Doa pelunas hutang sebelum tidur merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang sedang terbebani utang. Doa ini diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW melalui sahabat-sahabatnya dan diriwayatkan dalam kitab Shahih Muslim. Amalan ini menjadi bagian dari doa-doa sebelum tidur yang tidak hanya memohon perlindungan dari segala keburukan, tetapi juga secara khusus meminta kepada Allah agar utang dilunasi dan terhindar dari kemiskinan. Bagi banyak orang yang merasa terlilit hutang, membaca doa ini dengan penuh keyakinan sebelum beristirahat menjadi salah satu bentuk tawakal yang kuat, sambil tetap berusaha mencari rezeki halal untuk melunasi kewajiban.

Doa utama yang dimaksud adalah doa panjang yang diajarkan Abu Shalih kepada murid-muridnya, sebagaimana diriwayatkan dari Suhail bin Abi Shalih dari ayahnya, yang bersambung kepada Abu Hurairah radhiyallahu anhu. Lafaz lengkapnya adalah: “Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqoon. A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.”
Artinya: “Ya Allah, Rabb langit yang tujuh, Rabb ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu, yang membelah biji dan biji kurma, yang menurunkan Taurat, Injil, dan Al-Furqan. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan segala sesuatu yang Engkau pegang ubun-ubunnya. Ya Allah, Engkau Yang Awal, tidak ada sesuatu pun sebelum-Mu. Engkau Yang Akhir, tidak ada sesuatu pun setelah-Mu. Engkau Yang Zhahir, tidak ada sesuatu pun di atas-Mu. Engkau Yang Bathin, tidak ada sesuatu pun di bawah-Mu. Lunaskanlah utang kami dan cukupkanlah kami dari kefakiran.”
Doa ini memiliki sanad yang shahih dan disebutkan dalam Shahih Muslim no. 2713. Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa “utang” dalam doa ini mencakup segala kewajiban, baik kepada Allah Ta’ala maupun kepada sesama hamba. Oleh karena itu, doa ini sangat luas manfaatnya, tidak hanya untuk hutang finansial, tetapi juga untuk melunasi segala bentuk tanggungan agama dan dunia.
Cara mengamalkan doa pelunas hutang sebelum tidur sangatlah mudah dan sesuai dengan sunnah tidur Nabi SAW. Dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu, berbaring di sisi kanan tubuh, kemudian membaca doa-doa perlindungan umum sebelum tidur, dilanjutkan dengan doa ini. Beberapa ulama seperti Ustadz Adi Hidayat menekankan agar doa ini dibaca secara rutin setiap malam, bukan hanya saat sedang banyak hutang, agar menjadi kebiasaan yang membawa keberkahan. Membaca dengan penuh khusyuk, pemahaman makna, dan keyakinan bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu akan semakin meningkatkan kekhusyukan.
Selain doa utama tersebut, terdapat beberapa doa pendukung lain yang juga diajarkan Rasulullah SAW untuk masalah hutang. Di antaranya adalah doa perlindungan dari lilitan utang yang dibaca pagi dan sore: “Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazani, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasali, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhli, wa a’udzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijal.” Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari ketakutan dan kekikiran, serta dari lilitan utang dan tekanan manusia.” Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan sangat bermanfaat untuk menenangkan hati bagi yang sedang terbebani hutang.
Doa lain yang sering diamalkan adalah “Allahumma akfini bi halalika ‘an haramika wa aghnini bi fadlika ‘amman siwaka” yang artinya “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal-Mu dari yang haram-Mu, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung kepada selain-Mu.” Doa ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan sangat sesuai dibaca kapan saja, termasuk sebelum tidur, sebagai bentuk tawakal kepada rezeki halal.
Mengamalkan doa pelunas hutang sebelum tidur bukan berarti kita boleh bermalas-malasan atau menunda-nunda usaha melunasi kewajiban. Islam mengajarkan keseimbangan antara doa dan ikhtiar. Rasulullah SAW sendiri sangat menekankan pentingnya melunasi hutang secepat mungkin, bahkan beliau pernah menunda shalat jenazah seseorang yang masih memiliki hutang hingga dilunasi oleh keluarganya. Oleh karena itu, doa ini harus disertai dengan sikap hemat, mencari tambahan rezeki halal, menghindari utang baru yang tidak perlu, dan senantiasa meminta maaf serta menyelesaikan hak-hak orang lain.
Banyak kisah dan kesaksian umat Islam yang merasakan keberkahan setelah rutin mengamalkan doa ini. Meski tidak ada jaminan instan, keyakinan bahwa Allah Maha Pengasih dan Maha Pemberi rezeki sering membuka pintu-pintu kemudahan yang tidak terduga, seperti rezeki tak terduga, kemudahan cicilan, atau pertolongan dari orang lain. Yang terpenting adalah hati yang tenang dan tawakal yang benar setelah berdoa.
Sebagai penutup, doa pelunas hutang sebelum tidur adalah salah satu warisan indah dari Rasulullah SAW yang mengajarkan kita untuk selalu bergantung kepada Allah dalam segala urusan, termasuk masalah keuangan. Dengan membacanya secara rutin sambil tetap berikhtiar maksimal, seorang muslim diharapkan dapat terbebas dari beban hutang serta kefakiran, baik secara lahir maupun batin. Semoga Allah SWT melunasi segala hutang kita, mencukupi kebutuhan kita dengan rezeki halal, dan menjauhkan kita dari segala bentuk kesulitan dunia dan akhirat. Amalkanlah dengan istiqomah, niscaya keberkahan akan menyertai.









