Dunia pendidikan tanah air kembali diguncang oleh kabar tak sedap. Sebuah video yang diduga melibatkan seorang guru besar dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) beredar luas di media sosial dan grup-grup perpesanan. Video tersebut memperlihatkan adegan yang dinilai tidak pantas dilakukan oleh seorang akademisi bergelar tinggi. Tak ayal, publik pun dibuat heboh dan mempertanyakan integritas serta moralitas tokoh pendidikan tersebut.
Hingga kini, pihak ULM belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kebenaran video tersebut. Namun, reaksi masyarakat dan netizen terus bermunculan, bahkan beberapa organisasi mahasiswa sudah menyuarakan tuntutan agar pihak kampus segera melakukan investigasi mendalam.
Kronologi Beredarnya Video

Video berdurasi kurang dari dua menit itu pertama kali muncul pada malam hari di sebuah platform berbagi video pendek. Dalam waktu singkat, potongan-potongan video itu menyebar ke berbagai kanal, termasuk WhatsApp, X (Twitter), dan TikTok. Wajah dalam video tampak cukup jelas, memunculkan spekulasi bahwa sosok pria dalam rekaman tersebut adalah seorang guru besar aktif di ULM.
Beberapa pengguna media sosial mengklaim mengenali lokasi yang ditampilkan dalam video sebagai salah satu ruangan di lingkungan kampus. Namun, hingga saat ini belum ada verifikasi dari pihak berwenang mengenai lokasi, waktu, maupun keaslian video.
Respon Pihak Kampus
Rektorat Universitas Lambung Mangkurat masih menahan diri untuk berkomentar. Dalam pernyataan singkat yang disampaikan oleh Humas ULM, pihak universitas mengaku sedang mengumpulkan informasi dan akan menempuh jalur klarifikasi internal sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
“Kami mohon masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan. Semua pihak berhak mendapatkan proses yang adil. Saat ini, tim etik dan komite disiplin universitas sedang bekerja,” ujar seorang perwakilan kampus, Selasa pagi.
Reaksi Masyarakat dan Netizen
Tak butuh waktu lama, peristiwa ini menjadi trending topic di berbagai media sosial. Warganet terbagi menjadi dua kelompok besar. Sebagian menilai bahwa video tersebut adalah bentuk kegagalan moral individu yang seharusnya menjadi teladan. Namun, ada pula yang meminta publik untuk tidak gegabah menilai sebelum ada hasil investigasi resmi.
“Kalau memang terbukti, ini mencoreng nama baik institusi pendidikan. Tapi kalau tidak, tentu sangat merugikan pribadi dan institusi,” tulis salah satu pengguna X dengan tagar #SkandalGuruBesar.
Etika Akademik dalam Sorotan
Skandal seperti ini menambah daftar panjang kasus pelanggaran etika yang melibatkan tokoh-tokoh akademik. Dalam konteks pendidikan tinggi, seorang guru besar bukan hanya sekadar jabatan fungsional, tetapi juga simbol moral, intelektualitas, dan keteladanan.
Dosen adalah figur publik dalam ruang akademik yang seharusnya menjaga perilaku baik di ruang kelas maupun kehidupan pribadi. Masyarakat mempercayakan masa depan generasi muda kepada para pendidik, dan ketika kepercayaan itu dilukai oleh tindakan tidak pantas, maka wajar jika publik bereaksi keras.
Tuntutan Transparansi dan Penegakan Disiplin
Sejumlah alumni dan mahasiswa aktif menyampaikan aspirasi agar universitas terbuka dalam menangani kasus ini. Tuntutan utamanya adalah kejelasan proses dan hasil dari investigasi internal.
“ULM harus menunjukkan bahwa mereka serius menjaga integritas akademik. Tidak boleh ada pembiaran jika terbukti ada pelanggaran berat,” ungkap seorang mahasiswa Fakultas Hukum ULM.
Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa kasus ini akan ditangani secara tertutup karena menyangkut nama besar dan posisi struktural yang tinggi di lingkungan kampus. Oleh karena itu, publik menuntut adanya pelibatan pihak eksternal seperti Ombudsman atau Kementerian Pendidikan dalam pengawasan prosesnya.
Aspek Hukum dan Privasi
Pakar hukum menekankan bahwa penyebaran video pribadi tanpa izin juga merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang ITE. Bila video tersebut terbukti hasil rekayasa atau disebarkan tanpa persetujuan, maka pelaku penyebaran bisa dikenakan sanksi pidana.
“Perlu digarisbawahi, siapa pun berhak atas privasi. Namun jika terbukti melanggar etika dan hukum, maka ada konsekuensi yang harus ditanggung. Baik dari segi disiplin kepegawaian maupun sanksi moral di tengah masyarakat,” jelas seorang pengamat hukum dari Jakarta.
Imbas terhadap Reputasi Institusi
Skandal ini tentunya berdampak langsung terhadap citra ULM sebagai salah satu perguruan tinggi negeri tertua di Kalimantan. Dalam beberapa tahun terakhir, ULM dikenal sebagai kampus yang aktif melakukan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas akademik.
Namun kasus ini bisa menjadi noda serius jika tidak ditangani dengan cepat dan profesional. Dalam era digital, reputasi dapat runtuh hanya dalam hitungan jam apabila institusi bersikap pasif terhadap krisis yang sedang terjadi.
Kesimpulan
Kasus video yang diduga melibatkan guru besar ULM adalah ujian berat bagi dunia pendidikan. Ini bukan sekadar persoalan individu, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap institusi akademik. Penanganan yang transparan, adil, dan berdasarkan prinsip-prinsip etika akan menjadi kunci untuk menjaga marwah pendidikan tinggi di Indonesia.
Dalam waktu dekat, masyarakat tentu menunggu langkah tegas dari pihak kampus. Jika terbukti bersalah, sanksi berat menjadi keniscayaan. Sebaliknya, jika tidak terbukti, maka nama baik yang tercoreng harus dipulihkan dengan cara yang setara.
Sumber resmi untuk klarifikasi lebih lanjut:
Website ULM: https://ulm.ac.id
Email Humas: humas@ulm.ac.id









