Kotaku
Home Pendidikan Untuk Guru Waspada! Ini 5 Jenis Bullying di Sekolah dan Cara Mengatasi

Waspada! Ini 5 Jenis Bullying di Sekolah dan Cara Mengatasi

Tahukah Anda jika terdapat beberapa jenis bullying di sekolah? Maraknya kasus bullying di Indonesia tentu saja membuat guru dan orang tuan khawatir dan harus tetap waspada mengawasi anak-anak.

Tindakan perundungan atau bullying di sekolah tidak hanya kekerasan secara fisik, tetapi juga secara emosional. Jenis bullying secara psikis biasanya tidak disadari oleh pelaku atau korban, dan dianggap sebagai candaan. Oleh karena itu sebagai guru dan orang tua harus memahami jenis bullying sehingga dapat melakukan tindakan pencegahan pada kasus perundungan di sekolah.

 Untuk mengetahui apa saja jenis bullying di sekolah yang dapat terajadi, kotaku.id telah rangkumkan informasinya berikut ini.

Jenis Bullying di Sekolah

Beberapa jenis bullying di sekolah yang harus diwaspadai oleh guru dan orang tua, tidak hanya perundangan berupa tindakan fisik tetapi juga beberapa jenis berikut ini.

Bullying Fisik

Jenis perundungan ini fisik adalah jenis bullying yang banyak ditemukan karena kasusnya viral dan diperbincangkan banyak orang. Jenis perundungan ini adalah yang paling sering dan mudah dikenali. Karena korban akan mendapatkan perlakuan kasar berupa kekerasan fisik dari perilaku bullying.

Tanda sata sisa mendapat perlakuan perundungan fisik dapat dilihat dari tanda-tanda yang ada di tubuhnya, seperti luka-luka atau anak merasa kesakitan di beberapa bagian tubuh. Jenis bullying dapat menjadi korban sangat trauma.

Contoh perundingan yang dilakukan biasanya adalah aksi pemukulan yang dapat meninggalkan luka pada tubuh korban. Selain itu, perundungan fisik juga dapat berupa seperti menggertak, menghadang jalan, melempar benda dan lain-lain.

Bullying Verbal

Dikatakan bahwa bullying verbal adalah yang paling sering terjadi, dan biasanya pelaku tidak sadar yang dilakukan adalah tindakan perundungan. Banyak pelaku perundungan verbal yang membenarkan tindakannya karena menganggap hal tersebut hanya sebuah lelucon atau gurauan. Tetapi, perundungan verbal justru dapat membuat korban menjadi depresi dan trauma.

Pelaku perundungan verbal, biasanya menggunakan penyertaan secara lisan atau kata-kata, yang dapat menyinggung sang korban. Dampak dari bullying adalah siswa akan menjadi midner dan tidak berani menyampaikan pendapatnya. Mereka yang mendapat bullying juga akan menjadi pendiam dan tidak percaya diri.

Bullying Seksual

Perilaku perundungan seksual biasanya terjadi ketika siswa dalam usia remaja awal. koran dapat mengalami trauma yang akan mempengaruhi keadaan fisik dan mentalnya. Sexual harassment, adalah pelecehan seksual yang dapat dikategorikan sebagai jenis bullying di sekolah. Pelaku perundungan biasanya akan menggoda mengintip hingga menyentuh korban secara seksual. Tindakan perundungan ini memungkinkan adanya tindakan hukum, sehingga guru harus sangat waspada jika ada tanda-tand perundungan pada anak didiknya.

Contoh dari perundungan seksual juga dapat berupa penyebaran foto korban yang bersifat sensual, mengambil foto korban diam-diam dengan tujuan seksual atau memaksa korban melihat hal-hal berbau pornografi.

Social bullying

Atau perlindungan sosial merupakan tindakan intimidasi atau pengucilan yang biasanya dilakukan oleh pelaku secara berkelompok. Hal tersebut dapat membuat korban tertekan hingga depresi, tindakan ini biasanya sering dilakukan di lingkungan sekolah.

Anak yang mengalami perundingan ini akan kesulitan mencari teman sehingga siswa menjadi tidak mau bersekolah. Ciri dari korban perundungan ini, biasanya adalah siswa yang sering menyendiri dan tidak terlihat memiliki teman. Biasanya hal ini terjadi karena pelaku bullying tidak menyukai korban karena suatu hal. Jika ada ciri-ciri perundangan tersebut, jangan sampai guru membiarkannya saja karena siswa yang mendapat perundungan dapat menutup diri dan depresi.

Cyber bullying

Bentuk cyberbullying adalah jenis perundangan yang tergolong baru, karena munculnya fenomena media soaial berkembang dengan pesat. Bentuk bullying ini biasanya berupa komentar bernada sinis atau tulisan yang mengintimidasi dna menghina korban. Cyber bullying merupaka  jenis perundungan yang banyak sekali ditemukan sekarang ini. Perundungan berupa hinaan dan sindiran di media sosial ini, biasanya akan membuat korban sedih dan tertekan setelah membacanya. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memantau putra dan putrinya dalam menggunakan media sosial.

Cara Mengatasi Bullying di Sekolah

Meskipun setiap jenis bullying di sekolah berbeda dengannya, tetapi guru harus memahami bagaimana mengatasi dan mencegah perundungan ini. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dilakukan jika terjadi bullying di sekolah.

  • Menangani kasus secara langsung, jangan menunda-nunda jika ada ciri atau laporan indikasi kasus bullying. Guru harus  langsung mencari fakta dari insiden atau pelaporan tersebut.  
  • Pastikan korban aman, saat menyiram laporan segera konfirmasi ke korban dan langsung memberikan fasilitas untuk mendapat perlindungan dan dukungan.
  • Lakukan investigasi mendalam, supaya dapat menentukan sikap, maka pihak sekolah harus melakukan investigasi mendalam dan memakai kronologi kejadian. Selain itu juga harus dikumpul bukti dan saksi mata terkait kejadian perundungan.
  • Melibatkan orang tua, informaskan pada orang tua kedua belah pihak menganai adanya insiden tersebut jangans sampai menutup nutupi. Sekolah harus dapat menjadi jembatan dan mendukung penyelesaian kasus.
  • Memberikan sanksi, jika tindakan bullying telah terbukti pihak sekolah harus mendidik pelaku sesuai dengan aturan yang berlaku. Misalnya jika melakukan tindakan perundungan tingkat tinggi harus segera dikeluarkan dari sekolah.
  • Dukung korban, berikan dukungan psikologis serta konseling untuk korban, hal ini dilakukan untuk meminimalisir dampak psikologi maupun emosional.

 

 

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad