Kotaku
Home Pendidikan Pembelajaran Nadiem Makarim: Penerapan Kurikulum Merdeka Dorong Literasi di Sekolah

Nadiem Makarim: Penerapan Kurikulum Merdeka Dorong Literasi di Sekolah

Kotaku.id Nadiem Makarim: Penerapan Kurikulum Merdeka Dorong Literasi di Sekolah – Menurut Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, penggunaan Kurikulum Merdeka telah terbukti dapat meningkatkan tingkat literasi di berbagai sekolah. Menurutnya, ada peningkatan yang signifikan dalam kemampuan literasi sekolah sejak Kurikulum Merdeka diterapkan, bahkan di wilayah yang terpencil seperti Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Nadiem menekankan bahwa perkembangan literasi ini terus meningkat dari waktu ke waktu, terutama di sekolah yang mengadopsi Kurikulum Merdeka.

Kurikulum Merdeka Dorong Literasi di Sekolah

Kurikulum Merdeka Dorong Literasi di Sekolah

Menurut Nadiem, tidak hanya sekolah-sekolah di daerah yang sudah maju yang mengalami peningkatan literasi, tetapi juga di daerah yang biasanya dianggap tertinggal. Hal ini menjadi bukti bahwa peningkatan dalam literasi tidak hanya terjadi di daerah yang sudah maju, tetapi juga secara signifikan di daerah yang sebelumnya dianggap tertinggal. Nadiem menegaskan bahwa ini adalah bukti bahwa perbaikan dalam literasi telah terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Melihat dari skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia pada tahun 2022, terdapat peningkatan yang cukup signifikan dalam hasil pembelajaran literasi. Nadiem Makarim menjelaskan bahwa Indonesia berhasil meningkatkan peringkatnya sebanyak 5 hingga 6 posisi dibandingkan dengan tahun 2018.

“Peringkat literasi baca Indonesia dalam PISA 2022 meningkat sebanyak 5 posisi dari sebelumnya. Demikian juga dengan literasi matematika, peringkat Indonesia dalam PISA 2022 juga mengalami peningkatan sebanyak 5 posisi,” kata Nadiem seperti yang dilansir dari situs resmi Kemendikbudristek. Diketahui bahwa peningkatan skor PISA untuk kategori-kategori penilaian tersebut merupakan pencapaian tertinggi peringkat Indonesia sejak bergabung dengan PISA.

Penerapan Kurikulum Merdeka

Penerapan Kurikulum Merdeka

cara penerapan Kurikulum Merdeka yang dapat mendorong literasi di sekolah:

1.      Pembelajaran Berpusat pada Peserta Didik

Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Hal ini berarti bahwa peserta didik didorong untuk aktif dalam proses pembelajaran, termasuk dalam mencari informasi dan pengetahuan. Pendekatan ini mendorong peserta didik untuk lebih sering membaca dan menulis. Mereka harus mencari informasi dari berbagai sumber untuk menyelesaikan tugas dan proyek belajar.

2.      Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Kurikulum Merdeka mewajibkan sekolah untuk melaksanakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Proyek ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar di luar kelas dan menerapkan pengetahuan mereka dalam kehidupan nyata. Banyak proyek yang dapat dilakukan untuk mendorong literasi, seperti:

  • Membuat buku cerita
  • Menulis artikel atau blog
  • Membuat majalah dinding
  • Melakukan kegiatan perpustakaan keliling
  • Mengadakan lomba baca puisi atau cerpen

3.      Jam Baca Independen

Kurikulum Merdeka mengalokasikan waktu khusus untuk Jam Baca Independen. Pada waktu ini, peserta didik dibebaskan untuk membaca buku apa pun yang mereka sukai. Kebijakan ini mendorong peserta didik untuk mengembangkan kebiasaan membaca dan menumbuhkan kecintaan mereka terhadap buku.

4.      Asesmen yang Beragam

Kurikulum Merdeka menggunakan asesmen yang beragam untuk menilai kemajuan belajar peserta didik. Asesmen ini tidak hanya berfokus pada tes tertulis, tetapi juga pada penilaian kinerja dan portofolio. Penilaian portofolio dapat mendorong peserta didik untuk mendokumentasikan karya tulis mereka, seperti puisi, cerpen, atau artikel. Hal ini dapat membantu mereka untuk melihat perkembangan kemampuan literasi mereka dari waktu ke waktu.

5.      Guru sebagai Fasilitator

Dalam Kurikulum Merdeka, guru berperan sebagai fasilitator yang membantu peserta didik belajar. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi, tetapi mereka membantu peserta didik untuk menemukan informasi dan pengetahuan sendiri. Guru dapat mendorong literasi di sekolah dengan:

  • Menyediakan berbagai bahan bacaan yang menarik bagi peserta didik
  • Membimbing peserta didik dalam memilih buku yang sesuai dengan minat mereka
  • Memberikan umpan balik yang konstruktif atas karya tulis peserta didik
  • Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk membaca dan menulis

Kesimpulan

Penerapan Kurikulum Merdeka membawa potensi yang signifikan dalam mendorong keterampilan literasi di lingkungan sekolah. Dengan memberikan fleksibilitas kepada sekolah dan siswa serta menyediakan beragam strategi dan dukungan, Kurikulum ini berperan penting dalam memperkaya budaya literasi di seluruh Indonesia.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa kesuksesan penerapan Kurikulum saat ini dalam meningkatkan literasi di sekolah tidak semata-mata bergantung pada kebijakan dan program pemerintah semata. Peran aktif dari para pendidik, orang tua, dan seluruh masyarakat menjadi krusial dalam membentuk lingkungan yang mendukung untuk pengembangan keterampilan literasi. Dengan kolaborasi yang kokoh antara semua pihak terkait, potensi Kurikulum dalam mengangkat tingkat literasi di Indonesia dapat lebih optimal terwujud.

Dengan demikian, penerapan Kurikulum saat ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga merupakan upaya bersama seluruh elemen masyarakat untuk memastikan bahwa setiap individu memiliki akses dan kemampuan untuk mengembangkan literasi secara holistik. Melalui kolaborasi yang kokoh dan komitmen yang kuat dari semua pihak, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang, yang ditopang oleh keahlian literasi yang kuat dan mendalam.

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad