Kotaku
Home Pendidikan Untuk Guru Pentingnya Pembelajaran Berdiferensiasi dan Ciri-cirinya

Pentingnya Pembelajaran Berdiferensiasi dan Ciri-cirinya

Tugas seorang guru tidak hanya terbatas pada penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga melibatkan kemampuan untuk menerapkan strategi-strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Saat ini, dengan kemajuan zaman, terdapat berbagai macam model pembelajaran yang tersedia. Salah satu model pembelajaran yang dianggap cocok dengan dinamika zaman sekarang adalah pembelajaran berdiferensiasi. Model pembelajaran ini menjadi solusi bagi guru yang ingin meningkatkan minat belajar siswa serta memenuhi kebutuhan individual mereka.

Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi adalah suatu pendekatan dalam proses belajar mengajar di mana berbagai cara diajarkan melalui diferensiasi dan asesmen awal untuk memenuhi kebutuhan unik masing-masing siswa. Setiap siswa memiliki kemampuan, minat, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Dalam model ini, siswa diberi kesempatan untuk mempelajari materi sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka.

Model pembelajaran berdiferensiasi memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi mereka sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Sebaliknya, tugas guru dalam pembelajaran berdiferensiasi adalah menyediakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru diharapkan memahami bahwa setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan juga harus bervariasi.

Menurut para ahli, pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan yang menekankan pada siapa yang mengajar, di mana, dan bagaimana cara mengajar. Hal ini mencakup pembuatan berbagai jalur pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan pengalaman siswa. Dalam implementasinya, guru ditantang untuk memenuhi kebutuhan setiap siswa dengan melakukan berbagai jenis pendekatan pembelajaran.

Penerapan Diferensiasi dalam Pembelajaran

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan sarana untuk mengakomodasi kebutuhan belajar siswa secara individual. Guru perlu mengembangkan strategi dan tindakan yang tepat, karena pendekatan terhadap setiap siswa akan berbeda. Guru harus memahami peran mereka di kelas sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik.

Penerapan pembelajaran berdiferensiasi sangat penting mengingat adanya keragaman antara siswa, baik dari segi kultur, budaya, lingkungan, maupun kemampuan dan keterampilan. Pembelajaran ini memungkinkan guru untuk mengajar sesuai dengan minat, bakat, kebutuhan, dan kesiapan siswa, dengan tujuan agar semua siswa dapat meraih prestasi yang baik.

Selain itu, penerapan dalam pembelajaran memberikan manfaat bagi guru dalam mengembangkan kemampuannya. Guru perlu kreatif dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan setiap siswa. Model ini memiliki beberapa ciri khas, termasuk bersifat proaktif, berorientasi pada kualitas daripada kuantitas, menggunakan asesmen sebagai akar, menyediakan berbagai pendekatan, bersifat hidup, dan mencampurkan pembelajaran individu dan klasikal.

Dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan belajar setiap siswa. Guru perlu memahami bahwa setiap siswa memiliki keunikan dan perlu mendapatkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mereka.

Ciri-ciri Penerapan Diferensiasi Learning

Pembelajaran berdiferensiasi memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari model pembelajaran lainnya. Menurut Association for Supervision and Curriculum Development (2011) yang dikutip oleh Tomlinson, terdapat beberapa karakteristik dasar dari pembelajaran berdiferensiasi, antara lain:

Proaktif

Dalam pembelajaran berdiferensiasi, guru perlu secara proaktif merencanakan dan mengantisipasi kebutuhan beragam siswa di dalam kelas. Ini berarti guru tidak hanya menyesuaikan pembelajaran dengan siswa, tetapi juga mencari metode atau strategi yang sesuai dengan kebutuhan individual mereka.

Lebih menekankan pada kualitas daripada kuantitas

Karena setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda, pembelajaran berdiferensiasi lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Guru harus memperhatikan kualitas tugas yang diberikan kepada siswa dan menyesuaikannya dengan kebutuhan siswa tersebut. Sebagai contoh, jika seorang siswa sudah mahir menyelesaikan tugasnya, dia tidak akan diberi tugas yang sama dengan siswa lain, melainkan tugas yang sesuai dengan tingkat keterampilannya.

Asesmen menjadi akar

Asesmen secara terus-menerus dilakukan oleh guru untuk memantau perkembangan siswa dan mengetahui keadaan mereka dalam setiap tahap pembelajaran. Hal ini memungkinkan guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan individu siswa.

Menyediakan berbagai pendekatan

Pembelajaran berdiferensiasi melibatkan empat unsur utama: konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Keempat unsur ini disesuaikan dengan kesiapan siswa dalam mempelajari materi, minat, dan gaya belajar mereka.

Berorientasi pada siswa

Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mereka tentang materi yang akan diajarkan. Berdasarkan informasi tersebut, guru merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan masing-masing siswa.

Percampuran antara pembelajaran individu dan klasikal: Pembelajaran berdiferensiasi memberikan kesempatan pada siswa untuk belajar bersama secara klasikal, namun juga memungkinkan guru untuk merencanakan pembelajaran secara individu sesuai dengan kebutuhan siswa.

Bersifat hidup

Dalam pembelajaran berdiferensiasi, guru dan siswa berkolaborasi untuk menyusun tujuan pembelajaran baik secara individu maupun secara kelompok. Guru juga secara aktif memantau pembelajaran yang cocok untuk siswa dan melakukan penyesuaian yang diperlukan.

Dengan adanya ciri-ciri ini, pembelajaran berdiferensiasi diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan belajar setiap siswa secara efektif dan membantu mereka mencapai potensi maksimalnya.

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad