Kotaku.ID – Setiap tenaga pendidik di satuan pendidikan tentunya sudah tidak asing dengan istilah evaluasi diri sekolah atau EDS. EDS ini merupakan penilaian internal untuk melihat kinerja sekolah apakah sudah sesuai SNP standar nasional pendidikan dan spm atau standar pelayanan minimal.
Penelitian ini adalah salah satu tanggung jawab kepala sekolah dan dilakukan oleh Tim Pengembang Sekolah atau TPS (Kepala sekolah, guru, komite sekolah, orangtua peserta didik dan pengawas).
Lantas seperti apa tahapan evaluasi diri sekolah dan apa manfaatnya bagi sekolah? Berikut ini informasi selengkapnya untuk anda.
Pengertian Tahapan Evaluasi Diri Sekolah (EDS)

Evaluasi Diri Sekolah adalah kegiatan yang harus dilakukan setiap sekolahan di Indonesia. Kegiatan ini menjadi tanggung jawab antara kepala sekolah dengan tim pengembang sekolah atau TPS (kepala sekolah, guru, komite, orang tua peserta didik, pengawas) dalam prosesnya juga mengikut sertakan masyarakat atau tokoh agama setempat.
Hasil dari evaluasi ini digunakan sebagai bahan menetapkan aspek aspek prioritas dalam rencana peningkatan dan pengembangan sekolah pada RKAS atau RKS. Laporan hasil EDS juga digunakan penguasa untuk kepentingan pemantauan sekolah oleh Pemerintah Daerah untuk bahan penyusunan perencanaan pendidikan pada tingkat kabupaten atau kota.
Manfaat Evaluasi Diri Sekolah Bagi Satuan Pendidikan
Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang harus dilakukan suatu satuan pendidikan, tentunya tanpa sebab kegiatan ini wajib dilakukan salah satunya karena memiliki manfaat. Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh sekolah dari adanya kegiatan Evaluasi Diri Sekolah, diantaranya adalah sebagai berikut ini:
1. Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan
Pertama dari hasil evaluasi diri sekolah, pihak sekolah bisa mengidentifikasi apa saja kekuatan yang dimilikinya sehingga bisa menjadi bekal untuk pengembangan selanjutnya. Selain itu sekolah juga dapat mengetahui kekurangan apa saja atau kelemahan apa saja yang dimiliki sekolahan sehingga bisa untuk bahasan perbaikan kedepannya dan sebagai dasar penyusunan rencana pengembangan tindak lanjutnya.
2. Peluang Perbaikan Mutu
Kedua, sekolah bisa mengenali peluang yang dimiliki dari sekolah itu sendiri. Tentunya peluang ini jika dikembangkan dan ditindaklanjuti bisa sebagai bekal perbaikan mutu pendidikan dan bisa meningkatkan nilai keberhasilan serta bisa digunakan untuk menyesuaikan program-program yang sudah ada selanjutnya.
3. Mengetahui Tantangan
Selanjutnya, zaman berubah terus maju begitupun dengan pendidikan. Sekolah setiap tahunya menghadapi tantangan yang berbeda di setiap angkatan peserta didiknya. Dibutuhkan diagnosis akan tantangan yang dihadapi kemudian menganalisis apa saja kebutuhan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan tersebut dan melakukan perubahan kedepannya.
4. Mengetahui Tingkat Pencapaian Kinerja
Satuan pendidikan memiliki 8 SNP yang harus tercapai yakni mencapai standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana standar pengelolaan dan standar pembiayaan.
Dengan melakukan evaluasi diri sekolah, sekolah mengetahui tingkat pencapaian kinerja berdasarkan 8 SNP tadi.
5. Landasan Pembuatan Laporan Resmi
Terakhir, dari kegiatan evaluasi diri sekolah bermanfaat untuk mempermudah sekolahan menyediakan laporan resmi yang ditujukan kepada para pemangku kepentingan tentang keberhasilan apa saja yang telah tercapai.
Manfaat Evaluasi Diri Sekolah bagi Instansi Lainnya

Ternyata yang bisa mendapatkan manfaat dari EDS tidak hanya dari pihak sekolah saja, namun banyak pihak lainnya (yang terkait) bisa mendapatkan manfaatnya. Pihak-pihak tersebut antara lain seperti pemerintah, pemerintah kabupaten atau kota dan juga pemerintah provinsi. Manfaat yang bisa didapatkan antara lain adalah:
Dapat menyediakan informasi penting terkait perencanaan, pembuatan keputusan dan perencanaan anggaran pendidikan pada tingkat kabupaten atau kota, provinsi sampai skala nasional.
Kedua, membantu identifikasi bidang prioritas untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pada satuan pendidikan.
Membantu proses identifikasi jenis dukungan yang sesuai dengan kebutuhan setiap satuan pendidikan dan membantu pelatihan atau program pengembangan yang dibutuhkan.
Terakhir, mengidentifikasi keberhasilan sekolah berdasarkan berbagai indikator pencapaian sesuai dengan 8 SNP.
Tahapan Proses Evaluasi Diri Sekolah

Seperti apakah proses evaluasi diri sekolah tersebut dan apa saja yang harus dipersiapkan oleh satuan pendidikan? Berikut ini penjelasannya.
1. Pembentukan TIM
Tahapan proses evaluasi diri sekolah atau ES dimulai dengan pembentukan Tim Pengembang Sekolah atau TPS. Tim ini terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, unsur guru, komite sekolah, wakil orang tua peserta didik dan juga pengawas sekolah. Karena kegiatan ini merupakan kegiatan setiap tahun sehingga TIM hanya ada setiap satu tahun sekali ketika sekolah melakukan EDS.
2. Pelatihan Penggunaan Instrumen
Selanjutnya harus dilakukan pelatihan bagaimana penggunaan instrumen yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Penggunaan instrumen setiap TIM mungkin akan memuat hal-hal yang berbeda, sehingga harus dilakukan pelatihan secara mendalam.
3. Pelaksanaan EDS
Setelah itu tahapan pelaksanaan EDS dimulai di sekolah, TPS akan mengumpulkan bukti dan informasi dari berbagai sumber yang ada untuk mulai menilai kinerja sekolah berdasarkan indikator yangs umumnya sudah di rumuskan pada instrumen. Setidaknya ada 8 Standar Nasional Pendidikan yang ada sesuai yang dijabarkan dari 26 komponen dan 62 indikator.
Setiap standar terdiri dari komponen yang mengacu pada masing-masing SNP sebagai dasar sekolah dalam memperoleh intrias kinerjanya yang bersifat kualitatif. dan hasilnya digunakan sebagai acuan pembuatan RPS/RKS dan RAPBS/RKAS.
Untuk memudahkan proses EDS ini, ada tiga pertanyaan yang perlu dijawab oleh sekolah setiap tahunnya, yaitu:
- Seberapa baikkah kinerja sekolah kita? Hal ini terkait dengan posisi pencapaian kinerja untuk masing-masing indikator SPM dan SNP.
- Bagaimana kita dapat mengetahui kinerja sekolah? Hal ini terkait dengan bukti apa yang dimiliki sekolah untuk menunjukkan pencapaiannya.
- Bagaimana kita dapat meningkatkan kinerja? Dalam hal ini sekolah melaporkan dan menindaklanjuti apa yang telah ditemukan sesuai pertanyaan di nomor 2 dan nomor 3 sebelumnya.
Ketiga pertanyaan tersebut dijawab dengan menggunakan seperangkat indikator kinerja agar dapat dikaji secara objektif terhadap kinerja sekolah berdasarkan SPM dan SNP yang telah ditetapkan.
Hasil dari Evaluasi Diri Sekolah ini selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk mempersiapkan suatu rencana pengembangan sekolah yang terpadu. Hasil EDS ini dan Rencana Pengembangan Sekolah juga akan ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kantor Kemenag sebagai informasi kinerja sekolah terkait pencapaian SPM dan SNP sekaligus sebagai dasar penyusunan perencanaan peningkatan mutu pendidikan pada tingkat kabupaten/kota dan provinsi, bahkan pada tingkat nasional.









