Kotaku
Home Bisnis Mengenal 4 Perbedaan Startup dan Bisnis Biasa, Mana yang Lebih Unggul?

Mengenal 4 Perbedaan Startup dan Bisnis Biasa, Mana yang Lebih Unggul?

Mengenal 4 Perbedaan Startup dan Bisnis Biasa Mana yang Lebih Unggul

KotakuID – Perbedaan Startup dan bisnis biasa akan dibahas dalam pembahasan di bawah ini, yuk simak baik-baik. Di tengah-tengah perkembangan teknologi yang pesat ini, tersedia berbagai macam jenis perusahaan baru yang hadir ke permukaan. Salah satu dari sekian banyak perusahaan yang ada yaitu startup.

Perkembangan perusahaan di Indonesia memang cukup pesat dalam beberapa tahun ini. Karena pesatnya perkembangan startup, seringkali menimbulkan disrupsi ekonomi.

Istilah Startup pastinya sudah tidak asing lagi di telinga Anda.  Namun, apa itu pengertian startup? Perlu diketahui, Startup merupakan sebuah perusahaan yang masih dalam tahapan merintis. Dapat dikatakan, startup yaitu perusahaan yang baru saja berdiri.

Anda pasti merasa penasaran bukan, apa sih perbedaan startup dengan bisnis biasa?.Karena dari pengertiannya. Sebenarnya tidak ada perbedaan signifikan dengan bisnis biasa. Jika Anda penasaran, berikut ini adalah perbedaan startup dan bisnis biasa. 

1. Struktur Perusahaan

Dalam startup, struktur organisasi dalam bisnis startuo rata. Walaupun, dalam posisi atasan dan karyawan, akan tetapi sekat di antara keduanya tidak begitu mencolok. Staf dapat berkomunikasi antar divisi bahkan atasan. Dengan demikian, komunikasi dalam perusahaan startup bisa berjalan dalam dua arah. Percakapan yang terjadi cenderung lebih santai. Bahkan setiap ide dan gagasan akan dihargai karena dianggap aset penting bagi perusahaan.

Sedangkan dalam perusahaan konvensional, struktur organisasi disusun secara formal sesuai dengan budaya korporat. Dalam setiap struktur karyawan, ada posisi atasan yang akan menentukan batasan untuk sikap dan perilaku. Karyawan juga wajib patuh kepada atasan. Karyawan juga tidak diperbolehkan sembarangan berkomunikasi dan berdiskusi antar divisi bahkan dengan senior sekalipun.

2. Ritme Kerja Karyawan

Selanjutnya yaitu ritme kerja karyawan. Jika Anda memiliki kenalan yang bekerja dalam perusahaan konvensional pasti mempunyai job desc yang tetap. 

Dalam perusahaan startup, karyawan mempunyai waktu kerja yang fleksibel, jika ada pekerjaan yang harus diselesaikan secepatnya. Maka harus diselesaikan dalam waktu yang cepat dan singkat. Dalam perusahaan startup, karyawan nantinya akan banyak melakukan pekerjaan. Yang mana bahkan tidak termasuk dalam wilayah kerjanya, sehingga Anda sebagai karyawan akan dituntut untuk serba bisa. 

Sedangkan dalam bisnis konvensional tidak demikian. Job desc dan waktu kerja telah ditentukan oleh perusahaan. Oleh sebab itu, mereka dapat menentukan waktu pulang dan waktu datang ke kantor. 

3. Mentalitas Awal

Perbedaan startup dan bisnis biasa yang selanjutnya ada pada mentalitas awalnya. Perusahaan rintisan akan berfokus untuk melakukan eksperimen. Yang mana berisiko karena harus menemukan model bisnis baru serta aspek pasar yang berpotensi tumbuh. Startup diketahui dibuat untuk membuat pasar baru ataupun untuk menggebrak yang sudah ada di dalam membuat produk atau layanan. 

Sedangkan dalam perusahaan biasa, fokus awalnya yaitu untuk mendapatkan profit dengang secepat mungkin. Di sisi lain, perusahaan biasa/konvensional bertujuan untuk menjadi perusahaan yang berkelanjutan dan bisa mensejahterakan pemiliknya. 

4. Mempunyai Mobile Platform 

Teknologi adalah salah satu hal penting saat membahas bisnis startup. Hal ini yang mampu menjadikan sebuah bisnis startup wajib untuk mengedepankan penggunaan teknologi mutakhir. Yang mana seperti smartphone yang bisa mendekatkan sebuah perusahaan startup dengan para penggunanya.

Tidak sama dengan bisnis biasa/konvensional. Meskipun mereka juga terkadang memakai platform media sosial. Akan tetapi, mereka tidak fokus pada bidang teknologi platform nya. Biasanya mereka akan menggunakan media sosial hanya untuk melakukan branding perusahaan.

Kesimpulan

Itulah di atas perbedaan Startup dan Bisnis Biasa. Bisnis startup biasanya mempunyai sifat yang disruptive. Pasalnya, karena tujuan dari pembuatan dari bisnis startup itu sendiri yakni membuat inovasi yang baru untuk masyarakat. Tentunya, perkembangan bisnis startup di Negara Indonesia saat ini telah membuahkan hasil yang memuaskan. Khususnya bagi tumbuh kembangnya teknologi. Contohnya adalah seperti Gojek, yang dulunya masyarakat harus jauh jauh pergi ke pangkalan ojek, saat ini masyarakat hanya perlu menunggu dirumah. Dan ojek pun bisa datang menghampiri kapan saja.

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad