Kotaku
Home Sertifikasi Guru Tanggal Berapa Guru Terima THR Tahun Ini? Cek disini!

Tanggal Berapa Guru Terima THR Tahun Ini? Cek disini!

Kotaku.id Tanggal Berapa Guru Terima THR Tahun Ini? Cek disini! – Dalam peristiwa yang ditunggu-tunggu dengan harapan tinggi, pengeluaran Tunjangan Hari Raya (THR) telah dijadwalkan untuk dicairkan paling lambat 10 hari sebelum perayaan Idul Fitri tahun 2024. Rencana pembayaran THR ini telah diatur secara resmi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2024. Berita baiknya, tidak hanya pegawai negeri lainnya, tetapi juga Guru Sertifikasi dan Guru Non Sertifikasi, baik yang memiliki sertifikasi maupun yang tidak, berpotensi untuk menerima manfaat dari THR ini.

Namun, tentu saja, ada persyaratan yang harus dipenuhi agar hak ini bisa diwujudkan. Pengeluaran THR ini memberikan semangat baru bagi banyak individu, termasuk para guru yang setiap tahunnya mengharapkan tambahan dana tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Tanggal Berapa Guru Terima THR Tahun Ini?

Tanggal Berapa Guru Terima THR Tahun Ini?

Pembahasan mengenai besaran Tunjangan Hari Raya (THR) guru telah menjadi topik yang hangat dibicarakan, mengingat implikasi yang signifikan terhadap kesejahteraan penerima. Kelompok guru yang telah mengantongi sertifikasi pendidikan dan yang belum, menjadi pembeda di antara mereka.

Namun, kali ini, terdapat perubahan yang mencolok dimana baik guru yang bersertifikasi maupun yang belum, memiliki kesempatan untuk menerima THR. Persyaratan utama adalah kedua kelompok tersebut harus memiliki status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), yang mencakup Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Keputusan tersebut, seperti yang tercantum dalam Pasal 2, menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan Tunjangan Hari Raya dan gaji ketiga belas pada Tahun 2024 kepada seluruh Aparatur Negara. Lebih lanjut, Pasal 3 menjelaskan bahwa definisi aparatur negara mencakup baik PNS maupun PPPK.

Komponen Yang Akan Diterima

Para guru ASN akan menerima berbagai komponen sebagai bagian dari Tunjangan Hari Raya (THR) mereka. Komponen tersebut meliputi:

1.      Gaji Pokok

Merupakan komponen utama dari pendapatan seorang guru ASN. Gaji ini adalah jumlah uang yang diterima oleh seorang guru sebagai imbalan atas pekerjaan yang dilakukannya dalam mengajar dan mengelola pendidikan di sekolah. Besarannya biasanya ditetapkan berdasarkan pangkat atau golongan dalam struktur kepegawaian, serta bisa dipengaruhi oleh masa kerja dan kualifikasi pendidikan.

2.      Tunjangan Keluarga

Ini diberikan kepada guru ASN yang memiliki tanggungan keluarga. Tunjangan ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dari anggota keluarga sang guru. Seperti biaya makan, pakaian, pendidikan, dan kesehatan. Besarannya biasanya ditetapkan berdasarkan jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan sang guru.

3.      Tunjangan Pangan

Tunjangan pangan merupakan kompensasi tambahan yang diberikan kepada guru ASN untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Besarnya tunjangan ini disesuaikan dengan biaya hidup dan harga-harga bahan makanan di daerah tempat tinggal sang guru. Dengan adanya tunjangan ini, diharapkan para guru dapat memenuhi kebutuhan nutrisi mereka dengan lebih baik.

4.      Tunjangan Jabatan atau Tunjangan Umum

Tunjangan ini diberikan berdasarkan jabatan atau posisi tertentu yang diemban oleh seorang guru ASN. Jumlah tunjangan ini bisa bervariasi tergantung pada tingkat jabatan atau tanggung jawab yang dimiliki. Misalnya, seorang kepala sekolah atau pengawas sekolah akan menerima tunjangan jabatan yang lebih besar dibandingkan dengan guru biasa.

5.      Tunjangan Profesi Guru 100 Persen atau Tambahan Penghasilan Guru ASN

Diberikan kepada guru ASN sebagai penghargaan atas kinerja mereka dalam menjalankan tugas kependidikan. Tunjangan ini bisa mencakup berbagai macam tambahan penghasilan, seperti insentif atas pencapaian prestasi tertentu, penghargaan atas partisipasi dalam program-program pendidikan tertentu, atau tambahan lainnya yang diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan kontribusi guru dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Dengan menerima semua komponen ini sebagai bagian dari THR, diharapkan para guru ASN dapat merasa dihargai dan termotivasi untuk terus memberikan yang terbaik dalam pembangunan pendidikan di Indonesia.

Syarat Penerimaan THR

Syarat Penerimaan THR

Walaupun Tunjangan Hari Raya (THR) akan diberikan kepada semua guru yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), baik itu Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), namun ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar bisa menerima THR tersebut. Persyaratan-persyaratan ini meliputi hal-hal berikut:

1.      Status sebagai ASN Aktif

Ini berarti bahwa guru yang ingin menerima Tunjangan Hari Raya (THR) haruslah terdaftar sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang aktif pada saat THR tersebut dicairkan. ASN sendiri terbagi menjadi 2 kategori, yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan juga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dalam konteks ini, baik PNS maupun PPPK memiliki hak yang sama untuk menerima THR. Asalkan mereka dalam status aktif saat THR tersebut diberikan.

2.      Kinerja yang Baik

Salah satu persyaratan penting untuk menerima THR adalah memiliki kinerja yang baik. Ini mengacu pada dedikasi dan kontribusi positif yang ditunjukkan oleh seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

Kriteria untuk menilai kinerja yang baik dapat bervariasi tergantung pada kebijakan dan standar yang berlaku di lembaga pendidikan atau instansi tempat guru tersebut bekerja. Umumnya, kinerja yang baik mencakup aspek seperti kehadiran yang konsisten, pencapaian target pembelajaran, partisipasi dalam pengembangan kurikulum, dan kontribusi positif lainnya terhadap kemajuan institusi pendidikan.

3.      Tidak Sedang dalam Cuti di Luar Tanggungan Negara

Guru yang ingin menerima THR juga harus memastikan bahwa mereka tidak sedang dalam masa cuti di luar tanggungan negara saat THR tersebut diberikan. Cuti di luar tanggungan negara mencakup berbagai jenis cuti seperti cuti bersalin, cuti sakit, atau cuti lainnya yang tidak diatur oleh peraturan pemerintah. Dalam konteks ini, guru diharapkan untuk tetap aktif dalam menjalankan tugas-tugas pendidikan mereka. Serta tidak absen karena alasan pribadi yang tidak termasuk dalam tanggungan negara.

Dengan demikian, memastikan bahwa para guru memenuhi persyaratan tersebut akan memastikan bahwa proses pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk guru dapat berjalan lancar dan adil. Sambil tetap memastikan bahwa mereka yang memenuhi syarat dapat memperoleh manfaat dari kebijakan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad