Kotaku
Home Pendidikan Untuk Guru Catat! 6 Penyebab Tunjangan Profesi Guru Sertifikasi Dihentikan

Catat! 6 Penyebab Tunjangan Profesi Guru Sertifikasi Dihentikan

Tunjangan profesi guru (TPG) tidak cair? Terdapat beberapa penyebab yang menjadikan TPG tidak dicairkan oleh pemerintah. Pemberian TPG sebelumnya telah ditetapkan dalam Permendikbud Nomor 45 Tahun 2023.

Skema tunjangan profesi guru sertifikasi adalah tunjangan yang diberikan oleh pemerintah pada guru ASN Daerah. Selain tunjangan tersebut, guru juga diberikan dua tunjangan lainnya yaitu tunjangan khusus dan tunjangan tambahan penghasilan.

Lalu apa yang menyebabkan tunjangan untuk guru ini tidak diberikan? Simak dari kotaku.id ulasannya berikut ini.

Penyebab Tunjangan Profesi Guru Tidak Diberikan

Sesuai dengan Permendikbud Nomor 45 Tahun 2023, tunjangan profesi guru diberikan empat kali dalam setahun. Hingga pembayaran tunjangan dilakukan secara bertahap mulai dari triwulan I, II, III, hingga triwulan IV.

Meskipun sesuai aturan TPG harus diberikan pada guru, tetapi ada beberapa kondisi yang menyebabkan guru tidak akan diberikan tunjangan. Misalnya jika seorang guru meninggal dunia, maka tunjangan profesi guru akan dihentikan oleh pemerintah. Selain itu, ada beberapa faktor penyebab TPG tidak cair, antara lain adalah sebagai berikut:

Meninggal Dunia

Penyaluran tunjangan sertifikasi guru akan dihentikan sejak tanggal seorang  guru yang berkepentingan meninggal dunia. Hal ini telah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023 mengenai Petunjuk Teknis Pemberian Tunjangan Profesi guru, Tunjangan Hari Raya, dan Pensiunan Dini Bagi Guru ASN di Daerah.

Pengertian tunjangan akan secara otomatis dihentikan oleh sistem. Kemudian berbeda dengan uang pensiunan bahwa ahli waris tidak berhak menerima tunjangan yang belum cair dihitung sejak tanggal yang berkepentingan meninggal dunia. Lalu, jika guru yang berkepentingan meninggal dunia di tengah semester, maka tunjangan akan dihitung proporsional sesuai dengan masa kerja dalam semester tersebut.

Cuti Sakit Lebih dari 6 Bulan

Faktor selanjutnya penyebab tunjangan profesi guru dihentikan adalah jika yang berkepentingan melaksanakan cuti sakit lebih dari 6 bulan lamanya. Jika guru mengajukan cuti sakit, dan lebih dari 6 bulan belum masuk sekolah atau melakukan tugasnya sesuai tanggung jawab maka tunjangan dapat dihentikan. Penghentian tn ruangan ini akan dilakukan selama guru tersebut masih dalam masa cuti atau selama ia sakit nya belum dapat menjalankan tugas.

Seperti aturan meninggal dunia, penghentian tunjangan akan dilakukan secara otomatis. Namun, jika guru izin cuti sakit kurang dari 6 bulan, maka ia tetap berhak mendapatkan tunjangan. Bagi guru yang cuti lebih dari 6 bulan, kemudian masuk kembali setelah lebih 6 bulan maka ia berhak mendapatkan tunjangan kembali setelah masuk sekolah. Selain itu, untuk mendapatkan cuti guru wajib menyertakan surat keterangan dari dokter.

Mencapai Batas Usia Pensiun

Sejak tanggal pensiun maka guru yang telah pensiun tersebut akan dihentikan tunangannya. Guru yang pensiun masih berhak mendapatkan tunjangan profesi guru yang belum cair hingga tanggal ia pensiun ditetapkan. Bagi guru yang telah pensiun tidak berhak lagi mendapatkan tunjangan untuk berbulan-bulan berikutnya. Pengertian tunjangan juga akan dihentikan secara otomatis oleh sistem.

Mengundurkan Diri

TPG akan dihentikan jika guru menggunakan diri atas permintaan sendiri. Guru yang mengundurkan diri maka berhak menerima tunjangan lagi terhitung sejak tanggal pengunduran diri. Bagi guru yang mengundurkan diri saat di tengah semester, maka ia tidak akan mendapatkan TPG di bulan berikutnya.

Dipidana Penjara

Saat seorang guru terkena kasus dan dipidana penjara  berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, maka tunjangan yang menjadi haknya akan dihentikan oleh pemerintah. Hal ini dikarenakan guru telah melanggar aturan yang berlaku. Namun guru masih dapat menerima tunjangan untuk periode sebelum tanggal putusan pengadilan ditetapkan.

Tidak Memenuhi Persyaratan dan Melakukan Pelanggaran

Ketika guru tidak lagi memenuhi persyaratan sesuai dengan aturan yang berlaku maka tunjangan dapat dihentikan secara otomatis. Misalnya, tidak mempunyai sertifikasi pendidik, tidak lagi mengajar di satuan pendidikan tertentu, serta tidak memenuhi kontrak seusia dengan kewajiban dan tanggung jawabnya.

Selain itu, guru yang melakukan pelanggaran-pelanggaran etik juga dapat menjadi penyebab diberhentikan nya tunjangan profesi guru. Misalnya guru diketahui melakukan tindakan asusila, melakukan penyalahgunaan narkotika atau melakukan pungutan liar. Maka guru tersebut akan otomatis tidak mendapat tunjangan, bahkan kemungkinan guru akan mendapatkan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.

 

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad