakar dengan nikmat yang diberikan Allah kepada hambaNya yang lain. Setiap kali dirinya melihat nikmat orang lain tersebut, maka timbullah hasad untuk membenci nikmat dan orang yang mendapatkan nikmat tersebut.

Tidak jarang, orang yang hasad senantiasa merasa galau dengan apa yang orang lain nikmati. Padahal belum tentu apa yang dia lihat sesuai dengan kenyataan yang terjadi, namun akalnya sudah kalah terbakar oleh api iri dan dengki yang ada.

3. Membenci Orang

Bukankah perilaku membenci sesama manusia adalah perilaku yang tidak disukai Allah? Bahkan Allah yang maha pemberi rahmat pun tetap mencintai hambanya yang berbuat salah dan dosa meskipun sebesar gunung.

Sayangnya, orang yang memiliki penyakit hasad hatinya tidak akan tenang karena membenci nikmat dan orang yang di hasadi tersebut. Dirinya akan berusaha menyembunyikan nikmat dan karunia Allah kepada orang tersebut bahkan akan berusaha menghilangkan nikmat yang didapatkan oleh orang lain.

Maka, rasa hasad dari diri seseorang bisa menjadi pintu gerbang utama terciptanya permusuhan antar muslimin. Bahkan seseorang yang tidak bersalah pun bisa dimusuhi oleh orang yang hasad.

4. Menyerupai Kebiasaan Yahudi

Sudah sering dijelaskan, bahkan seseorang yang mengikuti kebiasaan suatu kaum maka dirinya termasuk bagian kaum tersebut. Perilaku hasad ternyata merupakan perilaku yang menyerupai kebiasaan yahudi, mereka akan merasa iri dan dengki dengan pemberian nikmat oleh Allah kepada umatNya yang lain.

5. Meremehkan Nikmat Sendiri

Selanjutnya orang dengan penyakit hasad cenderung meremehkan nikmat yang diberikan Allah kepada dirinya sendiri. Karena dia merasa nikmat yang diberikan untuk orang lain lebih sempurna dan lebih indah dibandingkan dengan nikmat yang diberikan kepadanya (merasa nikmatnya kecil) hal ini membuat dirinya tidak bersyukur dengan nikmat tersebut.

Padahal sudah dijelaskan oleh Allah, bahwa barang siapa yang bersyukur dengan nikmat Allah maka akan ditambah nikmat tersebut. Sedangkan barang siapa yang tidak bersyukur akan nikmat Allah sesungguhnya siksa Allah amatlah pedih.

6. Lebih Sensitif

Terakhir, orang yang memiliki penyakit hati hasad biasanya lebih sensitif karena tidak suka dengan kebaikan orang lain. Dirinya bahkan memandang segala sesuatu hanya dari nilai dunianya saja, seandainya dia memandang dari segi akhirat maka dia akan sadar bahwa nikmat Allah untuknya sangatlah banyak.

Obat Bagi Penyakit Hati Hasad

Lebih lanjut, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan ada beberapa obat bagi penyakit hati yang hasad. Obat tersebut ada dua, yakni:

  • Berpalinglah dari perkara-perkara yang bisa memicu hasad secara total, dan melupakan serta menyibukan diri dengan urusan yang lebih penting baginya.
  • Kedua, memperhatikan dan mengingat-ingat bahasa akan penyakit hasad itu sendiri yang tidak baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Kesimpulan

Ternyata akibat atau dampak dari penyakit hati hasad sangatlah merusak diri dan orang lain. Jika melihat dan merenungi bahaya tersebut, maka bersegeralah untuk berlari menjauhinya. Namun ada hasad atau iri yang diperbolehkan dalam islam yakni iri dengan orang yang dianugerahi harta oleh Allah kemudian dia menafkahkannya dengan benar kedua terhadap orang yang memiliki ilmu lalu mengamalkan kepada orang lain.

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad