KotakuID – Engineer to order merupakan salah satu jenis order fulfillment yang dibuat sesuai dengan permintaan pembeli. Contoh dari engineer to order biasanya dilakukan oleh perusahaan manufaktur dengan berskala besar. Misalnya seperti perusahaan konstruksi, produsen kapal laut, dan lain sebagainya.
Namun, engineer to order ini juga dapat dilakukan sebagai sistem produksi dari bisnis di bidang lain, seperti halnya pembuatan perhiasan ataupun jasa desain situs web. Untuk bisa mengenal lebih jauh tentang engineer to order, Anda bisa simak pembahasan berikut ini!
Pengertian Engineer to Order

Sebenarnya, apa yang sih engineering to order itu? Jadi, engineer to order merupakan salah satu proses produksi yang akan dilakukan produsen. Yakni dengan merancang, membuat, dan menyempurnakan produk agar spesifikasinya sesuai dengan keinginan pembeli.
Artinya, perusahaan yang akan menerapkan sistem produksi engineer to order ini tidak menyimpan bahan baku dari produknya sendiri.
Ya, engineer to order yaitu sistem produksi yang dilakukan lewat penawaran terlebih dahulu. Alih-alih melakukan promosi penjualan, engineer to order ini akan diawali dengan proses penawaran dari si calon pembeli.
Di proses penawaran ini, calon pembeli nantinya akan menjelaskan rancangan produksi. Diantaranya mulai dari bahan yang diperlukan, anggaran, dan estimasi waktu produksi.
Jika produsen dan calon pembeli sudah sepakat dengan rancangan tersebut, produsen baru kemudian melakukan pemesanan terhadap bahan baku. Dan mulai membuat produk sesuai dengan keinginan pembeli. Setelah sudah jadi, produk baru akan dikirimkan oleh produsen kepada pembeli.
Alur Pelaksanaan Engineer to Order

Sebagai sistem produksi, engineer to order mempunyai alur tertentu. Berikut ini adalah uraian dari alur pelaksanaan engineer to order:
1. Penawaran
Alur pelaksanaan engineer to order yang pertama yaitu penawaran. Penawaran akan dilakukan oleh si calon pembeli kepada produsen dengan cara menjelaskan spesifikasi produknya. Yakni mulai dari pemakaian bahan baku, anggaran, sampai waktu penyelesaian produksi.
Setelah si calon pembeli dan produsen sama-sama menyepakati penawaran tersebut, perencanaan akan dilakukan.
2. Perencanaan
Tahapan selanjutnya yang akan dilakukan oleh produsen dengan membuat desain, melakukan pengadaan, dan memesan bahan baku. Selain itu, produsen juga nantinya akan menyusun jadwal produksi agar produk yang dinginkan oleh pembeli bisa selesai tepat waktu.
3. Manajemen Inventaris
Manajemen inventaris atau inventory management merupakan kegiatan penyimpanan dan pengelolaan barang persediaan untuk bisa memulai proses produksi dari engineer to order.
Manajemen inventaris ini wajib dilakukan dengan sebaik mungkin agar bahan baku tetap dalam kondisi baik. Dengan demikian, proses produksi bisa berjalan secara optimal.
4. Proses Produksi
Alur berikutnya dari engineer to order yaitu proses produksi. Ya, dalam tahapan ini, produk akan mulai dibuat dan disempurnakan hingga menjadi satu kesatuan yang utuh.
Proses produksi ini sangat penting untuk diperhatikan agar tetap sesuai dengan jadwal yang telah dirancang. Jadi, produsen tidak perlu lagi membayar denda keterlambatan produksi.
Contoh Engineer to Order

Setelah mengenal alurnya, Anda mungkin akan penasaran dengan apa saja contoh engineer to order ini? Secara garis besar, engineer to order ini memang akan dilakukan oleh industri besar yang hanya membutuhkan produknya dalam jumlah sedikit.
Beberapa contoh industri yang menerapkan sistem produksi engineer to order antara lain pembuatan perhiasan, pembuatan website, pembuatan mobil pemadam kebakaran, pembuatan kapal terbang dan konstruksi jalan raya atau jembatan.
Kesimpulan
Itulah dia ulasan tentang engineer to order yang penting untuk Anda kenali. Jadi, engineer to order merupakan salah satu model operasi dari order fulfillment yang dilakukan dengan menyempurnakan produk. Dengan tujuan agar mempunyai spesifikasi yang sesuai dengan keinginan pembeli.









