Kotaku
Home Cpns dan PPPK Langsung Ditempatkan ke IKN, CPNS 2024 Dapat Rumah Hunian

Langsung Ditempatkan ke IKN, CPNS 2024 Dapat Rumah Hunian

image 7

Rencana pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang salah satu rencana adalah lulusan CPNS 2024 ke Ibu Kota Nusantara (IKN), tidak semata-mata memindahkan Sumber Daya Manusia (SDM) tetapi juga bertujuan untuk mendorong terbentuknya birokrasi baru yang berbasis digital.

Berbeda dengan skema tahun lalu, pemerintah rencanakan untuk lulusan CPNS 2024 akan langsung ditempatkan di IKN Kalimantan Timur.

Hal tersebut juga dijelaskan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas yang menjelaskan bahwa tengah mempersiapkan rencana penempatan CPNS 2024 fresh graduate ke IKN.

Penempatan CPNS 2024 ke IKN

Pada pernyataan MenPANRB yan dikutip dari laman menpan.go.id, bahwa nantinya IKN akan menjadi sebuah mimpi, yang dapat mewujudkan birokrasi terbaik secara bersama-sama. Yang diwujudkan dengan penguatan sumber daya manusia yang memiliki sikap unggul dan BerAKHLAK sesuai dengan core values ASN.

Anas juga meminta pemindahan ASN dapat diisi dari jalur rekrutmen CPNS 2024. Namun pemindahan ini juga dilakukan dengan seleksi yang ketat.

Ada sekitar 200 ribu formasi CPNS 2024 yang dibuka, yang baru dan lulusan akan tersedia dimana mayoritas dari formasi tersebut akan dialokasikan ke berbagai lembaga di IKN.

Namun, Anas menegaskan bahwa 200 ribu formasi tersebut tidak semua akan langsung ditempatkan ke IKN tahun ini.

Penempatan CPNS 2024 ke IKN, dapat menjadi tahun ini maupun tahun depan. Waktu penetapan tersebut, didasarkan pada ketersediaan hunian.

ANS yang akan ditempatkan di IKN akan mendapatkan tempat tinggal yang layak,sehingga mendukung kegiatan pekerjaan.

Sedangkan untuk memastikan tepat tinggal untuk ASN di IKN, pemerintah lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun 47 tower rumah susun ASN-Hankam.

Proyek hunian ASN tersebut ditargetkan akan selesai pada semester I 2024 yang dilakukan oleh PT Waskita Karya (Persero).

Dijelaskan bahwa rumah susun yang akan ditempati oleh ASN dan Hankam tersebar di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) serta IKN sub WP 1A.

Hunian tersebut akan dibangun pada lahan dengan total luas 45,91 hektar. Dengan fasilitas setiap tower setinggi 12 lantai, pada lantai 1 dan 2 akan digunakan sebagai tempat fasilitas umum, seperti pusat kebugaran dan ruang publik.

Sedangkan 10 lantai sisanya digunakan sebagai hunian. Selain hunian, ASN juga akan mendapatkan insentif gelombang pertama yang pindah ke IKN.

Skema Pemindahan ASN ke IKN

Pemindahan ASN ke IKN tidak akan dilakukan secara bertahap dan dilakukan seleksi yang ketat seperti yang disebutkan oleh MenPAN RB “Untuk itu kita di IKN tidak hanya memindahkan ASN saja, namun bagaimana kita menciptakan budaya birokrasi baru yang berbasis digital disana. Sehingga diperlukan ASN yang tidak hanya bagus secara nilai akademik saja namun juga memiliki skill dan bisa multitasking.” Ungkap Menteri Anas.

Selain penguasaan skill dan multitasking, Sekretaris Kementerian PANRB Rini Widyantini juga menambahkan persyaratan kompetensi ASN juga perlu menguasai literasi digital sesuai dengan hasil asesmen Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“persyaratan kompetensi yang lain tentunya mereka harus menguasai penerapan nilai-nilai BerAKHLAK,” ungkap Rini.

Tahapan Pemindahan ASN ke IKN

Tahapan perpindahan Infrastruktur Kepulauan Nusantara (IKN) berdasarkan Undang-Undang IKN dikelompokkan dalam lima fase. Pada fase awal (2020-2024), fokusnya adalah pembangunan model miniatur penyelenggaraan pemerintahan di IKN dengan penekanan pada efektivitas melalui penerapan pola kerja digital.

Langkah kedua (2025-2029) mencakup pengembangan kantor bersama di IKN, bertujuan untuk mewujudkan konsep “smart government” dan penerapan kantor bersama.

Fase ketiga (2030-2039) menitikberatkan pada pengembangan pemerintahan yang fleksibel (agile government), dengan pencapaian kota pintar dan pusat digital yang melibatkan sektor pemerintahan digital.

Selanjutnya, fase keempat (2035-2039) mengarah pada pembangunan kota cerdas berbasis Industri 4.0. Inisiatif ini melibatkan penambahan fasilitas digital dan perubahan urban untuk meningkatkan implementasi pemerintahan digital, dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (Industry 4.0).

Pada tahap terakhir, fase kelima (2040-2045), fokusnya adalah pembangunan kota cerdas dengan penerapan kecerdasan buatan (AI). Langkah ini menandai pengembangan konsep perluasan kota cerdas menuju masyarakat 5.0, dimana pemerintahan mengutamakan kepentingan warga secara lebih pusat (citizen-centric).

Dengan demikian, evolusi IKN selama periode tersebut mencerminkan transformasi signifikan menuju pemerintahan yang berfokus pada teknologi, kecerdasan buatan, dan pelayanan yang lebih mendalam kepada masyarakat.

Cara Daftar CPNS 2024

Untuk mengikuti CPNS 2024, terdapat tahapan yang harus dikit sebagai berikut:

  • Akses situs resmi SSCASN di sscasn.bkn.go.id atau melalui link yang tersedia.
  • Buat akun dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  • Login menggunakan NIK sebagai username dan password yang telah didaftarkan.
  • Lengkapi informasi pribadi yang diperlukan.
  • Pilih jenis seleksi, formasi instansi, dan jabatan sesuai dengan tingkat pendidikan.
  • Isi informasi pendidikan dengan lengkap.
  • Unggah semua dokumen persyaratan yang dibutuhkan.
  • Periksa kelengkapan dokumen yang telah diunggah.
  • Cetak kartu informasi dan kartu pendaftaran.
  • Tim verifikator akan melakukan pengecekan dokumen.
  • Jika lulus seleksi administrasi, cetak kartu ujian melalui akun SSCASN.
  • Pengumuman hasil seleksi administrasi akan diumumkan oleh panitia seleksi instansi.
  • Melalui tahap pemberkasan, dilakukan penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP).

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad