Penerapan Disiplin Positif (Rubrik Observasi Kelas) Ini Fokus Perilaku yang Akan Diobservasi!

- Penulis

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penerapan Disiplin Positif Rubrik Observasi Kelas 1

Penerapan Disiplin Positif Rubrik Observasi Kelas 1

Kotaku.id -Penerapan disiplin positif (Rubrik Observasi Kelas) dan fokus perilaku yang akan diobservasi akan dibahas dalam pembahasan berikut ini. Dalam perencanaan pengelolaan kinerja guru di PMM, terdiri sebanyak 8 indikator yang perlu dipilih dalam rubrik praktik pembelajaran.

Adapun, salah satu indikator itu yakni penerapan disiplin positif. Rubrik ini diketahui dipilih sebagai bentuk pertimbangan untuk memilih dimensi pembelajaran. Yang nantinya akan diobservasi oleh kepala sekolah.

Penerapan disiplin positif adalah suatu upaya dalam menerapkan disiplin positif untuk mengelola perilaku dan kebiasaan kelas yang perlu disepakati bersama dengan siswa dan guru.

Kesepakatan ini dilaksanakan sebelum proses pembelajaran dan semua warga kelas berhak untuk mengajukan ide dan gagasan. Lalu, apa saja saja penerapan disiplin positif yang akan diobservasi oleh kepala sekolah? Dibawah ini adalah penjelasannya.

1. Guru Melakukan Penguatan Positif Terhadap Perilaku Yang Sesuai Atau Mendukung Kesepakatan Kelas

Perilaku yang dianjurkan yakni antara lain: guru harusnya memberikan pujian terhadap peserta didik yang mempunyai perilaku sesuai dengan kesepakatan. Guru juga perlu memberikan penguatan positif dengan berbagai macam cara. Guru juga harusnya mengakui suatu perilaku positif dengan spesifik dan menjelaskan alasannya.

Perilaku yang perlu dihindari oleh guru, yakni lain: guru harus bisa konsisten dalam memberikan penguatan positif, tidak pada peserta didik tertentu saja. Guru tidak diperbolehkan untuk fokus kepada perilaku negatif dengan mengabaikan perilaku positif. Guru juga tidak diperkenankan untuk melakukan penguatan terhadap perilaku yang tidak bermanfaat untuk siswa.

2. Guru melakukan refleksi dinamis kelas untuk menerapkan kesepakatan kelas.

Perilaku yang dianjurkan yaitu antara lain: guru bisa mengajak Siswa untuk melakukan refleksi dinamika kelas yang mana mengacu pada kesepakatan kelas. Sementara itu guru juga perlu menunjukkan kesediaan dalam mendengarkan pandangan Siswa mengenai dinamika kelas. Guru juga perlu bersikap adaftif, hal ini artinya dapat mengubah kesepakatan kelas jika dibutuhkan.

Perilaku yang perlu dihindari oleh guru yaitu antara lain: guru tidak diperkenankan untuk mengabaikan pendapat siswa mengenai segala sesuatu yang terjadi di dalam kelas. Guru juga tidak diperbolehkan bersikap defensif, khususnya dalam menyikapi umpan balik dari siswa terkait dengan hal kedisiplinan. Guru juga hendaknya menghindari hukuman fisik terhadap siswa yang melakukan pelanggaran disiplin.

3. Guru memfasilitasi Siswa untuk menyadari konsekuensi dan memperbaiki perilaku melanggarnya (restitusi)

Perilaku yang dianjurkan yakni antara lain: guru membantu peserta didik untuk menyadari konsekuensi dari perilaku melanggarnya. Guru juga perlu mendengarkan sudut pandang peserta didik dalam melakukan perbaikan perilakunya.

Perilaku guru yang perlu dihindari yakni antara lain: guru tidak diperkenankan langsung memberikan hukuman kepada peserta didik tanpa membangun upaya perbaikan perilaku peserta didik yang membuat kesalahan. Guru juga harus mempunyai Tingkat kesabaran yang tinggi, khususnya dalam mebantu Siswa dalam menyadari konsekuensi perilakunya.

Guru juga tidak diperkenankan meminta peserta didik tenang dengan mengabaikan perilaku melanggar yang pernah terjadi.

Kesimpulan

Itulah diatas 3 fokus perilaku yang nantinya akan diobservasi oleh kepala sekolah. Yakni berdasarkan indikator penerapan disiplin positif yang mana dipilih dalam tahap perencanaan.

Pentingnya tahapan perencanaan ini yaitu untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam tahap pelaksanaan observasi kelas, diskusi tindak lanjut, refleksi, penilaian serta penentuan predikat kinerja guru.

Fokus pada perilaku yang nantinya akan diobservasi oleh kepala sekolah mampu membuat guru menjadi lebih mudah menerapkan disiplin positif ini dalam proses pembelajaran. Demikian pembahasan kali ini, semoga pembahasan diatas bisa bermanfaat bagi Anda.

Berita Terkait

SP.datadik 101: Tutorial Akses Data Sekolah & Guru
Ngitung Nilai Rata-Rata Itu Gampang, Asal Tahu Caranya
Catatan Hangat Wali Kelas yang Menyentuh Hati dan Bikin Semangat Bangkit Lagi
Gambaran Umum Pelaksanaan Program Pemantauan Kualitas Data Dapodik 2025 di Satuan Pendidikan
3 Contoh Nyata Kegiatan Kompetensi Penguasaan Bahan Kajian Akademis Guru
Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru 2025: Kabar Baik untuk Tenaga Pendidik, Ini Jadwal dan Syaratnya
Bu Guru Tuban Viral: Sosok Inspiratif di Balik Sorotan Media
Dasar Hukum Pengadaan PPPK Guru Instansi Daerah: Regulasi & Implementasi Profesionalisme Pendidikan
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:33 WIB

SP.datadik 101: Tutorial Akses Data Sekolah & Guru

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:34 WIB

Ngitung Nilai Rata-Rata Itu Gampang, Asal Tahu Caranya

Kamis, 11 Desember 2025 - 17:32 WIB

Catatan Hangat Wali Kelas yang Menyentuh Hati dan Bikin Semangat Bangkit Lagi

Kamis, 20 November 2025 - 12:52 WIB

Gambaran Umum Pelaksanaan Program Pemantauan Kualitas Data Dapodik 2025 di Satuan Pendidikan

Kamis, 23 Oktober 2025 - 23:34 WIB

3 Contoh Nyata Kegiatan Kompetensi Penguasaan Bahan Kajian Akademis Guru

Berita Terbaru

Blogging

Daftar Lengkap Negara yang Lolos ke Piala Dunia FIFA 2026

Kamis, 9 Apr 2026 - 22:49 WIB