Kotaku
Beranda Bisnis Ingin Tahu Contoh IoT Dalam Bisnis? Ini Penjelasannya

Ingin Tahu Contoh IoT Dalam Bisnis? Ini Penjelasannya

Ingin Tahu Contoh IoT Dalam Bisnis Ini Penjelasannya

Kotaku.id РUlasan dibawah ini akan membahas mengenai contoh IoT dalam bisnis. Perlu diketahui, manfaat penerapan IoT dalam bisnis antaranya yaitu bisa meningkatkan efisiensi operasional, menciptakan peluang bisnis baru, mengurangi downtime, produktivitas, memaksimalkan pemanfaatan aset, serta meningkatkan inovasi pada produk.

Diperkirakan, bahwa pada tahun 2030 IoT bisa menghasilkan nilai ekonomi dengan jangkauan sebesar $5,5 triliun sampai $12,6 triliun secara global. Paling utama dalam aplikasi B2B (Business to Business). Walaupun ada kesempatan besar untuk adanya penerapan IoT dalam bisnis, masih ada tantangan yang perlu diatasi.

Contoh IoT dalam Bisnis

Dibawah ini merupakan contoh IoT (Internet of Things) untuk memberdayakan manufaktur. Perlu diketahui, penerapan IoT mampu menyebabkan revolusi industri lainnya.

Alasan sederhananya yaitu perangkat kecil yang terhubung ke jaringan internet untuk meningkatkan produktivitas, meminimalkan pengeluaran yang tidak terduga, serta mempengaruhi keamanan kerja:

1. Sistem Manajemen Inventori (Inventory Management System)

Dalam pengelolaan suplai untuk manufaktur bisa ditambahkan dengan barcode atau RFID dalam setiap material bahan baku. Dengan adanya penambahan ID ini, bisa dilakukan pengelolaan inventory yang jauh lebih baik. Baik itu dalam penempatan, monitoring ketersediaan, pelacakan penggunaan material serta menentukan kapan harus melakukan re-inventory.

Manajemen jarak jauh, otomatisasi proses, serta optimalisasi mampu memberikan hasil yang lebih signifikan. Efisiensi pabrik ini semakin meningkat dengan adanya penerapan sistem manajemen inventaris.

2. Monitoring Proses Jarak Jauh (Remote Process Monitoring)

Dalam proses manufaktur, hampir sebagian besar proses berjalan otomatis dan bergantung dalam perangkat lunak khusus. Hal ini dilakukan agar terhindar dari kesalahan manusia. Pekerjaan yang sifatnya rutin bisa dipercayakan kepada mesin yang mampu bekerja sepanjang waktu. Hal ini mampu menawarkan produktivitas kerja yang jauh lebih tinggi dengan adanya biaya yang lebih rendah. Hal ini bisa dihubungkan ke dalam jaringan sehingga pemantauan proses manufaktur bisa dilaksanakan dari jarak jauh.

3. Sistem keamanan cerdas

Sistem keamanan modern diketahui melakukan lebih dari sekadar memungkinkan pengamatan situasi dari kantor yang berbeda maupun di gudang. Dengan menggunakan kecerdasan buatan, kamera pintar bisa mengenali wajah dan akan memberi tahu jika ada orang asing yang memasuki ruangan hanya dengan akses terbatas. Sensor dengan pengenalan kebisingan maupun gerakan akan membantu mencegah perampokan. Kemudian akan meningkatkan keamanan fasilitas manufaktur secara keseluruhan.

4. Pemeliharaan peralatan secara prediktif

Pabrik akan menginvestasikan jumlah uang yang mana mengesankan dalam hal perbaikan dan pemeliharaan peralatan. Tidak hanya itu, setiap jeda akan menghentikan produksi (downtime) yang merupakan suatu kerugian uang yang signifikan. Akan tetapi, sensor yang terhubung dalam peralatan bisa terus menerus mengukur performa peralatan untuk bisa mendeteksi setiap perubahan, bahkan sebelum terjadi kerusakan. Jika cacat dalam alat terdeteksi, maka sistem akan menjadwalkan perawatan secara otomatis untuk bisa memperbaikinya sebelum menjadi masalah. Dengan begitu pemeliharaan yang bersifat prediktif bisa dilakukan.

5. Logistic Management (Manajemen Logistik)

Dapat menghubungkan produsen dengan pengecer, sistem logistik menggunakan IoT dalam bisnis mampu memberikan banyak kemungkinan. Khususnya untuk meningkatkan keamanan dan keandalan. IoT dalam bisnis diketahui sudah memungkinkan hal ini.

Misalnya adalah adanya pelacakan pengiriman, sistem ini bisa melacak pesanan sudah sampai mana pengirimannya. Sensor kecil akan dipasang dalam transportasi agar bisa mengirim sinyal mengenai lokasi barang yang sebenarnya. Bahkan bisa memperkirakan waktu kedatangan. Mereka juga bisa melaporkan kondisi pengiriman (kelembaban, suhu, tingkat getaran, dan lain sebagainya) yang paling bermanfaat yakni ketika menangani barang yang mudah rusak;

Contoh IoT dalam bisnis yang lainnya adalah kontrol jarak tempuh dan biaya bahan bakar. Adapun, sensor juga bisa mengontrol jarak tempuh kendaraan yang nantinya akan menentukan apakah pengemudi tersebut mematuhi rute yang ditentukan. Fitur ini, bersamaan dengan kontrol biaya bahan bakar, bisa membantu mengungkap pengemudi yang tidak bisa diandalkan yang mana menggunakan kendaraan untuk tujuan mereka sendiri.

Kesimpulan

Itulah diatas pembahasan tentang IoT dalam bisnis. Semoga informasi mengenai IoT dalam bisnis diatas bisa memberikan kontribusi pengetahuan dan pemahaman bagi Anda para pembaca setia kotaku.id.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan