Kita akan membahas mengenai Topologi dan Konsep Jaringan Komputer.
A. Pengertian Topologi Jaringan
Topologi jaringan adalah suatu model yang digunakan untuk menghubungkan dua komputer atau lebih, berdasarkan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station.
B. Macam-Macam Topologi Jaringan
Pemilihan topologi jaringan didasarkan pada skala jaringan, biaya, tujuan, dan penggunaannya. Berikut merupakan macam-macam topologi jaringan beserta karakteristik, cara kerja, kelebihan dan kekurangnnya.
1. Topologi Bus
Topologi bus yaitu jenis dari topologi di jaringan komputer yang memakai kabel tunggal sebagai media transfernya atau memakai kabel pusat sebagai tempat yang mana seluruh client dan server terhubung.
Pengertian lain dari topologi bus adalah jenis topologi yang memakai kabel tunggal sebagai media transfernya yang mana semua client yang memakai topologi ini akan saling terhubung ke server.
Pemakaian topologi bus di jaringan komputer dimanfaatkan untuk mempermudah sambungan antara client dan server yang berada dalam satu jaringan agar lebih mudah ketika berbagi data. Apabila hanya ada satu server yang diberi tugas untuk memberikan pelayanan kepada client yang jumlahnya tidak banyak, maka topologi bus bisa dimanfaatkan sebagai salah satu pilihan.
Jenis topologi ini pada tiap komputer akan tersambung dengan satu kabel utama yang panjang dengan banyak terminal dan kabel utama tersebut dipakai juga sebagai lalu lintas data. Untuk masa sekarang, penggunaan topologi bus jarang dipakai pada jaringan komputer dengan berbagai alasan tertentu.
Fungsi Topologi Bus
Fungsi dari topologi bus yakni menyambungkan dua atau lebih komputer supaya bisa berkomunikasi untuk saling menukar data.
CaraKerja Topologi Bus
Cara kerja dari topologi bus sebenarnya sangat sederhana, yaitu menghubungkan dari server lalu dibagi dengan menggunakan sambungan bus. Bus disini adalah penghubung antar ujung kabel dalam suatu jaringan komputer. Jadi pada tiap sambungan akan mempunyai bus sebagai penghubung atau konektor. Pada ujung atau akhir dari konektor, maka ditutup dengan sebuah komponen yang disebut dengan terminator.
Karakteristik Topologi Bus
1) Proses instalasi jaringan bisa dilaksanakan dengan mudah.
2) Adanya kabel utama yang fungsinya sebagai pusat lalu lintas data.
3) Setiap node akan disambungkan secara serial dan ujung kabel utama akan dipasang terminator untuk menutupnya.
4) Biaya yang digunakan untuk membangun topologi bus lebih murah.
5) Paket data yang terkirim akan sering mengalami persimpangan dalam satu kabel.
6) Membutuhkan konektor BNC dan T Connector di setiap kartu jaringan.
7) Sering kali terjadi kepadatan lalu lintas data di kabel utama.
8) Jika terjadi kerusakan di salah satu node, maka jaringan akan down/lemah.
Kelebihan Topologi Bus
1) Irit kabel, karena menggunakan kabel tunggal sebagai media transmisinya sehingga terpusat.
2) Instalasi tergolong cukup mudah karena layout yang cukup simple.
3) Mudah untuk dikembangkan, karena jika akan menambah client maupun server tidak akan mengganggu komputer lain.
4) Kecepatan pengiriman data yang tinggi.
5) Irit biaya, karena irit kabel.
Kekurangan Topologi Bus
1) Jika terjadi kesalahan dapat mengganggu komputer lain yang terhubung dengan kabel utama.
2) Sulitnya melakukan perawatan jaringan jika skalanya besar.
3) Karena menggunakan kabel tunggal sebagai media transmisinya, maka lalu lintas data cukup padat.
4) Jika kabel utama mengalami gangguan maka seluruh komputer yang terhubung dengan jaringan-pun akan mengalami gangguan.
5) Dibutuhkannya repeater untuk memperkuat sinyal, jika jaraknya jauh.
6) Sering terjadi tabrakan data.
2. Topologi Ring
Topologi ring merupakan topologi yang alur datanya berbentuk cincin. Topologi ini menghubungkan satu host ke host setelah dan sebelumnya atau dengan kata lain setiap node terhubung ke node yang selanjutnya. Kemudian node yang terakhir terhubung ke node yang pertama. Jadi dalam topologi tersebut tidak ada awal dan tidak ada akhir dan semua semua komputer bisa mempunyai dua sifat yaitu sebagai client dan server.
Ketika suatu komputer mengirim data ke komputer yang lain, maka data tersebut akan melewati komputer-komputer sampai komputer tujuan. Jadi setiap data yang dikirim tersebut akan tersentuh oleh komputer yang dilewatinya. Setelah data tersebut sampai, maka komputer penerima tersebut akan mengirim data juga ke komputer pengirim.
Topologi ini menghubungkan satu host ke host setelah dan sebelumnya.Topologi cincin juga merupakan topologi jaringan dimana setiap titik terkoneksi ke dua titik lainnya, membentuk jalur melingkar membentuk cincin.
Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.
Topologi ring digunakan dalam jaringan yang memiliki performance tinggi, jaringan yang membutuhkan bandwidth untuk fitur yang time-sensitive seperti video dan audio, atau ketika performance dibutuhkan saat komputer yang terhubung ke jaringan dalam jumlah yang banyak.
Secara lebih sederhana lagi topologi cincin merupakan untaian media transmisi dari satu terminal ke terminal lainnya hingga membentuk suatu lingkaran, dimana jalur transmisi hanya berada pada jalur “satu arah”.
Cara Kerja Topologi Ring
Setiap komputer terhubung ke komputer selanjutnya yang berada dalam rangkaian ring, dan yang berada dalam struktur rangkaian tersebut mengirim apa yang diterima dari komputer sebelumnya. Pesan-pesan ini mengalir melalui rangkaian ring dalam satu arah. Setiap komputer yang berada dalam rangkaian ini akan mengirimkan apa yang diterimanya dalam sistem jaringan yang aktif.
Pada siklus rangkaian jaringan ring tidak memiliki akhir, maksudnya yaitu skema rangkaian yang terhubung dalam rangkaian ini berbentuk seperti cincin yang terkoneksi satu sama lain dalam jaringan aktif, karena setiap bagian unit komputer yang terhubung dalam rangkaian jaringan ini akan melakukan token passing.
Token passing adalah pesan singkat yang dijalankan melalui ring atau siklus rangkaian jaringan ring sampai sebuah komputer agar dapat mengirim informasi ke komputer yang lain. Ketika komputer selanjutnya telah menerima pesan tersebut, ia akan mengubah token tersebut dengan menambahkan alamatnya dan menambah data, serta mengirimnya melalui prosedur urutan aliran jaringan ring.
Kemudian setiap komputer secara berurutan akan menerima token tersebut dan mengirimkan informasi ke komputer selanjutnya sampai komputer dengan alamat yang dituju dicapai atau token kembali ke komputer pengirim. Komputer penerima akan membalas pesan ke asal pengirim pesan tadi dengan mengindikasikan bahwa pesan sudah diterima.
Lalu komputer sebelumnya atau komputer pengirim pesan akan membuat kembali token yang lain dan menaruhnya di dalam jaringan, dan token tersebut akan terus berputar sampai ada komputer lain yang menangkap token tersebut dan siap untuk memulai pengiriman.
Karakteristik Topologi Ring
1) Node-node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel, dengan bentuk jaringan seperti lingkaran.
2) Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi bus.
3) Paket-paket data dapat mengalir dalam satu arah (kekiri atau kekanan) sehingga collision dapat dihindarkan.
4) Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu: jika salah satu node rusak maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
5) Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6).
Prinsip Koneksi Topologi Ring
1) Penyelipan data adalah proses dimana data dimasukkan kedalam saluran transmisi oleh terminal pengirim setelah diberi alamat dan bit-bit tambahan lainnya.
2) Penerimaan data adalah proses ketika terminal yang dituju telah mengambil data dari saluran, yaitu dengan cara membandingkan alamat yang ada pada paket data dengan alamat terminal itu sendiri. Apabila alamat tersebut sama maka data kiriman disalin.
3) Pemindahan data adalah proses dimana kiriman data diambil kembali oleh terminal pengirim karena tidak ada terminal yang menerimanya. Jika data tidak diambil kembali maka data ini akan berputar-putar dalam saluran. Pada jaringan bus hal ini tidak akan terjadi karena data akan diserap oleh “terminator”.
4) Pada hakekatnya setiap terminal dalam jaringan cincin adalah “repeater”, dan mampu melakukan ketiga fungsi dari topologi cincin.
5) Sistem yang mengatur bagaimana komunikasi data berlangsung pada jaringan cincin sering disebut token ring.
Kelebihan Topologi Ring
1) Semua komputer mempunyai hak yang sama, yaitu bisa sebagai client dan server serta tidak membutuhkan kendali pusat.
2) Menghubungkan secara langsung dua perangkat dalam jaringan.
3) Identifikasi kerusakan mudah karena sinyal data selalu bergerak lurus dari perangkat pengirim sampai perangkat tujuan.
4) Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanan dari server .
5) Dapat melayani aliran lalu lintas data yang padat, karena aliran data dapat bergerak kekiri atau kekanan.
6) Waktu untuk mengakses data lebih optimal karena siklus rangkaian transmisi jaringan berada dalam jalur satu arah.
7) Dari segi ekonomis skematik topologi ring lebih hemat biaya, karena penggunaan kabel yang diperlukan tidak membutuhkan terlalu banyak kabel, dan dari segi efisiensi tata letak, rangkaian layout kabel sangat sederhana dan mudah dikembangkan sesuai keperluan.
Kekurangan Topologi Ring
1) Sulit ketika menambah komputer atau mengurangi komputer, karena semua komputer harus diset ulang pengaturan jaringannya.
2) Karena siklus jaringan melibatkan semua komputer yang saling terhubung satu sama lain, apabila komputer yang satu rusak atau bermasalah, maka akan berdampak fatal secara keseluruhan terhadap kondisi jaringan.
3) Kepadatan lalu lintas jaringan (traffic network) yang tinggi menyebabkan rentan terhadap kerusakan jaringan.
4) Kegagalan satu terminal/repeater akan memutuskan komunikasi ke semua terminal.
5) Pemasangan terminal baru menyebabkan gangguan terhadap jaringan, karena terminal baru harus mengenal dan dihubungkan dengan kedua terminal lainnya.
3. Topologi Star
Topologi star merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Masing- masing workstation di hubungkan secara langsung ke server atau hub/swich. Intinya topologi ini mengunakan hub/switch untuk menghubungkan dari komputer satu ke komputer yang lain. Hub/ switch berfungsi untuk menerima sinyal-sinyal dari kopmputer dan meneruskan ke semua komputer yang terhubung dengan hub/swich tersebut. Topologi jaringan star termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
Karakteristik Topologi Star
1) Setiap node berkomunikasi secara langsung dengan central node. Traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
2) Mudah di kembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
3) Jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa menggangu jaringan lain.
5) Dapat di gunakan kabel lower karena hanya meng-handle satu traffic node dan biasannya mengunakan kabel UTP.
Kelebihan Topologi Star
1) Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terkait.
2) Tingkat keamanan termasuk tinggi.
3) Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
4) Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
5) Akses kontrol terpusat.
6) Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
7) Paling fleksibel.
Kekurangan Topologi Star
1) Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
2) Boros dalam pemakaian kabel.
3) HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
4) Peran hub sangat sensitif sehinga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down.
5) Jaringan tergantung pada terminal pusat.
6) Jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
7) Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring.
4. Topologi Mesh
Topologi mesh merupakan topologi jaringan komputer yang menghubungkan semua komputer secara penuh, topologi ini adalah topologi yang paling komplek dibanding dengan topologi jaringan lainnya. Topologi jenis ini banyak digunakan oleh penyedia layanan internet (ISP). Konsep dari topologi ini adalah setiap komputer dalam jaringan saling terhubung satu sama lain sehingga jika terjadi kerusakan pada salah satu komputer tidak berpengaruh pada komputer lain atau berpengaruh pada jaringan.
Jenis Koneksi Topologi Mesh
Jenis koneksi pada topologi jaringan mesh terdiri dari 2 jenis, kedua jenis topologi mesh tersebut meliputi :
1) Topologi Mesh Fully Connected
Topologi Mesh Fully Connected mempunyai ciri utama dimana setiap komputer dalam jaringan saling terhubung satu sama lain secara penuh. Sebagai contoh jika ada 5 komputer dalam jaringan tersebut maka satu komputer akan terhubung ke 4 komputer lainnya.
2) Topologi Mesh Partial Connected
Pada topologi mesh jenis ini memiliki ciri yaitu setiap komputer dalam jaringan tersebut tidak semua komputer akan terhubung dengan komputer lainnya sehingga ada beberapa komputer yang saling terhubung satu sama lain dan beberapa komputer tidak saling berhubungan.
Karakteristik Topologi Mesh
1) Topologi mesh memiliki hubungan yang berlebihan antara peralatan-peralatan yang ada.
2) Susunannya pada setiap peralatan yang ada di dalam jaringan saling terhubung satu sama lain.
3) Jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, tentunya ini akan sangat sulit sekali untuk dikendalikan dibandingkan hanya sedikit peralatan saja yang terhubung.
Kelebihan Topologi Mesh
1) Topologi mesh dapat dengan cepat mendeteksi kesalahan atau gangguan dalam jaringan komputer.
2) Topologi mesh meningkatkan keamanan data yang di sharing dalam jaringan komputer tersebut.
3) Topologi mesh sangat aman dari gangguan komputer lain yang mengalami masalah dalam jaringan.
4) Keuntungan utama dari penggunaan topologi mesh adalah fault tolerance.
5) Terjaminnya kapasitas channel komunikasi, karena memiliki hubungan yang berlebih.
6) Relatif lebih mudah untuk dilakukan troubleshoot.
Kekurangan Topologi Mesh
1) Proses Instalasi pada topologi mesh sangat rumit sehingga membutuhkan tenaga ahli dibidang jaringan komputer.
2) Topologi mesh membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan topologi jaringan lainnya.
3) Topologi ini kurang praktis, sehingga tidak cocok untuk keperluan sehari-hari.
4) Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi ulang saat jumlah komputer dan peralatan‐peralatan yang terhubung semakin meningkat jumlahnya.
5) Biaya yang besar untuk memelihara hubungan yang berlebih.
5. Topologi Tree
Sistem yang digunakan pada jaringan topologi tree ini pada umumnya menggunakan sistem pohon yang mempunyai banyak cabang. Jika diartikan kedalam bahasa indonesia, topologi tree ini juga lebih dikenal dengan sebutan topologi pohon. Hal yang menyebabkan topologi jaringan komputer ini dinamai sebagai topologi tree atau topologi pohon yakni karena cara kerja serta karakteristik yang terdapat di dalamnya menyerupai pohon dimana terdapat cabang sebagai penghubungnya.
Topologi tree ini sebenarnya merupakan sebuah gabungan antar sistem yang terdapat pada topologi bus dan topologi star. Hal ini karena sistem penghubung yang terdapat pada topologi tree ini bertingkat seperti sistem penghubung yang dimiliki oleh topologi star. Sistem penghubung yang bertingkat tersebut akan digabungkan kedalam satu topologi bus. Dimana pada topologi bus ini mempunyai peran sebagai backbone atau tulang punggung.
Cara Kerja Topologi Tree
Cara kerja dari topologi tree ini akan berbentuk dalam sebuah jaringan komputer yang menggunakan sistem pohon bercabang. Topologi tree ini mempunyai sistem yang bertingkat dimana penggunaannya digunakan sebagai media interkoneksi antar sentral dimana dalam interkoneksi tersebut terdapat hierarki yang berbeda, maksudnya adalah apabila terdapat lokasi atau tempat yang rendah maka hierarki yang didapatkan juga akan rendah pula. Begitupun sebaliknya, semakin tinggi tempat atau lokasi suatu jaringan maka hierarki yang didapatkan juga akan semakin tinggi. Hal ini membuat topologi tree sangat cocok diaplikasikan atau diterapkan pada sistem jaringan bahkan sangat bagus juga untuk digunakan sebagai jaringan WAN (Wide Area Network).
Karakteristik Topologi Tree
1) Memiliki kabel utama yang sering disebut dengan backbone, sebagai penghubung jaringan.
2) Memiliki hieraki atau tingkatan dalam jaringan.
3) Memiliki hub yang berperan sebagai pusat data serta kendali jaringan.
4) Komunikasi data yang dilakukan dalam jaringan harus melalui hub (pusat kendali).
Kelebihan Topologi Tree
1) Mudah menemukan suatu kesalahan.
2) Mudah mengembangkan menjadi jaringan luas.
3) Mudahnya mendeteksi kerusakan atau kesalahan.
4) Manajemen data yang baik.
Kekurangan Topologi Tree
1) Sering terjadi tabrakan data dan cenderung memiliki kinerja yang lambat.
2) Jika terjadi kesalahan pada jaringan tingkat tinggi, maka jaringan tingkat rendah akan terganggu juga.
3) Menggunakan biaya yang banyak karena menggunakan banyak kabel dan hub.
6. Topologi Extended Star
Topologi extended star adalah sebuah topologi jaringan yang sama dengan topologi jaringan star, Akan tetapi pada topologi jaringan extended star memiliki lebih banyak repeater dalam satu node pusat sehingga jangkauannya lebih panjang dibandingkan dengan topologi jaringan star biasa.
Karakteristik Topologi Extended Star
1) Setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node, sedangkan sub node berkomunikasi dengan node pusat. Traffic data mengalir dari node ke sub node lalu diteruskan ke central node dan kembali lagi.
2) Digunakan pada jaringan yang besar dan membutuhkan penghubung yang banyak atau melebihi dari kapasitas maksimal penghubung.
Kelebihan Topologi Extended Star
1) Cukup mudah untuk mengubah dan menambah komputer ke dalam jaringan, bahkan jika kita ingin menambah jaringan baru kita bisa menambahkan repeater.
2) Apabila satu komputer yang mengalami kerusakan dalam jaringan maka komputer tersebut tidak akan mengganggu aktivitas jaringan yang lain.
3) Kita dapat menggunakan beberapa tipe kabel di dalam jaringan yang sama dengan hub yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang berbeda.
Kekurangan Topologi Extended Star
1) Memiliki satu titik kesalahan, terletak pada hub atau switch. Jika hub pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan akan gagal untuk beroperasi.
2) Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu central point, jadi lebih banyak membutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi jaringan yang lain.
3) Membutuhkan lebih banyak repeater jika ingin menambah jaringan baru dengan jangkauan yang lebih luas.
4) Lalu lintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat.
C. Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan komputer merupakan sistem yang terdiri dari gabungan beberapa perangkat komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya, berkomunikasi dan akses informasi dari berbagai tempat, antar komputer yang satu dengan komputer yang lain.
D. Jenis-Jenis Konsep Jaringan Komputer
Berikut merupakan jenis-jenis konsep jaringan komputer beserta karakteristik, peralatan, kelebihan dan kekurangan serta masing-masing contoh penggunaannya.
1. Local Area Network
LAN atau Local Area Network merupakan suatu jaringan yang hanya mencakup wilayah lokal. Jadi maksudnya adalah jaringan ini hanya mencakup wilayah kecil atau lokal, misal seperti ruangan antar ruangan, maupun gedung antar gedung.
Karakteristik Jaringan LAN
1) Memiliki cangkupan wilayah paling kecil.
2) Tidak menggunakan jaringan telekomunikasi dari operator tambahan.
3) Digunakan untuk penggunaan pribadi.
4) Administrasi dilakukan melalui administrator lokal.
Perangkat Jaringan LAN
1) Route
2) Switch
3) Hub
4) Bridge
5) Repeater
6) Network Interface Card atau NIC
7) Kabel UTP atau Kabel RJ-45
Kelebihan Jaringan LAN
1) Lebih irit dalam pengeluaran biaya operasional.
2) Tidak banyak penggunaan kabel.
3) Keamanan lebih terjamin.
4) Data terpusat.
5) Pemakaian sumber daya secara bersama.
Kekurangan Jaringan LAN
1) Jika banyak PC yang terhubung jaringan menjadi lambat.
2) Jika salah satu PC terkena virus maka PC yang terhubung juga akan terkena virus.
3) Perlu pengendali pemakaian software.
4) Software harus dirancang untuk multiuser.
5) Ada kemungkinan password ditembus oleh user yang tidak memiliki ijin akses.
Contoh Jaringan LAN
1) LAN biasanya digunakan dalam subuah perkantoran yang dikelola oleh pemilik jaringan, penggunaan yang tidak terlalu banyak. Jaringan LAN ini cocok untuk untuk diterapkan dalam lingkungan perkantoran.
2) Biasanya jaringan LAN ini digunakan di sebuah warnet. Dengan memanfaatkan topologi star, computer client dapat terhubung ke server.
2. Metropolitan Area Network
MAN atau sering disebut Metropolitan Area Network adalah jaringan computer yang mencakup wilayah yang luas. Maksudnya wilayah yang luas seperti mencakup antar kota. MAN digunakan karena kecepatan transfer datanya cepat. Untuk membuat jaringan MAN biasanya memerlukan operator telekomunikasi sebagai penghubung antar jaringan komputer.
Karakteristik Jaringan MAN
1) Meliputi area seluas antara 5 – 50 km.
2) MAN umumnya tidak dimiliki oleh satu organisasi, maksudnya itu MAN umumnya hanya dimiliki oleh penyedia layanan jaringan yang menjual pelayanan kepada pelanggan.
3) MAN sering bertindak sebagai jaringan kecepatan tinggi untuk memungkinkan sumber daya daerah.
4) MAN berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi seperti jaringan LAN.
5) MAN memiliki sebuah atau 2 buah kabel dan tidak memiliki element switching yang berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa output kabel.
Perangkat Jaringan MAN
1) Router : untuk melakukan proses roting dalam jaringan MAN.
2) Switch : untuk menghubungkan perangkat yang berbeda.
3) Radio Frekuensi : pemancar sinyal utama untuk pengiriman data dengan jarak geografis yang cukup jauh.
4) Hub : untuk menerima sinyal dari satu komputer dan mentransmisikannya ke komputer yang lain.
Kelebihan Jaringan MAN
1) Server yang berada pada kantor pusat berfungsi sebagai pusat data dari kantor cabang.
2) Transaksi yang dilakukan real-time atau data yang di server akan di update saat itu juga.
3) Informasi dapat disebarkan lebih luas, cepat dan efesien.
4) Komunikasi antar kantor bisa menggunakan e-mail, chatting dan Video Conference.
Kekurangan Jaringan MAN
1) Biaya operasional yang mahal.
2) Instalasi infrastruktur yang tidak mudah.
3) Jika terjadi trouble shoot akan rumit untuk mengatasinya.
4) Dapat menjadi target untuk cracker yang digunakan untuk keuntungan pribadi.
Contoh Jaringan MAN
1) Jaringan BANK
Dimana beberapa kantor cabang sebuah Bank di dalam sebuah kota besar dihubungkan antara satu dengan lainnya. Misalnya Bank di wilayah JakartaBogor-Depok-Tangerang-Bekasi.
2) Jaringan internet antar gedung dalam kampus yang besar
Akan menghubungkan computer-komputer yang terletak pada gedung perpustakaan, gedung fakultas, gedung rektorat dan laboratorium.
3. Wide Area Network
WAN atau Wide Area Network merupakan jaringan komputer yang paling luas diantara jaringan LAN dan MAN. WAN mencakup antar negara atu benua, jaringan WAN terhubung menggunakan kabel fiber optic dan menanamnya di dalam tanah maupun di jalur bawah laut.
Karakteristik Jaringan WAN
1) Menghubungkan perangkat yang dipisahkan oleh wilayah geografis yang luas.
2) Menggunakan jasa operator telekomunikasi.
3) Tujuannya agar perangkat-perangkat yang ada dalam jaringan WAN dapat saling terhubung satu sama lain.
4) Menggunakan koneksi serial dari berbagai jenis untuk mengakses bandwith dalam lokasi yang berjauhan atau luas.
5) Bekerja pada layer fisik dan pada layer data link.
Perangkat Jaringan WAN
1) Router
3) Modem
4) Switch
5) Multi plexer
6) CSU/DSU (Channel server unit/Data server unit)
Kelebihan Jaringan WAN
1) Server pusat pada WAN sebagai bank data atau tempat penyimpanan data yang terpusat. Maksudnya seluruh file yang yang dibutuhkan oleh perusahaan dapat digunakan oleh semua komputer yang terhubung dengan WAN, meskipun jaraknya jauh.
2) Jaringan yang luas. Maksud jaringan yang luas iitu jaringan WAN dapat menghubungkan antar daerah, pulau, negara bahkan benua.
3) Penghematan biaya. Karena jika satu jaringan lokal yang terhubung pada WAN memiliki koneksi internet, maka seluruh komputer yang ada adalam WAN dapat menikmati koneksi internet, jika diizinkan.
Kekurangan Jaringan WAN
1) Biaya operasional yang mahal.
2) Rentan terhadap masalah keamanan data.
3) Memiliki tingkat kerumitan dan kesulitan tinggi dalam hal pengaturan.
Contoh Jaringan WAN
1) Mengetahui arus lalu lintas dengan CCTV.
2) Jaringan WAN yang diimplementasikan pada perusahaan internasional.









