**Mantan Suami Salmafina Sunan yang Menceraikannya Lewat WhatsApp karena Perkara Legging**
Kasus perceraian antara Salmafina Sunan dan Taqy Malik menjadi salah satu perbincangan publik yang paling sering diungkit kembali di media sosial Indonesia. Pernikahan keduanya yang sempat menjadi sorotan karena latar belakang Taqy Malik sebagai hafidz Quran dan pendakwah akhirnya kandas dengan cara yang cukup dramatis. Mantan suami Salmafina, yaitu Taqy Malik, dikabarkan menceraikannya melalui pesan WhatsApp. Isu yang paling mencuat adalah perkara celana legging yang dipakai Salmafina saat liburan keluarga di Swiss, yang menjadi salah satu pemicu konflik rumah tangga mereka.

Kronologi perceraian ini bermula dari pernikahan Salmafina Sunan dan Taqy Malik yang berlangsung singkat. Pernikahan tersebut hanya bertahan beberapa waktu sebelum akhirnya berujung pada talak. Menurut keterangan ayah Salmafina, Sunan Kalijaga, masalah legging muncul saat keluarga melakukan liburan keliling Eropa pada Desember 2017. Saat berada di Swiss yang bersalju dan cuaca ekstrem, Salmafina mengenakan legging di bawah pakaian syar’i untuk alasan kenyamanan dan keselamatan, karena tanpa legging, bagian kaki bisa terlihat saat melangkah di salju. Namun, pilihan busana tersebut menjadi masalah besar dalam rumah tangga mereka.
Taqy Malik disebut tidak setuju dengan penggunaan legging tersebut, meskipun Salmafina mengenakannya di bawah pakaian tertutup. Konflik ini memuncak hingga Taqy Malik memutuskan untuk menceraikan Salmafina melalui pesan WhatsApp. Sunan Kalijaga pernah menegaskan bahwa putrinya menangis mengadu kepadanya karena persoalan ini. Ia bahkan bersedia “taruhan kuping” untuk membuktikan bahwa cerita tentang legging bukan hoaks, melainkan fakta yang terjadi dalam rumah tangga anaknya.
Isu ini kembali ramai diperbincangkan setelah Sherel Thalib, istri kedua Taqy Malik, mengunggah pernyataan di media sosial yang menyebut bahwa narasi perceraian karena legging hanyalah hoaks media. Sherel mengaku risih dengan orang-orang yang masih percaya pada cerita tersebut. Unggahan itu langsung memicu reaksi dari Salmafina Sunan dan keluarganya. Salmafina kemudian membagikan foto dirinya mengenakan legging abu-abu saat berada di salju Swiss untuk membuktikan bahwa perkara tersebut memang benar terjadi.
Sunan Kalijaga juga angkat bicara dan membenarkan bahwa masalah legging menjadi salah satu pemicu perceraian. Namun, ia menjelaskan bahwa persoalan itu tidak dibawa ke persidangan pengadilan karena permintaan Salmafina sendiri. Putrinya ingin proses perceraian berjalan cepat dan tidak berlarut-larut di ruang publik. Akhirnya, perceraian diselesaikan secara cepat, dengan talak yang disampaikan melalui aplikasi pesan WhatsApp.
Kasus ini mencerminkan bagaimana perbedaan pandangan tentang busana dan penafsiran agama dapat menjadi pemicu konflik dalam rumah tangga. Di satu sisi, Salmafina dan keluarganya melihat penggunaan legging sebagai kebutuhan praktis di cuaca dingin ekstrem. Di sisi lain, Taqy Malik memiliki pandangan yang lebih ketat terhadap busana wanita. Polemik ini juga menunjukkan betapa kuatnya pengaruh media sosial dalam menghidupkan kembali isu lama, terutama ketika melibatkan tokoh publik seperti pendakwah dan anak selebriti.
Meskipun pernikahan mereka telah lama berakhir dan kedua belah pihak telah melanjutkan kehidupan masing-masing, cerita tentang mantan suami Salmafina yang menceraikannya lewat WhatsApp karena perkara legging tetap menjadi pelajaran menarik tentang dinamika rumah tangga di era digital. Perceraian melalui pesan singkat semakin umum terjadi, tetapi sering kali menyisakan trauma dan perdebatan publik yang berkepanjangan.
Secara keseluruhan, kasus perceraian Salmafina Sunan dan Taqy Malik menunjukkan bahwa perbedaan kecil dalam hal penafsiran dan gaya hidup dapat menjadi pemicu besar dalam sebuah pernikahan. Perkara legging yang sempat dianggap sepele oleh sebagian orang ternyata menjadi salah satu faktor yang mempercepat berakhirnya rumah tangga mereka, lengkap dengan talak yang disampaikan melalui WhatsApp. Di tengah perdebatan yang masih berlangsung hingga kini, kisah ini mengingatkan kita semua bahwa komunikasi, toleransi, dan kesepahaman menjadi kunci utama dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Baik Salmafina maupun Taqy Malik kini telah melanjutkan hidup dengan pasangan masing-masing, namun warisan cerita ini tetap menjadi bagian dari ingatan publik Indonesia.









