Kotaku
Beranda Pendidikan Untuk Guru Lengkap!! Berikut Ini Format Tugas Demonstrasi Kontekstual Modul 2.1 Guru Penggerak

Lengkap!! Berikut Ini Format Tugas Demonstrasi Kontekstual Modul 2.1 Guru Penggerak

KOTAKU.ID – Pembahasan dibawah ini akan membahas secara lengkap terkait format demonstrasi kontekstual modul 2.1 guru penggerak. Ketika mengikuti program Guru Penggerak, para CGP secara umum akan dibekali dengan sejumlah modul. Salah satunya yaitu modul 2.1.

Dengan melalui modul 2.1, Calon Guru Penggerak (CGP) perlu mempelajari cara merancang pembelajaran yang memenuhi kebutuhan belajar murid. Khususnya dengan melalui pembelajaran berdiferensiasi. Setelah memahaminya, peserta CGP nantinya akan diminta untuk membuat tugas Demonstrasi Kontekstual.

Nah, sebelum mengetahui format tugas demonstrasi kontekstual Modul 2.1 Guru Penggerak, ada baiknya Anda mengetahui pembelajaran berdiferensiasi lebih dahulu.

Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan sebuah metode pengajaran di mana guru menggunakan berbagai macam cara yang berbeda untuk dapat memenuhi kebutuhan individu dari setiap siswa sesuai pada karakteristik, tingkat kemampuan, minat, serta gaya belajar mereka. Tujuan utama dari adanya pembelajaran berdiferensiasi yaitu untuk dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih sesuai dan efektif kepada setiap siswa, sehingga mereka bisa mencapai potensi maksimal mereka.

Dengan guru menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, guru dapat mengenali kebutuhan para siswa yang berbeda-beda, selanjutnya merancang metode ajar yang paling efektif untuk mereka. Adanya pembelajaran berdiferensiasi ini juga dapat membantu guru dalam mengatasi kesenjangan belajar dan memberikan dukungan yang tepat kepada setiap siswa. Siswa pun menjadi lebih termotivasi untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Langkah Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi

  • Sebelum menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, guru harus mempunyai pemahaman secara mendalam terkait kebutuhan belajar siswa di sekolahnya dengan melakukan pemetaan berdasarkan pada tiga aspek, yaitu ada kemauan belajar, minat belajar, serta profil belajar siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan melalui wawancara, observasi, atau survey.
  • Selanjutnya, guru bisa mengembangkan desain dan strategi pembelajaran yang berbeda, dan mencari sumber daya tambahan yang sesuai pada hasil survey kebutuhan siswa. Dalam melakukan hal tersebut guru dapat berkolaborasi bersama dengan guru lainnya, kepala sekolah, atau dengan staf dan administrator sekolah.
  • Berikutnya, guru bisa menawarkan pilihan strategi, materi, serta metode pembelajaran kepada siswa di kelas.
  • Terakhir, guru dapat melakukan evaluasi secara rutin mengenai penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang telah dilaksanakan. Guru juga dapat meminta feedback dari para siswa ataupun orang tua siswa terkait strategi pembelajaran tersebut.

Konsep Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Demonstrasi Kontekstual

Perlu dipahami, pembelajaran berdiferensiasi merupakan proses belajar mengajar di mana peserta didik bisa mempelajari materi pelajaran sesuai pada kemampuan, apa yang disukai, dan kebutuhannya masing-masing.

Setidaknya, ada sebanyak tiga aspek yang dapat membedakan siswa, yaitu diantaranya sebagai berikut. Adapun, untuk merancang pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan kebutuhan siswa, ada empat elemen yang perlu diperhatikan oleh guru, yaitu sebagai berikut: ,

1. Diferensiasi Konten

Diferensiasi konten merupakan isi pembelajaran yang dipelajari oleh siswa di dalam kelas. Diferensiasi konten dilaksanakan dengan menyesuaikan isi pembelajaran dengan tingkat kesiapan siswa dan menentukan metode pembelajarannya dengan melalui profil belajar siswa.

2. Diferensiasi Proses

Diferensiasi proses adalah sebuah aktivitas yang dilakukan oleh siswa selama pembelajaran. Aktivitas siswa ada baiknya dilakukan dengan menyesuaikan keterampilan yang dimiliki oleh siswa serta tingkat kesulitan dan cara pencapaian yang berbeda.

3. Diferensiasi Produk

Diferensiasi produk merupakan hasil dari pembelajaran yang telah dilakukan. Produk dalam pembelajaran diferensiasi memiliki tujuan untuk mengukur kemampuan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman peserta didik setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran.

4. Lingkungan Belajar

Guru harus memperhatikan lingkungan belajar ketika ingin menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Lingkungan pembelajaran yang dimaksudkan yakni mencakup organisasi kelas secara personal, sosial, serta fisik. Lingkungan pembelajaran juga harus disesuaikan dengan tingkat kesiapan, minat, serta gaya belajar peserta didik supaya mereka tetap termotivasi dalam kegiatan pembelajaran.

Format Tugas Demonstrasi Kontekstual Modul 2.1

Nah, dalam modul 2.1 Guru Penggerak, CGP nantinya akan diberikan tugas Demonstrasi Kontekstual untuk dapat merancang pembelajaran salah satu mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Disusun berdasarkan dengan analisis kebutuhan belajar siswa yang harus dilakukan terlebih dahulu.
  • Melakukan identifikasi minimal satu strategi diferensiasi konten, proses, ataupun produk.
  • Memperhatikan rubrik penilaian rencana pembelajaran untuk dapat membantu dalam membuat RPP tersebut.
  • Rancangan pembelajaran ini perlu diunggah dengan melalui folder Google Drive yang telah ditentukan.

Pada umumnya, tugas modul 2.1 ini disusun berdasarkan dengan format yang hampir sama dengan RPP. Akan tetapi, CPG perlu melampirkan hasil analisis kebutuhan belajar siswa sesuai pada apa yang dipahami dalam pembelajaran modul 2.1.

Adapun, tugas demonstrasi kontekstual modul 2.1 pada umumnya disusun dengan format sebagai berikut:

  • Formulir Pemetaan Kebutuhan Belajar Murid
  • Analisis Pemetaan Kebutuhan Belajar Murid Berdasarkan Kesiapan Belajar Murid
  • Analisis Pemetaan Kebutuhan Belajar Murid Berdasarkan Profil Belajar Murid (Gaya Belajar)
  • Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
  • Lampiran-Lampiran

Kesimpulan

Demonstrasi kontekstual modul 2.1 harus disusun berdasarkan dengan materi yang telah dipelajari dalam modul 2.1 Misalnya, ada pada bagian analisis kebutuhan siswa, CGP diharapkan bisa melakukan identifikasi berdasarkan dengan konsep pembelajaran berdiferensiasi.

CGP juga diharapkan mampu merancang pembelajaran sesuai dengan hasil analisis kebutuhan siswa yang telah ditetapkan berdasarkan pada formulir yang disebarkan terlebih dahulu. Demikian pembahasan kali ini, semoga informasi diatas bermanfaat!

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan