Kotaku
Home Keuangan Sambut Hari Raya, Tips Mengelola THR dengan Bijak

Sambut Hari Raya, Tips Mengelola THR dengan Bijak

Apa saja tips mengelola THR agar tidak habis dengan sia-sia? Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pasti banyak orang yang bekerja akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan atau pemberi kerja. THR adalah uang yang diberikan oleh pemberi kerja kepada karyawan untuk mencukupi kebutuhan saat Hari Raya selain dari gaji pokok.

Namun, terkadang banyak orang yang tidak dapat mengelola THR dengan bijak. Sehingga banyak pengeluaran yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Alhasil, uang THR terpakai pada pengeluaran yang kurang penting. Hal tersebut tentu sangat disayangkan, karena banyak kebutuhan menjelang Hari Raya yang harus dipikirkan.

Supaya THR tidak habis dengan sia-sia, ada tips untuk mengelolanya secara bijak berikut ini.

Tips Mengelola THR

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi dan tips mengelola THR dengan cara yang lebih bijak. Tujuan dari pengelolaan keuangan ini adalah agar penerima uang THR dapat memanfaatkan THR dengan tepat guna dan bermanfaat secara optimal.

Membuat Rencana Pengeluaran

Hal pertama yang perlu dilakukan dalam mengelola THR adalah membuat rencana atau daftar pengeluaran yang dibutuhkan. Sata menerima uang THR jangan langsung menghabiskan unti hal yang tidak berguna. Membuat sebuah rencana pengeluaran selama Hari Raya akan sangat membantu dalam mengelola uang tunjangan.

Rencana pengeluaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Anda Juga dapat memasukan kebutuhan mudik atau transportasi untuk rencana yang dibuat. Contoh rencana pengeluaran adalah sebagai berikut:

Transportasi Mudik:

Tiket kereta api (PP)                   Rp 400.000,00

Taksi/angkutan umum (PP)     Rp 250.000,00

Konsumsi di jalan                         Rp 200.000,00

Pakaian dan Aksesoris Lebaran Rp 1.000.000,00

Biaya Hari Lebaran:

Kue kering                                      Rp 500.000,00

Hampers untuk saudara             Rp 800.000,00

Uang amplop anak-anak            Rp 700.000,00

Keperluan memasak                  Rp 900.000,00

BBM mobil                                   Rp 250.000,00

Biaya lain-lain                             Rp 500.000,00

Total Biaya                                  Rp 5.500.000,00

Sehingga keperluan yang dibutuhkan selama Lebaran adalah Rp 5.500.000,00 yang kemudian dapat disesuaikan dengan tHR yang didapatkan.

Buat skala Prioritas

Setelah melakukan perencanaan keuangan yang akan dihabiskan selama Lebaran, jangan lupa untuk membuat skala prioritas. Apalagi pada orang yang mendapatkan THR tidak banyak atau kurang dari rencana pengeluaran. Maka membuat skala prioritas dan menyesuaikan barang yang akan dibeli dengan kebutuhan.

Tips mengelola THR adalah dengan membuat anggaran dan pengeluaran dengan rinci dan detail mungkin sehingga uang THR yang ada tidak habis sia-sia. Kebutuhan yang harus diprioritaskan adalah pengeluaran rutin dan keperluan lebaran dalam nominal yang masih realistis. Jangan hanya menghabiskan THR pada satu kebutuhan saja, sebaiknya bagi menjadi berapa persen sesuai kebutuhan.

Menyisihkan untuk Ditabung

Besarnya THR yang didapat memang tergantung dengan pekerjaan dan tingkatan profesi setiap orang. Namun, karena saat mendapat THR ini karyawan akan mendapatkan gaji juga. Maka jangan sampai melupakan kewajiban untuk menabung, jangan beranggapan bahwa ketika Lebaran maka harus habis-habisan dan membelanjakan uang secara tidak terkontrol. Setidaknya sekitar 5% atau 10% dapat menyisihkan uang untuk ditabung. Karena menabung juga penting untuk masa depan.

Hindari Membeli Barang Tidak Perlu

Dalam mengelola THR sebaiknya kamu menghindari untuk membelanjakan uang pada barang-barang yang tidak diperlukan. Hal ini untuk menghindari pe;riaru mubazir. Cara tepat dalam menghindari membeli barang yang tidak diperlukan adalah jangan sampai impulsive buying atau membeli barang tidak sesuai rencana dan prioritas keuangan. Apalagi pada saat Lebaran, pastikan terlebih dahulu kamu memikirkan urgensi dan kebutuhan penting yang harus dipenuhi.

Pertama sebaiknya membeli kebutuhan pokok, disisihkan untuk beramal atau zakat, lalu jika ada sisanya dapat digunakan untuk membeli barang yang sekiranya penting dan dibutuhkan saat lebaran. Tentu, saja saat membeli barang ini juga harus sesuai dengan perencanaan yang telah dilakukan.

 

 

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad