Kotaku
Home Bisnis 5 Bisnis yang Rawan Pencucian Uang di Indonesia, Ada Bisnis Apa Saja Ya?

5 Bisnis yang Rawan Pencucian Uang di Indonesia, Ada Bisnis Apa Saja Ya?

5 Bisnis yang Rawan Pencucian Uang di Indonesia, Ada Bisnis Apa Saja Ya?

Kotaku.id – Pembahasan dibawah ini akan membahas secara lengkap terkait deretan bisnis yang rawan pencucian uang di Indonesia. Yuk simak ulasannya sampai habis!

Tindak pidana pencucian uang saat ini menjadi topik hangat diperbincangkan di media sosial. Pencucian uang atau money laundering merupakan suatu usaha menyembunyikan uang hasil tindak pidana dengan melalui berbagai bentuk transaksi keuangan. Misalnya seperti membangun bisnis, sehingga seolah-olah seperti harta yang sah.

Pada tahun 2023, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan ada sejumlah usaha yang rawan terlibat pencucian uang di Indonesia. Laporan ini diketahui diambil dari data pada tahun 2021 dengan menggunakan riset kuantitatif dan kualitatif. Lalu, apa saja bisnis yang rawan pencucian uang di Indonesia? Yuk simak daftarnya di bawah ini!

1. Dealer kendaraan bermotor

Bisnis yang rawan terlibat dalam pencucian uang paling pertama yaitu dealer kendaraan bermotor. Pada tahun 2017, PPATK menerima lebih dari 2.000 laporan terhadap perusahaan penjual kendaraan bermotor.

Pelaporan ini diketahui menyangkut Transaksi Keuangan Mencurigakan (TKM), Transaksi Keuangan Tunai (TKT) minimal senilai Rp500 juta, serta Transaksi Keuangan Transfer Dana dari dan ke Luar Negeri (TKL). Tidak heran jika bisnis ini menjadi ladang untuk praktik pencucian uang di Indonesia.

2. Perdagangan valas

Perdagangan valas adalah pertukaran mata uang dari berbagai negara yang biasa digunakan untuk tujuan tertentu misalnya investasi sampai perjalanan internasional. Tidak heran jika perdagangan valas menjadi salah satu sektor bisnis yang rawan terlibat dalam pencucian uang. Dengan menukarkan ke mata uang dengan tujuan tertentu, uang milik pelaku pencucian uang bisa tersamarkan.

3. Operator transfer uang

Operator transfer uang merupakan sebuah perusahaan finansial bukan bank yang menyediakan layanan transfer uang lintas negara. Yakni dengan menggunakan sistem internal mereka atau akses ke jaringan perbankan lintas batas lainnya. Sektor ini menjadi salah satu bisnis yang rawan terlibat dalam tindak pencucian uang. Biasanya, para pelakunya berupaya memindahkan uang mereka ke negara lain, sehingga tidak terlihat dan tersamarkan.

4. Usaha properti

Usaha properti diketahui menjadi salah satu bisnis yang sangat rawan terlibat pencucian uang. Properti memang dipandang sebagai lahan yang tepat untuk mengalihkan ‘uang kotor’, sehingga menjadi terlihat misalnya harta kekayaan yang sah.

Di Indonesia, tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang sempat ramai diperbincangkan yaitu kasus Rafael Alun Trisambodo. Rafael Alun didakwa melakukan pencucian uang bersama dengan istrinya yang mana total nilai mencapai Rp100 miliar. Nilai ini kemudian dialihkan menjadi aset tanah dan bangunan.

Tidak hanya itu, kasus pencucian uang yang berupa usaha properti lainnya yaitu kasus Asabri pada tahun 2021 lalu. Beberapa pelaku menyamarkan uang dengan membelanjakannya untuk properti. Yang mana akta jual belinya menggunakan nama orang lain. Propertinya ini terdiri dari apartemen, tanah, dan bangunan lain.

5. Bank komersial

Pelaku pencucian uang juga diketahui memanfaatkan bank komersial untuk memuluskan jalannya. Pelaku diketahui memanfaatkan teknologi perbankan untuk membuka rekening bank atau kartu kredit dengan nama orang lain, sehingga uang kotor yang dimilikinya tersamarkan.

Di Indonesia, ada beberapa kasus dugaan tindak pidana pencucian uang yang satu ini. Yang mana melibatkan lembaga perbankan. Contohnya adalah kasus TPPU eks Dirut Bank Jambi dan kasus Bank Arfindo pada tahun 2023.

Kesimpulan

Nah, itulah di atas pembahasan terkait beberapa usaha yang rawan pencucian uang di Indonesia menurut data PPATK pada tahun 2023. Demikian pembahasan kali ini, semoga informasi yang disampaikan di atas bisa bermanfaat ya!

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad