UTBK SNBT 2024: Taklukkan Tantangan Baru dengan Sistem IRT

- Penulis

Rabu, 7 Februari 2024 - 07:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

image 20

image 20

Kotaku.idUTBK SNBT 2024: Taklukkan Tantangan Baru dengan Sistem IRT – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) telah memutuskan untuk mengadopsi Teori Respons Item (IRT) sebagai metode penilaian pada UTBK SNBT 2024. SNPMB, yang merupakan kependekan dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri, merupakan kegiatan seleksi yang diadakan setiap tahun untuk para lulusan SMA/SMK/MA. Tujuan dari seleksi ini adalah untuk menyeleksi calon mahasiswa sebelum mereka diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui UTBK.

UTBK sendiri merupakan ujian tulis berbasis komputer yang dilaksanakan untuk memprediksi kemampuan dan potensi calon mahasiswa dalam menyelesaikan studi dengan tepat waktu di perguruan tinggi. Fleksibilitas pelaksanaan UTBK memungkinkan para lulusan SMA/SMK untuk memilih tempat dan waktu ujian sesuai dengan preferensi mereka. BPPP Kemendikbud telah mengumumkan jadwal pelaksanaan SNPMB 2024 dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Jumat (8/12/2023) lalu. Saat ini, para siswa dan guru diharapkan untuk mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi ujian seleksi masuk perguruan tinggi.

Dalam melaksanakan penilaian UTBK 2024, diperkirakan bahwa sistem IRT akan digunakan sebagai metode untuk memperbaiki kelemahan yang mungkin ada dalam sistem penilaian yang sudah ada. Bagaimana sistem IRT akan mengevaluasi hasil tes UTBK 2024 mendatang menjadi suatu hal yang menarik untuk diungkapkan.

Materi dan Komponen Soal UTBK SNBT 2024

Materi dan Komponen Soal UTBK SNBT 2024
Materi dan Komponen Soal UTBK SNBT 2024

Materi dan Komponen Soal UTBK SNBT 2024 telah dijelaskan secara rinci melalui informasi resmi yang dapat diakses melalui laman SNPMB. Menurut sumber tersebut, ujian terdiri dari dua komponen utama, yakni Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Literasi, di mana setiap komponen tersebut mencakup beberapa aspek penting.

Pertama-tama, Tes Potensi Akademik (TPA) terbagi menjadi Tes Potensi Skolastik yang memfokuskan pada empat aspek, yaitu kemampuan penalaran umum, pengetahuan dan pemahaman umum, pemahaman membaca dan menulis, serta pengetahuan kuantitatif. Bagian pertama, Kemampuan Penalaran Umum, terdiri dari tiga sub komponen, yaitu penalaran induktif, penalaran deduktif, dan penalaran kuantitatif. Masing-masing sub komponen ini disajikan dalam format sepuluh pertanyaan dengan durasi waktu pengerjaan selama sepuluh menit. Rincian distribusi pertanyaan dari Kemampuan Penalaran Umum secara spesifik mencakup penalaran induktif sebanyak sepuluh pertanyaan, penalaran deduktif sepuluh pertanyaan, dan penalaran kuantitatif sepuluh pertanyaan, dengan waktu pengerjaan yang sama untuk setiap sub komponen.

Selanjutnya, Tes Literasi memiliki tiga komponen utama, yaitu Pengetahuan dan Pemahaman Umum dengan jumlah pertanyaan sebanyak 20 dan durasi waktu 15 menit, Kemampuan Membaca dan Menulis dengan 20 pertanyaan dan durasi 25 menit, serta Pengetahuan Kuantitatif dengan 15 pertanyaan dan durasi 20 menit.

Dengan begitu, informasi tersebut memberikan gambaran mendalam mengenai struktur dan distribusi pertanyaan dalam SNBT, memberikan calon peserta ujian pemahaman yang lebih baik terkait tata cara dan fokus evaluasi dalam menghadapi ujian tersebut.

Pembagian Porsi Soal Tes Literasi Dalam UTBK SNBT 2024

Tes Potensi Sukses (TPS) didesain untuk menilai kemampuan berpikir calon mahasiswa baru melalui indikator pemahaman dan penalaran. Keterampilan ini umumnya terbentuk melalui berbagai proses dan pengalaman pembelajaran, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Tes literasi, yang mencakup kemampuan membaca dan menulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta penalaran matematika, memiliki tujuan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam mengolah informasi dan pengetahuan seputar keterampilan hidup.

Tes Literasi dalam UTBK SNBT 2024 terbagi menjadi tiga komponen utama. Pertama, literasi dalam Bahasa Indonesia terdiri dari 30 soal yang harus dijawab dalam waktu 45 menit. Kedua, literasi dalam Bahasa Inggris memiliki 20 soal dengan batas waktu pengerjaan selama 30 menit. Terakhir, komponen penalaran matematika terdiri dari 20 soal dengan batas waktu 30 menit.

Untuk berhasil dalam menghadapi tes literasi, perlu memperhatikan beberapa strategi kognitif yang vital. Strategi ini dapat menjadi penentu keberhasilan dalam memecahkan masalah. Pada komponen pertanyaan literasi verbal, penting untuk memfokuskan perhatian pada keterampilan bahasa dan strategi kognitif seperti aktivasi, inferensi, mengidentifikasi kesesuaian, menemukan perbedaan, dan memahami ide-ide utama dalam bacaan. Sementara itu, dalam aspek penalaran matematis, terlibat tiga proses kognitif utama, yaitu merumuskan, memanfaatkan, dan menafsirkan.

Apa Itu Item Response Theory UTBK SNBT 2024?

Apa Itu Item Response Theory UTBK SNBT 2024?
Apa Itu Item Response Theory UTBK SNBT 2024?

Sebagaimana telah dibicarakan sebelumnya, IRT digunakan sebagai sistem penilaian soal pada UTBK 2023. Sebelumnya, penerapan sistem ini juga telah dilakukan pada penilaian UTBK-SBMPTN tahun 2021. Singkatan IRT sendiri merujuk pada Item Response Theory, suatu istilah yang menggambarkan teori respons terhadap suatu soal.

Penggunaan sistem penilaian IRT dalam ujian bertujuan untuk mengatasi kelemahan yang ditemukan dalam sistem penilaian tradisional. Menurut jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Volume 17, Nomor 6, 2011), IRT juga dikenal dengan istilah Latent Trait Theory (LTT) atau kurva karakteristik butir soal (item characteristic curve/ICC).

Sebagaimana diuraikan dalam artikel berjudul “Implementasi Teori Respons Butir dalam Penilaian Hasil Belajar Akhir Mata Pelajaran di Sekolah”, teori respons butir memiliki fokus pada pengembangan model yang mengaitkan parameter butir dengan kemampuan peserta tes.

Oleh karena itu, setiap butir soal dalam teori respons butir harus direpresentasikan oleh sebuah kurva karakteristik butir (item characteristic curve, ICC). ICC diartikan sebagai pernyataan matematis yang terkait dengan probabilitas keberhasilan berdasarkan kemampuan peserta tes.

Dalam kerangka sistem penilaian IRT, aspek yang dapat dipertimbangkan bukan hanya jumlah jawaban yang benar, melainkan juga tingkat kesulitan masing-masing pertanyaan. Apabila peserta tes mampu menyelesaikan soal yang sulit dengan baik, ia akan mendapatkan skor yang lebih tinggi.

Berita Terkait

Prospek Kerja Lulusan Kriminologi di Indonesia yang Semakin Menjanjikan
Mau Lolos LPDP? Ini Cara Dapetin Beasiswa Impian
Beasiswa PNS 2026: Peluang Emas Kuliah S2/S3 Gratis di Kampus Top Dunia, Daftar Sekarang Sebelum Terlambat!
Sekolah Aman Itu Wajib: Biar Belajar Nggak Pakai Rasa Takut
Tumbuh vs Berkembang: Beda Tipis, Maknanya Jauh
Mahasiswa KIP: Siapa Sih Mereka dan Apa Untungnya?
SP.datadik 101: Tutorial Akses Data Sekolah & Guru
Senam Biasa vs Senam Irama: Bedanya Apa Sih?
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 23:51 WIB

Prospek Kerja Lulusan Kriminologi di Indonesia yang Semakin Menjanjikan

Jumat, 27 Maret 2026 - 18:55 WIB

Mau Lolos LPDP? Ini Cara Dapetin Beasiswa Impian

Rabu, 11 Maret 2026 - 01:12 WIB

Beasiswa PNS 2026: Peluang Emas Kuliah S2/S3 Gratis di Kampus Top Dunia, Daftar Sekarang Sebelum Terlambat!

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:04 WIB

Sekolah Aman Itu Wajib: Biar Belajar Nggak Pakai Rasa Takut

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:58 WIB

Tumbuh vs Berkembang: Beda Tipis, Maknanya Jauh

Berita Terbaru