Kotaku
Home Pendidikan Perilaku Yang Perlu CGP Hentikan Adalah? Ini 5 di Antaranya Yang Perlu Anda Perhatikan

Perilaku Yang Perlu CGP Hentikan Adalah? Ini 5 di Antaranya Yang Perlu Anda Perhatikan

Kotaku.ID – Sebagai calon guru penggerak tentunya sudah paham, bahwa dirinya harus selalu berkembang dan berinovasi kearah yang lebih baik. Namun pernahkah anda bertanya-tanya perilaku yang perlu CGP hentikan adalah apa saja?

Nah, penjelasan tentang perilaku yang perlu CGP hentikan adalah akan dibahas di dalam artikel ini oleh karenanya simak baik-baik sampai akhir.

Tentunya perilaku yang perlu CGP hentikan merupakan perilaku yang bertentangan dengan konsep pembelajaran yang baik dan kurang tepat. Perilaku tersebut harus segera dihentikan oleh CGP karena bisa mempengaruhi pembelajaran.

Jika perilaku yang perlu CGP hentikan adalah sudah berhasil dihentikan semua, maka besar harapan kondisi pendidikan Indonesia bisa semakin tumbuh kedepannya. Dan bisa menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif dan bisa mencetak generasi penerus bangsa yang lebih berkualitas.

Perilaku Yang Perlu CGP Hentikan Adalah

Adapun perilaku-perilaku yang peril CGP hentikan diantaranya adalah sebagai berikut ini:

1. Datang Terlambat

Perilaku Yang Perlu CGP Hentikan

Guru merupakan contoh bagi peserta didik, sedangkan Guru Penggerak merupakan sosok yang dijadikan contoh bagi semua guru di lingkungan pendidikan. Semua perilakunya diharapkan bisa memberikan contoh yang baik didalam lingkungan sekolah. Salah satu perilaku yang masih sering terjadi di lingkungan sekolahan adalah masalah waktu kedatangan guru.

Jika diamati masih banyak guru yang datang terlambat ke sekolah maupun ke kelas. Misalnya saja, mereka tidak masuk kelas tidak tepat waktu dan menyelesaikan pembelajaran sebelum waktunya. Sebagai guru haruslah mentaati peraturan untuk tepat waktu mengajar dan tepat waktu selesai mengajar sehingga bisa menjadi contoh bagi lainnya.

Kedatangan guru yang tepat waktu dalam sekolahan menjadi acuan keprofesionalitasan guru tersebut. Usahakan sedini mungkin anda sudah menerapkan hal ini.

2. Melakukan Perilaku Yang Bertentangan Dengan Ajaran Moral

Selain keprofesionalitasan seorang guru, guru juga dilihat dari pribadi individu yang bersangkutan. Beberapa perilaku yang bertentangan dengan ajaran moral dan diharapkan tidak ada pada diri seorang guru adalah seperti berbicara kotor, menipu, melakukan kekerasan baik verbal maupun non verbal dan juga menggunakan obat-obatan terlarang.

Guru memang dituntut untuk bisa sabar dan bisa menguasai diri sendiri, namun banyaknya tekanan terkadang membuatnya kehilangan pegangan terlebih ketika menghadapi siswa yang melanggar peraturan. Namun dalam memberikan hukuman, seorang guru tidak boleh sekali-kali melakukan kekerasan verbal misalnya dengan mengata-ngatai murid dengan perkataan yang tidak pantas atau pun kekerasan non verbal seperti memukul dan lainnya.

Guru merupakan profesi yang dituntut bisa memberikan contoh di dalam maupun diluar sekolah. Bahkan ketika menggunakan media sosial sekalipun seorang guru diharapkan menata kata-kata yang akan di posting sehingga tidak sembarangan berbicara.

3. Perilaku Yang Perlu CGP HentikanBermain HP Saat Mengajar

Perilaku Yang Perlu CGP Hentikan

Handphone merupakan salah satu kebutuhan pokok saat ini. Handphone bisa membantu seseorang dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari bahkan bisa dimanfaatkan di dalam pembelajaran.

Namun banyak kejadian, seorang guru bermain bermain HP saat mengajar sementara siswa sendiri dilarang bermain HP ketika sedang pelajaran. Bukankah ini adalah hal yang tidak adil?

Memang penguasaan diri sangatlah penting, contohnya penguasaan diri ketika bermain HP saat disekolahan. Bermain HP memang asik sambil scroll berbagai macam konten yang disukai, namun ketika pembelajaran sedang berlangsung, tidak layak seorang guru bermain HP. Bahkan jika ada keperluan mendesak seorang guru sebaiknya meminta izin pada peserta didik terlebih dahulu misalnya ingin mengangkat telepon atau membalas chat.

Ingat, berilah contoh yang baik bagi peserta didik. Dengan cara ini nantinya peserta didik juga akan segan bermain HP dan jika mereka ada keperluan untuk membuka HP maka mereka akan meminta izin kepada guru yang sedang mengajar.

4. Memberikan Tugas Tanpa Pembekalan Materi yang Cukup

Tugas merupakan assessment untuk melihat sejauh mana peserta didik memahami materi yang diberikan. Pemberian tugas pada umumnya pada akhir pembelajaran setelah seorang guru menyampaikan materi terlebih dahulu.

Terkadang tuntutan terhadap guru seperti perangkat ajar dan lainnya, membuat guru terlalu sibuk dan menjadikan tugas sebagai jurus ninjanya. Peserta didik diberikan tugas pada awal pembelajaran dan diminta mencari referensi sendiri agar guru tersebut bisa mengerjakan tugas lainnya.

Apakah metode seperti ini baik dilakukan? Tentu jawabannya tidak. Hal ini hanya akan menyulitkan siswa, metode pembelajaran yang baik adalah pembekalan materi yang cukup sebelum memberikan tugas kepada para peserta didik. Jika tugas diberikan di awal pembelajaran bisa menyebabkan siswa kehilangan arah dan menjadi kesulitan memahami sebenarnya apa yang harus dipelajari.

5. Perilaku Yang Perlu CGP HentikanMetode Pembelajaran Yang Membosankan

Perilaku Yang Perlu CGP Hentikan

Ada banyak metode pembelajaran yang bisa dilakukan saat proses pembelajaran. Guru bisa mengganti-ganti metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan atau materi yang akan disampaikan. Pemilihan metode pembelajaran juga disesuaikan dengan pemilihan media yang menyenangkan.

Jika guru hanya berfokus pada satu metode pembelajaran dan tidak ingin improvisasi diri maka pembelajaran akan menjadi membosankan. Dampaknya juga akan kembali kepada anak, karena mereka jenuh dan kelas tidak kondusif serta materi yang diberikan tidak bisa diterima dengan maksimal.

Carilah berbagai referensi baru baik online maupun offline untuk meningkatkan metode pembelajaran agar menjadi lebih baik. Ada berbagai metode pembelajaran berbau teknologi yang bisa dicari untuk dicontoh.

6. Pilih Kasih dan Memperlakukan Siswa Tidak Adil

Terakhir, memperlakukan setiap peserta didik secara adil merupakan kewajiban dari seorang guru. Sayangnya terkadang guru cenderung pilih kasih dan focus pada anak-anak yang dianggap pintar saja. Padahal kondisi ini harus segera dihentikan.

Semua anak berhak mendapatkan perilaku yang baik dari gurunya tanpa terkecuali. Guru yang men-treatment siswa dengan pilih kasih bisa berpengaruh pada kondisi mental siswa tersebut karena merasa tidak diperhatikan.

Nah itulah beberapa perilaku yang perlu CGP hentikan adalah. Contoh perilaku yang perlu CGP hentikan diatas bisa dikembangkan lagi menjadi hal-hal lainnya yang lebih spesifik. Jika anda masih melakukan beberapa hal diatas maka segeralah hentikan karena bisa berdampak buruk pada siswa dan segera ganti dengan perilaku yang baik dan sesuai.

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad