Pengertian Absorption Costing: Kelebihan dan Cara Menghitungnya

- Penulis

Rabu, 30 Agustus 2023 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Absorption costing merupakan istilah untuk menyebutkan biaya penyerapan dalam suatu proses penentuan harga produk

Absorption costing merupakan istilah untuk menyebutkan biaya penyerapan dalam suatu proses penentuan harga produk

KotakuID Absorption costing merupakan istilah untuk menyebutkan biaya penyerapan dalam suatu proses penentuan harga produk. Metode ini biasanya akan digunakan saat Anda perlu mengumpulkan jumlah dana terkait produksi.

Agar lebih jelasnya tentang apa itu absorption costing, yuk simak penjelasan ulasan berikut ini. Diantaranya mulai dari pengertian, kelebihan, kekurangan, sampai cara menghitungnya!

Baca Juga: Standard Costing: Pengertian dan Perbedaan dengan Actual Costing

Pengertian Absorption Costing

Pengertian Absorption Costing: Kelebih dan dan Cara Menghitungnya

Absorption costing merupakan istilah lain dalam menyebut biaya penyerapan atau biaya penuh. Di dalam konsep dasar akuntansi, metode ini ditujukan untuk memperhitungkan semua biaya yang digunakan dalam proses pembuatan suatu produk.

Dapat dikatakan, semua biaya yang termasuk dalam absorption costing merupakan perhitungan yang Anda butuhkan saat ingin menyusun laporan keuangan bisnis.

Adapun beragam biaya tersebut di antaranya yaitu sebagai berikut :

  • Bahan baku adalah bahan-bahan utama untuk membuat suatu produk.
  • Biaya overhead manufaktur variabel yakni budget yang digunakan untuk keperluan operasional dan produksi sesuai volume, seperti perlengkapan manufaktur, listrik, serta utilitas semacamnya.
  • Biaya overhead manufaktur tetap, yakni budget yang dikeluarkan untuk operasional fasilitas akan tetapi bersifat tetap, seperti biaya sewa atau asuransi.
  • Upah tenaga kerja, yakni gaji pegawai yang dibayarkan selama proses produksi.

Nah, dalam perhitungan absorption costing, biaya yang berkaitan dengan proses produksi nantinya akan dicantumkan sebagai aset dalam akun persediaan hingga produk tersebut dijual. Yang mana biaya ini nantinya akan dimasukkan ke dalam harga pokok penjualan.

Kelebihan Menghitung Absorption Costing

Absorption costing merupakan istilah untuk menyebutkan biaya penyerapan dalam suatu proses penentuan harga produk. 2

Pada dasarnya, absorption costing merupakan metode untuk menentukan harga pokok produksi yang meliputi semua pengeluaran dalam proses pembuatan, baik biaya tetap ataupun variabel.

Dengan melalui metode ini, Anda nantinya bisa memperhitungkan setiap biaya yang berkaitan dengan proses produksi. Lalu, menjadikannya sebagai barang bernilai dengan harga dan standar yang sesuai.

Selain itu, manfaat dari absorption costing yaitu membantu perusahaan dalam memastikan bahwa harga produk yang ditetapkan telah mencakup keseluruhan biaya produksi. Sehingga, Anda pun bisa mempertimbangkan harga produk yang kompetitif dengan tepat.

Kekurangan Absorption Costing

Pengertian Absorption Costing Kelebih dan dan Cara Menghitungnya

Selain ada kelebihannya, absorption costing juga mempunyai sejumlah kekurangan. Salah satunya adalah kurang bermanfaat untuk pengambilan keputusan keuangan.

Hal ini karena, perhitungan absorption costing meliputi biaya overhead tetap sehingga tidak merepresentasikan biaya sebenarnya dari proses produksi. Sementara, biaya variabel akan digunakan sebagai alternatif untuk membuat pertimbangan produk terkait.

Absorption costing dinilai akan memengaruhi keuntungan perusahaan mengingat biaya tetap dimasukkan ke dalam biaya produksi. Biaya tetap tersebut tidak akan dikurangkan dari pendapatan selama produk belum terjual.

Baca Juga: Supervisor Gudang (Supervisor Warehouse): Pengertian, Tugas dan Tanggung Jawab

Cara Menghitung Absorption Costing

Pengertian Absorption Costing: Kelebih dan dan Cara Menghitungnya

Lantas, bagaimana cara menghitung absorption costing? Simak langkah-langkahnya berikut ini.

1. Rincikan Biaya secara Berkelompok

Cara menghitung absorption costing yaitu dilakukan dengan menentukan biaya-biaya terkait produksi terlebih dahulu. Anda harus mengelompok setiap biaya ke dalam kategorinya masing-masing sesuai dengan aktivitasnya.

Misalkan, kategori layanan pelanggan, biaya pemasaran, penelitian dan pengembangan, operasional, dan lain sebagainya.

2. Menentukan Penggunaan untuk Setiap Biaya

Setelah Ada mengelompokkan setiap biaya ke dalam berbagai kategori, kemudian Anda bisa coba tetapkan jumlah pemakaian biaya tersebut selama produksi berlangsung.

Tentukan setiap aktivitasnya, seperti total waktu yang dibutuhkan pegawai atau peralatan dan mesin dalam menjalankan operasional produksi.

3. Hitung Biaya

Jika semuanya telah dirincikan, Anda tinggal menghitung alokasi biaya tersebut untuk bisa mengetahui harga jual pada setiap produk.

Adapun rumus absorption costing yaitu sebagai berikut:

Absorption Costing Per Unit = (Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Bahan Langsung + Biaya Overhead Tetap + Biaya Overhead Variabel) : Jumlah Unit yang Diproduksi

Kesimpulan

Itu dia di atas pembahasan tentang pengertian absorption costing dan cara menghitungnya. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa absorption costing merupakan metode perhitungan yang didasarkan sesuai dengan jumlah persediaan hingga produk terjual.

Cara menghitung absorption costing juga akan membebankan biaya overhead ke setiap unit yang akan di produksi dalam masa tertentu. Sehingga. Anda pun bisa menentukan harga pokok penjualan.

Visited 12 times, 1 visit(s) today

Berita Terkait

Modal vs Kreativitas: Mana yang Lebih Penting Buat Bisnis Kamu?
Menurut Bygrave, Karakter Wirausaha yang Fokus dan Gak Kenal Lelah Itu Disebut Apa Sih?
Dampak Rilis NFP terhadap Pergerakan Gold dan USD di Pasar Global
Untuk Mendirikan Bisnis Sebaiknya Dimulai Dengan Langkah yang Tepat
Ini Arti Down Payment Dalam Dunia Bisnis (DP)
Berikut adalah Beberapa Kegiatan 4 Bidang Pengembangan yang Termasuk dalam Kategori Keilmiahan
Apakah Semua Pengusaha Wajib PKP? Berikut Penjelasan Lengkap Mengenai PKP (Pengusaha Kena Pajak)
Apa yang Dimaksud Kategori Barang Mewah? Dan Apa Saja Contohnya?

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:44 WIB

Modal vs Kreativitas: Mana yang Lebih Penting Buat Bisnis Kamu?

Sabtu, 6 Desember 2025 - 19:44 WIB

Menurut Bygrave, Karakter Wirausaha yang Fokus dan Gak Kenal Lelah Itu Disebut Apa Sih?

Jumat, 21 November 2025 - 21:01 WIB

Dampak Rilis NFP terhadap Pergerakan Gold dan USD di Pasar Global

Rabu, 23 April 2025 - 20:43 WIB

Untuk Mendirikan Bisnis Sebaiknya Dimulai Dengan Langkah yang Tepat

Senin, 7 April 2025 - 12:56 WIB

Ini Arti Down Payment Dalam Dunia Bisnis (DP)

Berita Terbaru

Beasiswa

Mahasiswa KIP: Siapa Sih Mereka dan Apa Untungnya?

Jumat, 30 Jan 2026 - 17:48 WIB

Blogging

Cara Masak Genjer: Resep Lengkap & Praktis Buat Semua

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:50 WIB

Untuk Guru

SP.datadik 101: Tutorial Akses Data Sekolah & Guru

Kamis, 29 Jan 2026 - 17:33 WIB

Blogging

Komik: Hiburan yang Bawa Pesan Penting

Kamis, 29 Jan 2026 - 12:46 WIB