Kotaku.ID – Bagi anda yang dalam waktu dekat akan mengirimkan lamaran pekerjaan, maka perlu menyiapkan contoh daftar riwayat hidup sebagai salah satu syarat melamar kerja. Daftar riwayat hidup atau yang dikenal dengan Curriculum Vitae (CV) adalah data diri yang penting dan sangat dibutuhkan ketika anda melamar suatu posisi pekerjaan.
Dari daftar riwayat hidup yang disertakan, maka perusahaan bisa mengenali siapa yang mendaftar pekerjaan di tempatnya dengan lebih mendalam dan juga dijadikan bahan pertimbangan apakah anda akan diterima atau tidak. Jadi jangan sampai keliru mencari contoh daftar riwayat hidup karena ini sangatlah penting.
Pengertian Daftar Riwayat Hidup
Sebelum kita melihat contoh daftar riwayat hidup, terlebih dahulu kita akan mengenali pengertian dari daftar riwayat hidup itu sendiri. Daftar riwayat hidup atau Curriculum Vitae berarti perjalanan hidup. Keduanya memiliki makna yang sama dan berisikan tentang data pribadi seseorang yang dibutuhkan ketika melamar kerja.
Baik daftar riwayat hidup, curriculum vitae maupun CV merujuk pada satu hal yang sama berisikan perjalanan hidup seseorang. Jadi dalam berkas anda bisa memberikan nama salah satu dari ketiganya itu.
Adapun isi dari perjalanan hidup yang dibutuhkan adalah informasi pribadi seperti nama, alamat, nomor yang bisa dihubungi dan lainnya. Sedangkan perjalanan hidup yang dimaksud adalah riwayat pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA/K Sampai ke perguruan tinggi.
Data ini membantu HRD untuk mengetahui kandidat pemilik CV tersebut, dari mana lulusnya, jurusan apa maupun kapan tepatnya resmi lulus. Informasi lain yang bisa dicantumkan seperti pengalaman magang, berorganisasi maupun bekerja sebelumnya sehingga HRD tahu track record anda.
Unsur Dalam Daftar Riwayat Hidup
Pembuatan daftar riwayat hidup harus diperhatikan sedetail mungkin namun tetap menekankan pada informasi penting didalamnya agar HRD bisa melihat CV dengan jelas. Penulisan CV yang baik dan benar, secara umum ada beberapa unsur di dalam daftar riwayat hidup yang mencakup:
1. Data Diri
Pertama, adalah data diri yang membuat dari CV tersebut. Informasi yang disampaikan diantaranya adalah nama, tempat tanggal lahir, nomor handphone, agama dan lainnya. Informasi personal ini bisa membantu HRD mengenal anda secara personal.
Perlu diingat, dalam membuat CV untuk tidak perlu menambahkan atau mengurangi data diri sebab semua data tersebut memang haruslah valid dan dibuktikan dengan dokumen resmi. Seperti KTP, Ijazah terakhir, SIM dan Akta.
Saat ini semakin banyak HRD yang meminta calon pelamar kerja mencantumkan nama akun media sosial yang dimilikinya. Hal ini untuk mengetahui rekam jejak calon karyawan di dunia digital. Oleh akreannya pastikan anda sudah bijak dalam menggunakan internet khususnya menggunakan akun media social.
2. Pendidikan
Pendidikan adalah unsur penting lainnya yang harus disertakan ke dalam CV. Semua data diri dalam CV memanglah penting namun pendidikan menjadi salah satu fokus utama HRD dalam membaca data diri.
Anda tidak perlu mencantumkan seluruh sejarah pendidikan mulai dari TK sampai perguruan tinggi. Cukup menyertakan pendidikan terakhir saja dengan menyebutkan nama instansi, jurusan dan tahun kelulusan. Bagi yang lulusan sarjana maka diperlukan pula mencantumkan IPK yang diperolehnya.
3. Pengalaman Kerja
Pengalaman kerja ternyata cukup penting dicantumkan dalam daftar riwayat hidup. Hal ini mempermudah HRD dalam menemukan calon karyawan dengan pengalaman kerja yang linier.
Contohnya, sebuah perusahaan membutuhkan seorang desain grafis, maka HRD perusahaan tersebut akan memilih calon karyawan baru yang tidak hanya lulusan DKV saja namun juga yang sudah memiliki pengalaman sebagai desain grafis. Jadi, pengalaman pekerjaan yang dimiliki cantumkan dalam CV anda.
Ingat, hindari menambahkan pengalaman kerja yang tidak valid. Karena pihak HRD juga akan melakukan pengecekan dan jika anda berbohong maka akan menambah kesulitan anda mendapatkan pekerjaan kedepannya.
4. Keterangan Tambahan
Bagi yang belum pernah memiliki pengalaman pekerjaan, maka anda bisa melihat contoh daftar riwayat hidup yang bagus. Yakni dengan menambahkan keterangan di dalamnya seperti pengalaman organisasi, pengalaman magang atau keterampilan yang dikuasainya.
Bagi yang baru lulus dan belum memiliki pengalaman pekerjaan sebelumnya, bisa menyertakan keterangan tambahan berupa keterampilan atau keahlian yang dikuasainya. Seperti mengoperasikan komputer, menggunakan aplikasi desain dan lain sebagainya.
5. Tanda Tangan
Setelah selesai membuat daftar riwayat hidup maka jangan lupa untuk membubuhkan tanda tangan milik anda sendiri. Ini sebagai bukti bahwa data yang anda cantumkan benar-benar data milik anda dan tidak ada kebohongan di dalamnya.
Tanda tangan tersebut biasanya diikuti pula dengan nama lengkap. Inilah akhir dari pembuatan daftar riwayat hidup.
Contoh Daftar Riwayat Hidup
Nah itulah ulasan tentang contoh daftar riwayat hidup dan berbagai contoh yang bisa dijadikan referensi. Ingat karena data ini sangat penting dan menjadi penentu apakah HRD menerima anda sebagai karyawannya atau tidak. Oleh karenanya dalam pembuatannya harus teliti dan hati-hati.









