Mengapa FOMO merugikan – Apakah anda tahu dengan FOMO? Ya FOMO menjadi sindrom yang marak belakangan ini. Ciri-cirinya adalah merasa takut tertinggal sesuatu, baik informasi atau tren terkini. Salah satu penyebab maraknya FOMO adalah penggunaan gadget dan konsumsi media yang berlebihan. Padahal perilaku FOMO sangatlah merugikan.
Mengapa FOMO merugikan diri sendiri dan orang lain? Semuanya akan dibahas dalam artikel berikut ini.
Mengenal Apa Itu FOMO

FOMO merupakan singkatan dari Fear of Missing Out, Istilah ini pertama kali dipopulerkan oleh Dr. Andrew K Przybylski pada tahun 2013. Istilah ini mengacu pada sindrom yang ramai terjadi di masyarakat berupa perasaan takut tertinggal dan umumnya ketakutan ini mengacu pada tren yang ada saat ini.
Perasaan FOO bisa menyerang siapa saja baik muda atau pun tua dan laki-laki atau pun perempuan. Menurut Dr. Andrew FOMO merupakan sindrom dimana seseorang percaya jika segala momen yang terjadi amatlah berharga dan tidak boleh terlewatkan. Ini membuat orang FOMO merasa tidak tenang dan merasa gelisah jika tidak ikut apa yang sedang trend saat ini.
Ciri-Ciri Orang dengan Sindrom FOMO
Sebagian besar manusia tentunya berpikir bahwa dirinya semakin hari harus semakin lebih baik dengan mengupgrade diri. Mereka akan merasa sedih jika tertinggal terhadap perkembangan yang ada.
Ternyata perasaan semacam ini tidak selamanya baik, karena ketika takut tertinggal maka akan muncul perasaan harus mengikuti semua hal yang bukan kebutuhannya. Nah berikut ini ciri-ciri orang dengan sindrom FOMO, yang bisa anda lihat:
- Terlalu lama bermain dengan gadget / menghabiskan waktu lama dengan gadget untuk hal-hal yang tidak penting
- Sangat penasaran dengan gosip terbaru atau informasi-informasi terbaru tentang kehidupan orang lain.
- Selalu setuju jika diajak untuk mengikuti sesuatu yang sedang trend saat ini.
- Lebih mementingkan media sosial daripada kehidupan nyata yang dimiliki.
- Rela merogoh kocek yang banyak demi mengikuti trend yang ada.
- Selalu ingin tahu berita terkini.
Mengenal Bahaya FOMO

Mengapa FOMO merugikan diri sendiri dan orang lain? FOMO ternyata cukup berbahaya karena bisa menganggu berbagai aspek kehidupan seseorang. Misalkan saja kondisi finansial, mengancam kesehatan jiwa dan mempengaruhi hubungan sosial. Kenapa bisa begitu? Berikut penjelasannya.
1. Mempengaruhi Kondisi Finansial
FOMO bisa mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal diluar nalar demi memuaskan egonya dan agar tidak merasa tertinggal dengan trend yang ada. Hal ini tentunya membuat orang dengan sindrom FOMO akan mengalami kesulitan finansial.
Mengapa bisa begitu? Karena mereka rela melakukan apa saja untuk ikut trend, termasuk merogoh kocek yang cukup dalam. Belum lagi mereka berani berhutang untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif.
Dari kebiasaan ini mencul kendala dalam keuangan seperti sulit menabung, terbiasa membeli sesuatu yang tidak penting, nekat berhutang dan mengandalkan pinjol sekalipun.
2. Mengancam Kesehatan Jiwa
Salah satu perilaku FOMO yang mencolok adalah cenderung memposting pengalaman positif dan menyembunyikan pengalaman negatif, karena takut akan kehilangan suatu momen. Perasaan takut inilah yang mengganggu kesehatan jiwa seorang dengan sindrom FOMO. Karena mereka akan mudah stress, cemas, sulit tidur, rendah diri bahkan hilang rasa percaya dirinya.
Lalu bagaimana jika hal ini sudah terjadi pada seseorang? Dirinya harus absen di sosial media terlebih dahulu. Lalu memiliki prinsip bahwa tidak semua tren harus diikuti dan dirinya memiliki dunia nyata yang harus dijalani.
Disinilah seseorang harus mendorong diri sendiri agar bisa tidur kembali dan menghilangkan perasaan stress. Harus diingat bahwa sosial media adalah dunia tipu-tipu dan tidak ada orang yang selalu bahagia sepanjang hidupnya, semua orang punya strugglenya sendiri.
3. Mempengaruhi Hubungan Sosial Seseorang
Ketika seorang dengan sindrom FOMO Merasa belum bisa mewujudkan keinginannya untuk mengikuti trend, maka orang tersebut akan mengasingkan diri dari orang lain.
Selain itu seorang FOMO cenderung meremehkan selera orang yang berbeda pandangan dengan dirinya. Bahkan mereka akan merasakan kesulitan berkomunikasi secara nyata karena terlalu fokus dengan dunia maya yang diikuti.
Penyebab Terjadinya FOMO

Setelah mengetahui mengapa FOMO merugikan diri sendiri dan orang lain, maka anda perlu mengetahui apa penyebab terjadinya FOMO tersebut. Karena ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi FOMO diantaranya adalah:
- Penggunaan Gadget Berlebihan : hal ini membuat orang menjadi tidak realistis. Mereka melihat standar kehidupan adalah kehidupan yang bahagia, menegangkan dan hanya berisi kesenangan belaka. Orang yang over menggunakan gadget tidak bisa membedakan dunia maya dan dunia nyata.
- Membandingkan diri dengan orang lain : kedua, di dunia maya orang hanya pamer akan kesenangan belaka. Hal ini membuat orang lain merasa kehidupannya sangat buruk, karena dia membandingkan kesenangan orang lain dengan penderitaannya. Ini yang mendorong seseorang untuk merasakan kesenangan orang lain melalui mengikuti trend-trend yang ada.
- Kurang bersyukur : kunci kebahagiaan adalah dengan bersyukur, jika orang kurang bersyukur maka dapat dipastikan bahwa dirinya tidak bahagia dengan hidupnya. Sehingga dia terus mencari kebahagiaan tanpa tau apa definisi kebahagian tersebut.
- Mudah terpengaruh oleh lingkungan : penyebab terjadinya FOMO yang terakhir adalah mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Kita dilingkungannya mendapatkan suatu pencapaian dari trend maka dirinya memiliki mindset harus ikut melakukan atau mendapatkan trend tersebut.
Cara Mencegah FOMO
Perilaku FOMO memang cukup membahayakan jika dibiarkan begitu saja. Karena bisa memberikan efek negatif yang parah bahkan sampai gangguan jiwa. Oleh karena anda membutuhkan cara mencegah FOMO, dengan cara sebagai berikut ini:
1. Membatasi Penggunaan Gadget Terutama Media Sosial
Semakin sering anda bermain gadget (media sosial) maka kemungkinan anda terpengaruh dengan apa yang dilihat akan semakin besar. Karena ada kecenderungan dari diri seseorang dimana dirinya tidak pernah puas dengan apa yang dilihat dan dimiliki.
Apalagi media sosial merupakan tempat dimana orang pamer akan hal-hal yang indah saja, tidak menampakkan hal yang buruk. Maka orang yang melihatnya akan terpancing iri dan ingin mendapatkan apa yang serupa. Inilah yang membuat jiwa menjadi rusak.
2. Menghargai Diri Sendiri
Meskipun terdengar klise namun ini sangat lah penting dilakukan terlebih di zaman modern seperti sekarang. Banyak orang FOMO yang rela membeli sesuatu yang sedang trend meskipun mengganggu cash flow bulanan nya. Mereka tidak melihat diri sendiri sebagai seseorang yang unik, mereka merasa mereka akan dihargai jika ikut trend.
3. Fokus Pada Tujuan yang Ingin Diraih
Setiap manusia memiliki tujuan yang ingin diraihnya selama hidup. Jika anda fokus pada tujuan ini maka anda akan selalu ada di jalur yang benar dan tidak sempat membuang-buang waktu untuk kesenangan sementara yang mengganggu anda mencapai tujuan tersebut.
4. Menggali Potensi Dalam Diri
Fokuslah untuk menggali potensi dalam diri yang bisa menaikkan value diri. Ini sangat berdampak besar untuk anda di masa depan. Jangan sampai anda mudah terdistraksi dengan hal-hal update namun tidak penting dan hanya menghabiskan waktu semata.
5. Selalu Berpikir Positif
Mengapa FOMO merugikan diri sendiri? Karena membuat anda tidak bersyukur sehingga selalu berpikir negatif. Oleh karena untuk mencegah FOMO anda harus selalu berpikir positif.
Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak syukur atas hal-hal yang sudah terjadi dalam kehidupan anda. Meskipun yang orang lain miliki tidak ada pada hidup anda, namun semua yang ada di hidup anda merupakan suatu anugerah dari yang maha kuasa.
Penutup
Itulah penjelasan mengapa FOMO merugikan diri sendiri dan orang lain. Anda harus peka dengan ciri-ciri orang FOMO dan penyebab FOMO, jika anda merasa sudah menjadi orang FOMO atau orang terdekat anda sudah terkena sindrom FOMO maka segeralah atasi dan tangani menggunakan beberapa cara yang sudah dijelaskan.









