10 Macam-Macam Model Pembelajaran Yang Wajib Diketahui Guru

- Penulis

Jumat, 8 Maret 2024 - 05:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

jeshoots com 5EKw8Z7CgE4 unsplash

jeshoots com 5EKw8Z7CgE4 unsplash

KOTAKU.ID – Memahami model pembelajaran bagi seorang guru adalah hal yang sangat penting. Dengan memahami berbagai model pembelajaran yang ada, mempermudah guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Namun seperti apa macam-macam model pembelajaran tersebut? Selengkapnya akan diuraikan dalam artikel berikut ini secara jelas dan mendalam. Langsung saja berikut ini model pembelajaran yang wajib diketahui seorang guru:

1. Model Pembelajaran Inquiry

Macam-macam model pembelajaran pertama ini, menekankan proses berpikir kritis dan analitis peserta didik dalam menemukan jawaban dari permasalahan yang dipertanyakan. Strategi dalam model pembelajaran ini meliputi 6 langkah, yakni:

  • Orientasi
  • Merumuskan masalah
  • Merumuskan hipotesis
  • Mengumpulkan data
  • Menguji hipotesis
  • Merumuskan kesimpulan

Model pembelajaran ini berpusat pada peserta didik dan membuat mereka lebih aktif dan kreatif dalam menyelesaikan permasalahan dan mencari informasi. Kelas akan menjadi lebih aktif ketika guru menggunakan model pembelajaran satu ini.

2. Model Pembelajaran Kontekstual

Pernahkah anda berpikir mengapa kita harus belajar suatu materi pembelajaran padahal kita merasa pembelajaran itu tidak akan berguna untuk kehidupan didunia nyata? Jika iya, tugas guru adalah memberikan gambaran tersebut.

Model pembelajaran kontekstual merupakan upaya guru mengaitkan materi yang sedang dipelajari dan kegunaannya di dunia nyata nanti. Sehingga peserta didik tidak hanya belajar materi di bayangan saja namun juga tahu apa kegunaannya dalam kehidupan nyata.

Meskipun guru tidak menggunakan model pembelajaran kontekstual, sebaiknya di saat awal pembelajaran sebelum masuk materi, peserta didik diberi tahu apa materi yang akan dipelajari dan manfaatnya untuk mereka.

3. Model Pembelajaran Ekspositori

Metode pembelajaran satu ini, menekankan proses menyampaikan materi secara verbal dari guru ke sekelompok siswa. Jadi siswa dibuat berkelompok secara heterogen kemudian guru menjelaskan. Cara ini dinilai lebih optimal membuat peserta didik menguasai materi yang disampaikan.

Setelah menyampaikan materi, guru bisa memberikan Tanya jawab kepada peserta didik. Agar pembelajaran lebih maksimal guru bisa memberikan metode penemuan dan metode peragaan terkait materi yang disampaikan.

4. Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran berbasis masalah ini, memancing peserta didik untuk memecahkan suatu permasalahan sesuai dengan materi melalui tahapan-tahapan metode ilmiah. Mereka bisa mempelajari dan menghubungkan antara pengetahuan yang dimiliki dengan permasalahan yang ada.

Pendidik bisa memilih materi yang sederhana maupun kompleks. Setelah menemukan jawaban nantinya peserta didik diminta untuk mempresentasikan hasil temuannya tersebut.

5. Model Pembelajaran Kooperatif

Sedangkan untuk macam-macam model pembelajaran satu ini, pertama-tama kelas dibentuk beberapa kelompok secara heterogen. Masing-masing kelompok memiliki siswa yang lebih pandai dibandingkan yang lain. Selanjutnya siswa tersebut bisa mempresentasikan materinya ke dalam masing-masing kelompok.

Model pelajaran satu ini sama dengan pembelajaran teman seusia yang dinilai lebih mudah dipahami daripada model ceramah belaka.

6. Model Pembelajaran Project Based Learning

Model satu ini tidak akan membosankan dan banyak disukai peserta didik. Pembelajaran satu ini menggunakan proyek atau kegiatan sebagai media. Diharapkan penggunaan model pembelajaran ini peserta didik lebih mudah eksplorasi, pendidik mudah melakukan penilaian, sintesis dan juga bisa menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.

Namun pastinya, jika ingin menggunakan model pembelajaran satu ini, maka guru harus ekstra mengawasi peserta didik dan membimbingnya. Agar hasil belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran.

7. Model Pembelajaran PAIKEM

PAIKEM bisa didefinisikan sebagai pendekatan mengajar approach to teaching. Biasanya model pembelajaran satu ini digunakan bersama metode lainnya dan menggunakan berbagai media pembelajaran lainnya. Penataan lingkungan pembelajaran juga sangat mendukung agar proses pembelajaran semakin inovatif, aktif dan juga kreatif.

Ada beberapa langkah yang diterapkan dalam model PAIKEM, diantaranya adalah:

  • Melakukan pengamatan
  • Menentukan tujuan pembelajaran
  • Membangun konsep
  • Memberi masalah atau studi kasus
  • Merancang percobaan
  • Mengkomunikasi atau presentasi hasil
  • Evaluasi
  • Tindak lanjut

8. Model Pembelajaran Quantum

Yang selanjutnya sering disebut dengan model QL, model pembelajaran satu ini mengutamakan peralatan belajar dengan cara melihat potensi diri dan kondisi penguasaan asing-masing peserta didik. QL sangat cocok diterapkan untuk mendukung peningkatan hasil belajar siswa, melatih siswa agar bisa berpikir kritis dan kreatif serta meningkatkan kualitas diri setiap peserta didik itu sendiri.

9. Model Pembelajaran Terpadu

Pendekatan pembelajaran satu ini menggabungkan beberapa konsep dari berbagai mata pelajaran dengan satu tema tertentu untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan siswa secara keseluruhan. Contohnya saja pembelajaran matematika yang digabungkan dengan mata pelajaran fisik, dan pembelajaran sejarah yang digabungkan dengan mata pembelajaran bahasa indonesia ataupun lainnya.

10. Model Pembelajaran Portofolio

Terakhir adalah pembelajaran portofolio yang mending peserta didik untuk aktif mencari data secara langsung. Peserta didik harus mengidentifikasi permasalahan sampai pelaksanaan gelar kasusnya. Hal ini mendorong mereka lebih aktif, komunikatif, inovatif dan juga menjadi metode pembelajaran yang menyenangkan.

Itulah beberapa Macam-Macam Model Pembelajaran yang ada dan harus guru ketahui agar bisa disesuaikan ketika melakukan pembelajaran di kelas.

Banyaknya model pembelajaran ini tidak harus semuanya diterapkan oleh guru. Namun guru bisa melakukan pertimbangan manakah model pembelajaran yang akan digunakan dan yang tidak akan digunakan sesuai dengan kondisi kelas dan peserta didiknya.

Disclaimer : “Jangan lewatkan informasi terbaru seputar dunia pendidikan dan informasi CPNS dan PPPK dengan bergabung di channel telegram kami. Klik LINK BERIKUT dan pilih join”

 

Berita Terkait

Prospek Kerja Lulusan Kriminologi di Indonesia yang Semakin Menjanjikan
Sekolah Aman Itu Wajib: Biar Belajar Nggak Pakai Rasa Takut
Tumbuh vs Berkembang: Beda Tipis, Maknanya Jauh
SP.datadik 101: Tutorial Akses Data Sekolah & Guru
Senam Biasa vs Senam Irama: Bedanya Apa Sih?
Kenalan Sama Bilangan Komposit Terkecil: Apa Jawabannya?
Begini Cara Sistem Pencernaan Mengolah Makanan
Literasi Digital di Era Sosmed: Biar Gak Mudah Kena Hoaks
Berita ini 375 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 23:51 WIB

Prospek Kerja Lulusan Kriminologi di Indonesia yang Semakin Menjanjikan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:04 WIB

Sekolah Aman Itu Wajib: Biar Belajar Nggak Pakai Rasa Takut

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:58 WIB

Tumbuh vs Berkembang: Beda Tipis, Maknanya Jauh

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:33 WIB

SP.datadik 101: Tutorial Akses Data Sekolah & Guru

Kamis, 29 Januari 2026 - 08:20 WIB

Senam Biasa vs Senam Irama: Bedanya Apa Sih?

Berita Terbaru