Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita merasa bahwa kebiasaan yang kita lakukan adalah hal yang unik atau hanya dilakukan oleh diri sendiri. Padahal, tanpa disadari, banyak kebiasaan sepele yang ternyata juga dilakukan oleh orang-orang lain di berbagai tempat dan latar belakang. Kebiasaan-kebiasaan ini muncul dari rutinitas, tekanan hidup, hingga cara manusia beradaptasi dengan lingkungan dan teknologi yang terus berkembang.
Salah satu kebiasaan yang paling umum adalah menunda pekerjaan meskipun tahu ada tenggat waktu yang harus dipenuhi. Banyak orang menunda bukan karena malas, melainkan karena merasa perlu “mood yang pas” sebelum memulai. Akibatnya, pekerjaan baru benar-benar dikerjakan saat waktu sudah mepet. Meski sering disesali, kebiasaan ini terus terulang karena memberikan rasa lega sementara sebelum akhirnya digantikan dengan stres.

Kebiasaan lain yang juga banyak dilakukan adalah mengecek ponsel secara refleks, bahkan tanpa notifikasi. Banyak orang membuka layar ponsel hanya untuk memastikan tidak ada pesan masuk, lalu menutupnya kembali. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya ketergantungan manusia pada teknologi dan kebutuhan untuk selalu terhubung, meskipun sebenarnya tidak ada hal mendesak yang sedang terjadi.
Berbicara sendiri juga menjadi kebiasaan yang diam-diam dilakukan banyak orang. Entah saat sedang sendirian, berpikir keras, atau menyiapkan sesuatu, berbicara sendiri dianggap membantu mengatur pikiran dan emosi. Meski sering dianggap aneh, kebiasaan ini justru cukup normal dan menjadi cara otak memproses informasi secara lebih terstruktur.
Banyak orang juga memiliki kebiasaan overthinking, terutama sebelum tidur. Saat tubuh sudah lelah dan lampu kamar sudah mati, pikiran justru menjadi aktif dan dipenuhi berbagai skenario yang belum tentu terjadi. Mulai dari kejadian masa lalu hingga kekhawatiran masa depan, semua hadir bersamaan dan membuat tidur menjadi lebih sulit. Kebiasaan ini sering dialami karena pikiran akhirnya punya waktu luang tanpa gangguan.
Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain juga menjadi hal yang umum di era media sosial. Melihat pencapaian, gaya hidup, atau kebahagiaan orang lain sering kali membuat seseorang tanpa sadar mengukur dirinya sendiri. Padahal, apa yang terlihat di layar tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya. Meski menyadari hal tersebut, kebiasaan membandingkan diri tetap sulit dihindari.
Selain itu, banyak orang memiliki kebiasaan menunda bangun dari tempat tidur meskipun alarm sudah berbunyi. Tombol snooze seolah menjadi teman setia di pagi hari. Beberapa menit tambahan di tempat tidur terasa sangat berharga, walaupun akhirnya membuat aktivitas pagi menjadi terburu-buru. Kebiasaan ini mencerminkan keinginan manusia untuk memperpanjang kenyamanan, meski hanya sebentar.
Sebagai penutup, kebiasaan-kebiasaan yang tampak sepele ini menunjukkan bahwa manusia memiliki pola perilaku yang sering kali mirip satu sama lain. Apa yang kita anggap sebagai kebiasaan pribadi ternyata juga dialami banyak orang. Menyadari hal ini dapat membuat kita merasa lebih dimengerti dan tidak sendirian dalam menjalani keseharian. Pada akhirnya, kebiasaan-kebiasaan tersebut menjadi bagian kecil dari cerita besar tentang bagaimana manusia beradaptasi, bertahan, dan menjalani hidup dengan caranya masing-masing.









